Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Cara Mudah Menonaktifkan NPWP

A+
A-
14
A+
A-
14
Cara Mudah Menonaktifkan NPWP

“Di dunia ini, hanya dua yang tidak bisa Anda hindari, yaitu pajak dan kematian. Jadi, kenapa Anda takut?”

BEGITULAH pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, setengah mengutip pernyataan Bapak Bangsa Amerika Serikat Benjamin Franklin. Tidak bisa dimungkiri, pajak memang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari baju yang kita pakai, kendaraan, hingga gaji, semuanya kena pajak.

Namun, kewajiban warga negara tentu tidak hanya soal membayar pajak. Warga—terutama yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)—juga wajib melaporkan pajak atau surat pemberitahuan (SPT) tahunannya secara berkala.

Baca Juga: Cara Mudah Mengisi SPT untuk Karyawan dan PNS

Mengingat sifatnya yang wajib, wajib pajak orang pribadi yang tidak melaporkan SPT akan dikenakan sanksi denda. Nilai dendanya lumayan, yakni Rp100.000 per tahun pajak atau setara dengan 3-4 gelas bubble tea atau Boba yang Anda beli di pinggir jalan.

Meski demikian, negara, dalam hal ini Ditjen Pajak, juga membuka pintu bagi warga negara yang tidak ingin lagi dibebani kewajiban lapor pajak tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menonaktifkan NPWP atau menjadi wajib pajak non-efektif (NE).

Menonaktifkan NPWP ini berbeda dengan menghapuskan NPWP. Jika menonaktifkan, NPWP bisa aktif kembali dengan NPWP lama. Ibaratnya, NPWP mati suri atau sementara. Namun, jika menghapuskan NPWP, NPWP akan mati permanen, sehingga untuk aktif kembali NPWP harus dibuat lagi.

Baca Juga: Manfaat dan Kegunaan NPWP

Menurut ketentuan, wajib pajak NE adalah status saat wajib pajak dikecualikan dari pengawasan administrasi rutin dan kewajiban lapor SPT. Artinya, wajib pajak yang biasanya kena pajak penghasilan tidak perlu lagi melaporkan SPT.

Penetapan wajib pajak sebagai wajib pajak NE dapat dilakukan berdasarkan permohonan wajib pajak atau secara jabatan oleh Ditjen Pajak (DJP). Penetapan status tersebut hanya bisa dilakukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Tentu, tidak semua wajib pajak bisa menonaktifkan NPWP.

Ada empat kondisi yang bisa membuat DJP memperbolehkan wajib pajak untuk menjadi wajib pajak NE. Pertama, wajib pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, tetapi secara nyata tidak lagi menjalankan kegiatan usaha atau tidak lagi melakukan pekerjaan bebas

Baca Juga: Cara Menggabung NPWP Istri Poligami?

Kedua, wajib pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha/pekerjaan bebas dan penghasilannya di bawah penghasilan tidak kena pajak. Ketiga, wajib pajak orang pribadi yang tinggal atau di luar negeri lebih dari 183 hari dalam 12 bulan dan tidak bermaksud meninggalkan Indonesia selamanya.

Keempat, wajib pajak yang tidak lagi memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif, tetapi belum dilakukan penghapusan NPWP, di antaranya seperti wajib pajak perempuan kawin yang ikut ke dalam NPWP suami.

Selain empat itu, masih ada lagi, yakni wajib pajak yang tidak lagi membayar pajak, wajib pajak yang tidak diketahui atau ditemukan lagi alamatnya, atau orang pribadi yang memiliki NPWP tapi sebagai anggota tanggungan dengan kode cabang 001, 999, 998 dan seterusnya.

Baca Juga: Daftar Dokumen Persyaratan Bikin NPWP

Prosedur
LANTAS, bagaimana prosedur yang harus dilalui untuk menjadi wajib pajak NE? Pertama, Anda harus mengisi formulir permohonan penetapan wajib pajak non efektif, baik melalui aplikasi e-registration di laman www.pajak.go.id atau mengisi secara langsung di KPP.

Kedua, Anda juga menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan, yakni yang menunjukkan wajib pajak memenuhi kriteria sebagai wajib pajak NE. Batas waktu penyertaan berkas atau dokumen adalah 14 hari. Jika seluruh berkas diterima lengkap, KPP akan menerbitkan bukti penerimaan secara elektronik.

Setelah itu, KPP akan melakukan penelitian administrasi perpajakan. Apabila permohonan disetujui, KPP akan menyampaikan pemberitahuan ke wajib pajak bersangkutan. Setelah itu, Kantor Pusat DJP akan memberikan kode ‘NE’ pada profil atau data wajib pajak bersangkutan.

Baca Juga: Beleid Baru Bendahara Pemerintah dan Pembebasan PPN, Unduh di Sini

Untuk diingat, wajib pajak NE juga bisa kembali mengaktifkan NPWP dengan mengajukan permohonan ke KPP, termasuk melampirkan data yang menunjukkan wajib pajak bersangkutan tidak lagi masuk kriteria wajib pajak NE. (Bsi)

Namun, kewajiban warga negara tentu tidak hanya soal membayar pajak. Warga—terutama yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)—juga wajib melaporkan pajak atau surat pemberitahuan (SPT) tahunannya secara berkala.

Baca Juga: Cara Mudah Mengisi SPT untuk Karyawan dan PNS

Mengingat sifatnya yang wajib, wajib pajak orang pribadi yang tidak melaporkan SPT akan dikenakan sanksi denda. Nilai dendanya lumayan, yakni Rp100.000 per tahun pajak atau setara dengan 3-4 gelas bubble tea atau Boba yang Anda beli di pinggir jalan.

Meski demikian, negara, dalam hal ini Ditjen Pajak, juga membuka pintu bagi warga negara yang tidak ingin lagi dibebani kewajiban lapor pajak tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menonaktifkan NPWP atau menjadi wajib pajak non-efektif (NE).

Menonaktifkan NPWP ini berbeda dengan menghapuskan NPWP. Jika menonaktifkan, NPWP bisa aktif kembali dengan NPWP lama. Ibaratnya, NPWP mati suri atau sementara. Namun, jika menghapuskan NPWP, NPWP akan mati permanen, sehingga untuk aktif kembali NPWP harus dibuat lagi.

Baca Juga: Manfaat dan Kegunaan NPWP

Menurut ketentuan, wajib pajak NE adalah status saat wajib pajak dikecualikan dari pengawasan administrasi rutin dan kewajiban lapor SPT. Artinya, wajib pajak yang biasanya kena pajak penghasilan tidak perlu lagi melaporkan SPT.

Penetapan wajib pajak sebagai wajib pajak NE dapat dilakukan berdasarkan permohonan wajib pajak atau secara jabatan oleh Ditjen Pajak (DJP). Penetapan status tersebut hanya bisa dilakukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Tentu, tidak semua wajib pajak bisa menonaktifkan NPWP.

Ada empat kondisi yang bisa membuat DJP memperbolehkan wajib pajak untuk menjadi wajib pajak NE. Pertama, wajib pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, tetapi secara nyata tidak lagi menjalankan kegiatan usaha atau tidak lagi melakukan pekerjaan bebas

Baca Juga: Cara Menggabung NPWP Istri Poligami?

Kedua, wajib pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha/pekerjaan bebas dan penghasilannya di bawah penghasilan tidak kena pajak. Ketiga, wajib pajak orang pribadi yang tinggal atau di luar negeri lebih dari 183 hari dalam 12 bulan dan tidak bermaksud meninggalkan Indonesia selamanya.

Keempat, wajib pajak yang tidak lagi memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif, tetapi belum dilakukan penghapusan NPWP, di antaranya seperti wajib pajak perempuan kawin yang ikut ke dalam NPWP suami.

Selain empat itu, masih ada lagi, yakni wajib pajak yang tidak lagi membayar pajak, wajib pajak yang tidak diketahui atau ditemukan lagi alamatnya, atau orang pribadi yang memiliki NPWP tapi sebagai anggota tanggungan dengan kode cabang 001, 999, 998 dan seterusnya.

Baca Juga: Daftar Dokumen Persyaratan Bikin NPWP

Prosedur
LANTAS, bagaimana prosedur yang harus dilalui untuk menjadi wajib pajak NE? Pertama, Anda harus mengisi formulir permohonan penetapan wajib pajak non efektif, baik melalui aplikasi e-registration di laman www.pajak.go.id atau mengisi secara langsung di KPP.

Kedua, Anda juga menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan, yakni yang menunjukkan wajib pajak memenuhi kriteria sebagai wajib pajak NE. Batas waktu penyertaan berkas atau dokumen adalah 14 hari. Jika seluruh berkas diterima lengkap, KPP akan menerbitkan bukti penerimaan secara elektronik.

Setelah itu, KPP akan melakukan penelitian administrasi perpajakan. Apabila permohonan disetujui, KPP akan menyampaikan pemberitahuan ke wajib pajak bersangkutan. Setelah itu, Kantor Pusat DJP akan memberikan kode ‘NE’ pada profil atau data wajib pajak bersangkutan.

Baca Juga: Beleid Baru Bendahara Pemerintah dan Pembebasan PPN, Unduh di Sini

Untuk diingat, wajib pajak NE juga bisa kembali mengaktifkan NPWP dengan mengajukan permohonan ke KPP, termasuk melampirkan data yang menunjukkan wajib pajak bersangkutan tidak lagi masuk kriteria wajib pajak NE. (Bsi)

Topik : NPWP, menonfaktifkan, cara mudah
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 10 Januari 2020 | 14:16 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Senin, 16 Desember 2019 | 20:21 WIB
HASIL DEBAT 1-15 DESEMBER 2019
Kamis, 05 Desember 2019 | 08:59 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 03 Desember 2019 | 20:10 WIB
DEBAT PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 21 Februari 2020 | 21:00 WIB
DAMPAK VIRUS CORONA
Jum'at, 21 Februari 2020 | 19:12 WIB
PMK 11/2020
Jum'at, 21 Februari 2020 | 19:11 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Jum'at, 21 Februari 2020 | 18:40 WIB
BARANG KENA CUKAI
Jum'at, 21 Februari 2020 | 18:16 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK
Jum'at, 21 Februari 2020 | 18:05 WIB
KABUPATEN CIREBON
Jum'at, 21 Februari 2020 | 17:39 WIB
BARANG KENA CUKAI
Jum'at, 21 Februari 2020 | 17:11 WIB
PELAPORAN SPT
Jum'at, 21 Februari 2020 | 16:23 WIB
PELAPORAN SPT
Jum'at, 21 Februari 2020 | 16:20 WIB
JEPANG