Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Cara Membuat Faktur Pajak Pengganti Melalui e-Faktur Versi 3.2

A+
A-
27
A+
A-
27
Cara Membuat Faktur Pajak Pengganti Melalui e-Faktur Versi 3.2

KADANG kala, seorang pengusaha kena pajak (PKP) melakukan kesalahan dalam menginput data saat pembuatan faktur pajak. Dalam kondisi demikian, PKP dapat melakukan revisi atas faktur pajak yang telah diterbitkan sebelumnya dengan menggunakan faktur pajak pengganti.

Lantas, bagaimana cara membuat faktur pajak pengganti? Nah, DDTCNews kali akan menguraikan mengenai tata cara membuat dan mengunggah faktur pajak pengganti melalui e-faktur terbaru, yaitu e-faktur versi 3.2.

Mula-mula, buka dan login aplikasi e-faktur versi 3.2 melalui perangkat komputer. Selanjutnya, buka menu Faktur, pilih submenu Pajak Keluaran, dan klik Administrasi Faktur. Kemudian, sistem akan memunculkan dialog Daftar Faktur Pajak Keluaran.

Baca Juga: Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Silakan cari dan pilih faktur pajak yang ingin diganti pada daftar faktur pajak keluaran. Berikutnya, tekan tombol Pengganti yang terdapat pada bagian bawah. Sistem akan memunculkan notifikasi untuk memastikan bahwa PKP benar-benar ingin mengganti faktur pajak tersebut.

Pada notifikasi tersebut, silakan klik Yes. Sistem akan memunculkan kotak dialog baru berupa Input Faktur. Silakan lengkapi pengisian Dokumen Transaksi terlebih dahulu. Pada bagian ini, jenis faktur akan secara otomatis tertulis jawaban berupa 2 - Faktur Pajak Pengganti.

Jika sudah selesai mengisi Dokumen Transaksi, selanjutnya tekan tombol Lanjutkan. Anda akan menerima notifikasi baru untuk memastikan kembali bahwa Anda akan melakukan penggantian atas faktur pajak tersebut. Silakan klik Yes.

Baca Juga: Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Nanti, Anda diarahkan menuju menu Lawan Transaksi. Seusai mengisi, klik Lanjutkan dan Anda akan diarahkan ke menu Detail Transaksi. Pada bagian ini, lengkapi kolom yang tersedia pada bagian detail barang/jasa dan PPN. Kemudian, tekan Simpan dan klik Yes.

Pada kotak dialog Input Faktur bagian Detail Transaksi, tekan tombol Simpan. Nanti, sistem akan memberikan notifikasi untuk memeriksa kembali faktur pajak yang dibuat dan klik OK. Apabila Anda ingin memeriksa isi faktur, cukup tekan tombol Preview.

Apabila isi faktur pajak sudah benar, Anda dapat melanjutkan proses pengunggahan faktur pajak. Caranya, Anda cukup memilih faktur pajak pengganti yang ingin diunggah dalam Daftar Faktur Pajak Keluaran. Lalu, tekan tombol Upload.

Baca Juga: Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Sistem akan memberikan notifikasi untuk memastikan Anda sudah yakin untuk mengunggah faktur pajak tersebut. Jika Anda sudah yakin, klik Yes dan klik OK. Dengan demikian, status faktur pajak pengganti berubah menjadi Siap Approve.

Selanjutnya, pilih menu Management Upload dan klik submenu Upload Faktur / Retur. Sistem akan memunculkan kotak dialog baru yakni Monitor Upload. Pada kotak dialog ini, tekan tombol Start Uploader.

Kemudian, sistem akan meminta Anda untuk memasukkan kode keamanan dan kata sandi. Jika sudah klik Submit. Selesai. Semoga bermanfaat. (rig)

Baca Juga: Unggul di Pemilu 2022, Capres Ini Dituntut Lanjutkan Reformasi Pajak

Topik : tips pajak, tips, pajak, e-faktur 3.2, faktur pajak pengganti

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Judy

Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:53 WIB
Mohon info untuk mengganti FP apakah batas upload tgl 15 juga berlaku? FP Maret, baru tahu Mei. Saat dupload, reject dgn notif karena aturan PER-03/PJ/2022. Mohon petunjuk
1

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:00 WIB
ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Makin Simpel! NIK sebagai NPWP Jadi Tonggak Awal 'Single Sign On'

Sabtu, 21 Mei 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Warning Bea Cukai Soal Belanja Online dan Harta PPS Tak Diperiksa Lagi

Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:00 WIB
KOTA PEKANBARU

Sudah Ada Pemutihan, Piutang PBB-P2 Belum Tertagih Tembus Rp548,9 M

berita pilihan

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Fokus Lakukan Konsolidasi Fiskal, Ternyata Ini Alasannya

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Minggu, 22 Mei 2022 | 17:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP DI YOGYAKARTA

Rekening, Tanah Hingga Perhiasan Bos Sembako Ini Disita Petugas Pajak

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Jaminan untuk Penundaan Pembayaran Cukai

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Presiden Baru Korea Selatan Bakal Rasionalisasi Tarif Pajak Korporasi

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Perusahaan AS yang Bayar Pajak ke Rusia Bakal Dapat Disinsentif

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:30 WIB
KPP MADYA SURAKARTA

Tak Kunjung Lunasi Utang Pajak, 7 Mobil Akhirnya Disita Sekaligus