Review
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 24 November 2022 | 09:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 02 Desember 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Komunitas
Senin, 05 Desember 2022 | 09:00 WIB
SEKRETARIS I PERTAPSI CHRISTINE TJEN:
Minggu, 04 Desember 2022 | 07:40 WIB
WAKIL KETUA I PERTAPSI TITI MUSWATI PUTRANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:34 WIB
KETUA BIDANG KERJA SAMA PERTAPSI BENY SUSANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 07:30 WIB
SELEBRITAS
Reportase

Booking.com Terseret Penghindaran Pajak, Italia Minta Belanda Selidiki

A+
A-
3
A+
A-
3
Booking.com Terseret Penghindaran Pajak, Italia Minta Belanda Selidiki

Ilustrasi.

ROMA, DDTCNews – Otoritas pajak Italia tengah menyelidiki 2 mantan direktur keuangan (CFO) Booking.com, sebuah platform reservasi akomodasi skala global. Keduanya adalah Olivier Bisserier yang menjabat CFO pada 2013 hingga 2019 dan Marcela Martin yang menduduki posisi CFO pada 2019 sampai 2020.

Kedua eks pejabat itu dituding terlibat dalam praktik penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan. Italia juga bergerak cepat dengan meminta Belanda, negara tempat Booking.com bermarkas, untuk menginterogasi kedua mantan CFO tersebut.

Merespons tudingan soal praktik penghindaran pajak, juru bicara perusahaan menegaskan bahwa Booking.com siap bekerja sama dengan otoritas pajak Italia dalam proses penyelidikan.

Baca Juga: Ciptakan Lapangan Kerja, Asosiasi Pengusaha Ini Minta Keringanan Pajak

"Kami terus berkolaborasi secara aktif dan transparan dengan otoritas pajak Italia sebagai bagian dari komitmen kami untuk memastikan kepatuhan terhadap semua hukum setempat dan berharap untuk melanjutkan dialog," katanya, Rabu (9/2/2022).

Seperti dilansir swissinfo.ch, pada Juni 2021 lalu otoritas pajak Italia menuding Booking.com telah melakukan penghindaran atas pembayaran pajak pertambahan nilai (PPN) senilai EUR153 juta atau setara dengan Rp2,51 triliun sepanjang tahun 2013 hingga 2019.

Tudingan yang dilancarkan otoritas pajak Italia ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pemerintah bersama kepolisian juga melakukan audit awal terhadap Booking.com. Pemerintah akhir membuka ruang bagi perusahaan untuk membayarkan PPN yang belum dilunasi atau melanjutkan proses hukum dengan menghadapi tuduhan penghindaran pajak.

Baca Juga: Khawatir Ganggu Investasi, Hungaria Kukuh Tolak Pajak Minimum Global

Sebagai tindak lanjut, pihak kejaksaan Kota Genoa, Italia berkoordinasi dengan Rotterdam European Investigation Order (OIE) untuk menggali data perusahaan, khususnya omzet, transaksi, dan kerja sama yang dijalin dengan pihak swasta lainnya. Penyelidikan ini perlu dilakukan untuk memastikan sejauh mana praktik penghindaran pajak dilakukan perusahaan.

Namun, perintah penyeilidikan kedua yang dikirim Italia kepada Belanda belum mendapat respons. Permintaan penyelidikan ini pertama kali diajukan Italia pada 2018 lalu. Kantor kejaksaan Rotterdam pun menolak memberikan komentar terkait hal ini.

Booking.com sendiri menyumbang 68,4% dari total penjualan hotel oleh agen perjalanan online di Italia pada 2021 lalu. Hal ini menunjukkan begitu besarnya peran Booking.com terhadap pariwisata Italia. (sap)

Baca Juga: Asosiasi Industri Minta Pemerintah Inggris Tunda Pajak Minimum Global

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pajak internasional, PPN, VAT, pajak hotel, pajak hiburan, Italia, Belanda, Booking.com

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 28 November 2022 | 08:41 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Tarif PPN Naik, Dampaknya Sudah Ada di Penerimaan Pajak

Minggu, 27 November 2022 | 14:00 WIB
PAKISTAN

Asosiasi Ini Minta Tax Holiday untuk Sektor Pertambangan Dicabut

Minggu, 27 November 2022 | 11:30 WIB
JERMAN

Produsen BBM di Negara Ini Bakal Kena Tarif Windfall Tax 33 Persen

berita pilihan

Senin, 05 Desember 2022 | 21:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penerapan Exit Tax Bisa Menahan Gerusan Basis Pajak, Ini Analisisnya

Senin, 05 Desember 2022 | 19:18 WIB
PMK 175/2022

Ada Perubahan Ketentuan Soal Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 18:37 WIB
PMK 175/2022

Sri Mulyani Terbitkan Peraturan Baru Soal Konsultan Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 18:01 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Salah Isi NPWP dan Nama Wajib Pajak dalam SSP? Bisa Pbk

Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Business Intelligence dalam Ranah Pajak?

Senin, 05 Desember 2022 | 17:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Ingat! Kepatuhan Wajib Pajak Diawasi DJP, Begini Penjelasannya

Senin, 05 Desember 2022 | 17:30 WIB
PER-13/BC/2021

Daftar IMEI Bisa di Kantor Bea Cukai tapi Tak Dapat Pembebasan US$500

Senin, 05 Desember 2022 | 17:00 WIB
KP2KP SANANA

Dapat SP2DK, Pengusaha Pengolahan Ikan Tuna Datangi Kantor Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 16:51 WIB
KINERJA FISKAL DAERAH

Sisa Sebulan, Mendagri Minta Pemda Genjot Pendapatan Daerah

Senin, 05 Desember 2022 | 16:30 WIB
KPP PRATAMA SUKOHARJO

Data e-Faktur Hilang, Begini Solusi dari Ditjen Pajak