Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Bila Akuntan Bertemu Jin Lampu

A+
A-
1
A+
A-
1
Bila Akuntan Bertemu Jin Lampu

PADA suatu sore yang mendung, seorang akuntan yang baru pulang kerja berjalan santai menyusuri pantai. Ia ingin rileks sejenak menikmati sore di keheningan pantai. Tiba-tiba langkahnya terhenti.

Ia melihat seonggok lampu tua di bibir pantai. Akuntan ini kemudian melihat sekeliling. Tidak ada orang. Perlahan, ia mengambil lampu itu, lalu menggosoknya, dan sekonyong-konyong muncul sesosok jin di hadapannya.

“Ha-ha-ha… Aku adalah jin paling sakti di seantero jagat ini. Aku bisa melakukan hal-hal besar. Aku bisa kabulkan permintaanmu, manusia, tetapi ingat, hanya satu permintaan. Sebutkan,” kata jin tersebut tanpa basa-basi.

Baca Juga: Hukuman Guillotine

Berhubung akuntan ini dahulu sempat menjadi aktivis di sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) antikekerasan, ia lalu segera mengeluarkan peta dunia yang selalu ia bawa dari tas punggungnya.

Kemudian ia membuka peta dunia tersebut, dan langsung menunjuk ke wilayah Timur Tengah. “Harapan saya yang terbesar adalah Anda bisa menyelesaikan konflik yang ada di sini,” katanya.

Mendengar permintaan tersebut, Jin pun menatap si akuntan dengan pandangan tak percaya. Ia lalu terdiam, dan mulai membelai janggutnya. Jin ini terlihat berpikir, atau mungkin lebih tepat khawatir.

Baca Juga: Anomali Jumlah Persediaan

“Ya Tuhaann..” katanya sambil menatap peta tersebut. “Terus terang itu sulit, kawan. Orang-orang di sana itu telah berjuang selama ribuan tahun, dan tidak ada yang mampu menghasilkan solusi yang efektif,” katanya.

Jin lampu tersebut juga tidak yakin apakah ia bisa melakukan hal yang lebih baik daripada yang sudah dilakukan orang-orang itu. “Mungkin Anda harus membuat permintaan yang lain,” katanya.

“Ohh.. Baiklah kalau begitu,” sahut akuntan tersebut, seraya memasukkan peta dunianya ke dalam tasnya. "Sebentar," katanya sambil berpikir mencoba mengingat-ingat sesuatu.

Baca Juga: Transplantasi Hati

“Jadi begini, Jin. Pekan lalu Ditjen Pajak meminta saya mendesain ulang formulir surat pemberitahuan milik mereka, supaya semua orang bisa dengan cepat dan mudah memahaminya. Bisakah Anda membantu saya?” katanya.

Jin itu pun terdiam. Kali ini agak lama, ia berjalan melayang ke sana kemari dan berpikir sangat keras, tanpa sempat lagi membelai janggutnya. Kemudian ia berhenti. “Mari kita lihat peta itu lagi,” tukasnya. (Bsi)

Baca Juga: Kisah Gembala dan Anjingnya

“Ha-ha-ha… Aku adalah jin paling sakti di seantero jagat ini. Aku bisa melakukan hal-hal besar. Aku bisa kabulkan permintaanmu, manusia, tetapi ingat, hanya satu permintaan. Sebutkan,” kata jin tersebut tanpa basa-basi.

Baca Juga: Hukuman Guillotine

Berhubung akuntan ini dahulu sempat menjadi aktivis di sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) antikekerasan, ia lalu segera mengeluarkan peta dunia yang selalu ia bawa dari tas punggungnya.

Kemudian ia membuka peta dunia tersebut, dan langsung menunjuk ke wilayah Timur Tengah. “Harapan saya yang terbesar adalah Anda bisa menyelesaikan konflik yang ada di sini,” katanya.

Mendengar permintaan tersebut, Jin pun menatap si akuntan dengan pandangan tak percaya. Ia lalu terdiam, dan mulai membelai janggutnya. Jin ini terlihat berpikir, atau mungkin lebih tepat khawatir.

Baca Juga: Anomali Jumlah Persediaan

“Ya Tuhaann..” katanya sambil menatap peta tersebut. “Terus terang itu sulit, kawan. Orang-orang di sana itu telah berjuang selama ribuan tahun, dan tidak ada yang mampu menghasilkan solusi yang efektif,” katanya.

Jin lampu tersebut juga tidak yakin apakah ia bisa melakukan hal yang lebih baik daripada yang sudah dilakukan orang-orang itu. “Mungkin Anda harus membuat permintaan yang lain,” katanya.

“Ohh.. Baiklah kalau begitu,” sahut akuntan tersebut, seraya memasukkan peta dunianya ke dalam tasnya. "Sebentar," katanya sambil berpikir mencoba mengingat-ingat sesuatu.

Baca Juga: Transplantasi Hati

“Jadi begini, Jin. Pekan lalu Ditjen Pajak meminta saya mendesain ulang formulir surat pemberitahuan milik mereka, supaya semua orang bisa dengan cepat dan mudah memahaminya. Bisakah Anda membantu saya?” katanya.

Jin itu pun terdiam. Kali ini agak lama, ia berjalan melayang ke sana kemari dan berpikir sangat keras, tanpa sempat lagi membelai janggutnya. Kemudian ia berhenti. “Mari kita lihat peta itu lagi,” tukasnya. (Bsi)

Baca Juga: Kisah Gembala dan Anjingnya
Topik : humor pajak, anekdot pajak, humor akuntan, anekdot akuntan, jin lampu
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 21 April 2017 | 20:29 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 20 Juli 2016 | 16:12 WIB
ANEKDOT PAJAK
Sabtu, 04 Juni 2016 | 13:18 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 29 September 2016 | 17:12 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
berita pilihan
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:36 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:11 WIB
KOTA BOGOR
Kamis, 20 Februari 2020 | 18:03 WIB
ALOKASI DANA TRANSFER
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:50 WIB
PROFIL PAJAK KOTA SURABAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:15 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:26 WIB
SELEKSI CALON PROFESIONAL DDTC
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:18 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:07 WIB
INDEKS KERAHASIAAN FINANSIAL GLOBAL
Kamis, 20 Februari 2020 | 15:57 WIB
PROYEKSI EKONOMI