JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mencatat realisasi anggaran makan bergizi gratis (MBG) sepanjang 2025 hanya senilai Rp51,5 triliun atau 72,5% dari pagu pada APBN 2025.
Dari anggaran senilai Rp51,5 triliun tersebut, Rp43,3 triliun di antaranya langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk MBG yang diterima oleh para penerima manfaat.
"Manfaat yang langsung diterima masyarakat adalah Rp43,3 triliun dari realisasi anggaran per 31 Desember 2025 senilai Rp51,5 triliun," ujar Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dikutip pada Jumat (9/1/2026).
Hingga tutup tahun, MBG telah dinikmati oleh 56,13 juta penerima manfaat. Angka ini setara 67,7% dari target pemerintah di awal tahun yang sebanyak 82,9 juta penerima manfaat.
Penyaluran MBG dilakukan melalui 19.343 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di 38 provinsi yang melibatkan 789.319 pekerja.
Pada tahun ini, pemerintah meyakini MBG akan tersalur ke 82,9 juta penerima manfaat sesuai dengan target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Untuk menyalurkan MBG kepada 82,9 juta orang dimaksud, SPPG yang harus dibangun mencapai 35.000 unit.
Prabowo juga meyakini pemberian MBG kepada anak-anak akan menangani masalah stunting dan kekurangan gizi.
"Itu yang jelas dikatakan malnutrisi, stunting, badannya sangat lemah, pertumbuhannya tidak normal. Kemudian ternyata puluhan juta anak-anak Indonesia berangkat sekolah tanpa makan pagi," ujar Prabowo.
Guna mendukung penyaluran MBG ke 82,9 juta penerima manfaat, pemerintah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp335 triliun pada APBN 2026.
Anggaran MBG berasal dari APBN. Perlu diketahui, pajak merupakan sumber penerimaan yang paling dominan di Indonesia, di mana sekitar 70% dari APBN bersumber dari penerimaan pajak. (dik)
