Berita
Kamis, 09 April 2020 | 09:57 WIB
DIRJEN PERBENDAHARAAN ANDIN HADIYANTO:
Kamis, 09 April 2020 | 08:20 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 08 April 2020 | 19:00 WIB
KOREA SELATAN
Rabu, 08 April 2020 | 16:42 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 April 2020 | 09:12 WIB
KURS PAJAK 8 APRIL-14 APRIL 2020
Selasa, 07 April 2020 | 13:30 WIB
STATISTIK DAYA SAING PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Komunitas
Selasa, 07 April 2020 | 17:08 WIB
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Selasa, 07 April 2020 | 16:45 WIB
STISIPOL PAHLAWAN 12 BANGKA
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Reportase

Bansos Jadi Salah Satu Senjata Sri Mulyani Hadapi Corona

A+
A-
0
A+
A-
0
Bansos Jadi Salah Satu Senjata Sri Mulyani Hadapi Corona

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA, DDTCNews—Kementerian Keuangan tengah mencari cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di atas 5% di tengah wabah virus Corona yang melanda China dan beberapa negara lainnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dirinya akan memanfaatkan instrumen fiskal untuk menstimulus perekonomian. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah terkait bantuan sosial (bansos).

"Dari sisi konsumsi akan melalui bansos. Ya nanti kita lihat, (sekarang) masih dibahas pemerintah," katanya di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Baca Juga: Efek Corona, 54 Perusahaan Petrokimia Dapat Relaksasi Pajak

Sri Mulyani mengaku belum bisa memastikan kebijakan apa yang akan diambil pemerintah terhadap bansos tersebut. Namun yang pasti, lanjutnya, kebijakan yang diambil harus segera berefek terhadap peningkatan konsumsi masyarakat.

Kebijakan yang diambil pemerintah, kata Menkeu, juga tidak menutup kemungkinan akan mempercepat penyaluran dana program keluarga harapan (PKH) tahun ini sebesar Rp31,3 triliun.

Untuk diketahui, pembahasan stimulus dalam rangka menghadapi dampak Corona terhadap perekonomian Tanah Air masih berjalan. Salah satu wacana yang muncul adalah memberikan diskon atau subsidi untuk tiket pesawat.

Baca Juga: Alur Klaim Biaya Rawat Pasien Corona Dirancang, Begini Perinciannya

Pemberian subsidi atau diskon itu juga berlaku untuk destinasi wisata yang jumlah kunjungan turisnya menurun karena wabah virus Corona. Stimulus diharapkan dapat menjaga sektor pariwisata tetap tumbuh.

Pengamat ekonomi Chatib Basri sebelummyua memperingkatkan pemerintah untuk waspada akan dampak virus corona terhadap perekonomian negara. Menurut Chatib, Corona membuat target pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 5,3% sulit tercapai.

Singapura bahkan terancam mengalami resesi akibat wabah Corona. Pemerintah Singapura memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi -0,5% hingga 1,5%, dari sebelumnya di kisaran 0,5% hingga 2,5%. (rig)

Baca Juga: Peran Kebijakan Pajak dalam Menghadapi Krisis Keuangan

"Dari sisi konsumsi akan melalui bansos. Ya nanti kita lihat, (sekarang) masih dibahas pemerintah," katanya di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Baca Juga: Efek Corona, 54 Perusahaan Petrokimia Dapat Relaksasi Pajak

Sri Mulyani mengaku belum bisa memastikan kebijakan apa yang akan diambil pemerintah terhadap bansos tersebut. Namun yang pasti, lanjutnya, kebijakan yang diambil harus segera berefek terhadap peningkatan konsumsi masyarakat.

Kebijakan yang diambil pemerintah, kata Menkeu, juga tidak menutup kemungkinan akan mempercepat penyaluran dana program keluarga harapan (PKH) tahun ini sebesar Rp31,3 triliun.

Untuk diketahui, pembahasan stimulus dalam rangka menghadapi dampak Corona terhadap perekonomian Tanah Air masih berjalan. Salah satu wacana yang muncul adalah memberikan diskon atau subsidi untuk tiket pesawat.

Baca Juga: Alur Klaim Biaya Rawat Pasien Corona Dirancang, Begini Perinciannya

Pemberian subsidi atau diskon itu juga berlaku untuk destinasi wisata yang jumlah kunjungan turisnya menurun karena wabah virus Corona. Stimulus diharapkan dapat menjaga sektor pariwisata tetap tumbuh.

Pengamat ekonomi Chatib Basri sebelummyua memperingkatkan pemerintah untuk waspada akan dampak virus corona terhadap perekonomian negara. Menurut Chatib, Corona membuat target pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 5,3% sulit tercapai.

Singapura bahkan terancam mengalami resesi akibat wabah Corona. Pemerintah Singapura memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi -0,5% hingga 1,5%, dari sebelumnya di kisaran 0,5% hingga 2,5%. (rig)

Baca Juga: Peran Kebijakan Pajak dalam Menghadapi Krisis Keuangan
Topik : virus corona, pertumbuhan ekonomi, bantuan sosial, bansos, sri mulyani, nasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Selasa, 07 April 2020 | 11:51 WIB
PENANGANAN VIRUS CORONA
Selasa, 07 April 2020 | 11:13 WIB
PELAPORAN SPT
Selasa, 07 April 2020 | 10:10 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 07 April 2020 | 09:49 WIB
EFEK VIRUS CORONA
berita pilihan
Kamis, 09 April 2020 | 09:57 WIB
DIRJEN PERBENDAHARAAN ANDIN HADIYANTO:
Kamis, 09 April 2020 | 09:19 WIB
OPINI
Kamis, 09 April 2020 | 08:20 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 08 April 2020 | 19:00 WIB
KOREA SELATAN
Rabu, 08 April 2020 | 18:15 WIB
PROFIL PERPAJAKAN SERBIA
Rabu, 08 April 2020 | 17:20 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 08 April 2020 | 16:42 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 08 April 2020 | 16:22 WIB
TIPS E-BUPOT
Rabu, 08 April 2020 | 16:16 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS