Fokus
Literasi
Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 17:11 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 03 Oktober 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 5 OKTOBER - 11 OKTOBER 2022
Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:15 WIB
KMK 50/2022
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Reportase

Banjir Insentif, Industri Petrokimia Indonesia Ditarget Juara di Asean

A+
A-
0
A+
A-
0
Banjir Insentif, Industri Petrokimia Indonesia Ditarget Juara di Asean

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah menargetkan industri petrokimia Indonesia mampu menjadi nomor satu di Asean.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keberadaan industri petrokimia penting untuk mendorong pertumbuhan industri lainnya. Menurutnya, pemerintah juga telah memberikan berbagai insentif untuk mendukung industri petrokimia.

"Kami terus mendorong investasi di industri kimia, khususnya untuk memperkuat komoditas pada sektor kimia hulu dan mampu menyubstitusi produk petrokimia yang masih banyak diimpor seperti etilena, propilena, BTX, polietilena (PE), dan polipropilena (PP)," katanya, dikutip Senin (18/4/2022).

Baca Juga: Jokowi Sebut Industri Kreatif Bakal Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Agus mengatakan industri petrokimia akan berpengaruh pada berhasil atau tidaknya rencana pembangunan industri nasional. Pasalnya, industri petrokimia merupakan industri strategis di tingkat hulu yang menjadi modal dasar dan prasyarat utama untuk mengembangkan industri di tingkat hilir seperti plastik, serat kain, tekstil, kemasan, elektronika, otomotif, obat-obatan, serta industri-industri penting lainnya.

Saat ini, kapasitas industri nasional untuk produk petrokimia sudah mencapai 7,1 juta ton per tahun. Namun, impor produk kimia juga masih signifikan, yakni mencapai 4,6 juta ton pada tahun 2020.

Menurut Agus, hal itu mengindikasikan perlunya upaya peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Penambahan kapasitas produksi akan berkontribusi penting untuk menjaga pasokan di dalam negeri sebagai antisipasi meningkatnya permintaan petrokimia domestik, sekaligus menambah potensi pasar ekspor.

Baca Juga: Dorong Warga Pakai Kendaraan Listrik, Pemprov Beri Diskon Pajak 90%

Dia berharap akan semakin banyak investasi yang masuk untuk industri kimia di Indonesia mengingat potensinya besar. Kemenperin juga bakal terus melakukan upaya-upaya untuk mewujudkan iklim usaha industri yang kondusif sehingga investasi di Indonesia dapat terus tumbuh.

Beberapa langkah strategis yang dilakukan pemerintah antara lain melalui pemberian insentif harga gas bumi US$6 per MMBTU, melakukan upaya pengendalian impor dan pengamanan pasar dalam negeri, optimalisasi pemanfaatan pasar dalam negeri dan pasar ekspor, Program Peningkatan Produksi Dalam Negeri (P3DN), serta memberikan insentif fiskal. Insentif perpajakan tersebut misalnya tax allowance, tax holiday, serta supertax deduction untuk kegiatan litbang dan vokasi.

"Kami memahami pentingnya fasilitasi iklim investasi industri kimia yang lebih berdaya saing," ujar Agus. (sap)

Baca Juga: BPK Rekomendasikan Pengujian Insentif Pajak yang Telah Disetujui

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : insentif pajak, insentif perpajakan, diskon pajak, pandemi Covid-19, petrokimia, industri

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 28 September 2022 | 09:15 WIB
PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Sisa 3 Hari! Warga Masih Bisa Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

Selasa, 27 September 2022 | 15:00 WIB
INGGRIS

Menkeu Inggris Umumkan Relaksasi Pajak, Poundsterling Langsung Ambles

Selasa, 27 September 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Insentif Pajak Terealisasi Rp11,9 T Hingga September, Ini Perinciannya

Senin, 26 September 2022 | 19:27 WIB
APBN KITA

Penerimaan Pajak Sektor Pertambangan Naik 233,8%, Ini Kata Sri Mulyani

berita pilihan

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tingkatkan Kapasitas Pegawai Pajak, DJP Gandeng OECD

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:27 WIB
LAYANAN PAJAK

DJP Sebut Ada Kepastian Waktu Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Sebut Realisasi Restitusi PPN Dipercepat Tembus Rp8 Triliun

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:33 WIB
LAYANAN PAJAK

Pengajuan Pemindahbukuan Bakal Bisa Online, DJP Siapkan Layanan e-Pbk

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:30 WIB
PMK 197/2013

Omzet Melebihi Rp4,8 M Tak Ajukan Pengukuhan PKP, Ini Konsekuensinya

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA PAREPARE

Tunggak Pajak, Saldo Rp348 Juta Milik WP Dipindahbukukan ke Kas Negara

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:41 WIB
KP2KP SIAK SRI INDRAPURA

Beri Efek Kejut, Kantor Pajak Gelar Penyisiran Lapangan Selama 2 Pekan

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:30 WIB
KP2KP PELABUHAN RATU

Usaha WP Tidak Aktif, DJP: Tetap Lapor SPT Masa PPN Selama Masih PKP

Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:03 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Jokowi Titip Pesan untuk Pimpinan Parlemen Anggota G-20, Ini Isinya