Review
Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:55 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Reportase
Perpajakan.id

Awal 2021, BI Tahan Suku Bunga Acuan

A+
A-
2
A+
A-
2
Awal 2021, BI Tahan Suku Bunga Acuan

Gubernur BI Perry Warjiyo. (tangkapan layar Youtube)

JAKARTA, DDTCNews – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada level 3,75%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan otoritas juga menahan suku bunga deposit facility 3% dan suku bunga lending facility 4,5%. Menurutnya, keputusan itu konsisten dengan estimasi inflasi yang tetap rendah dan stabilitas eksternal yang terjaga. BI juga mendukung pemulihan ekonomi.

"Bank Indonesia memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait lainnya dan mendukung berbagai kebijakan lanjutan untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional," katanya melalui konferensi video, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga: Pengusaha Minta Kenaikan Tarif Cukai Minol Disetop Sementara

BI, sambung Perry, juga akan menempuh sejumlah langkah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Misalnya, melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

Kemudian, BI juga melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter akomodatif serta memperkuat kebijakan makroprudensial akomodatif. Langkah ini untuk mendorong peningkatan kredit/pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas untuk pemulihan ekonomi nasional.

Perry menyebut BI akan terus mengarahkan seluruh instrumen kebijakannya untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan tetap menjaga terkendalinya inflasi, memelihara stabilitas nilai tukar rupiah, serta mendukung stabilitas sistem keuangan.

Baca Juga: Pajak Orang Kaya Dinilai Bisa Dorong WP Sembunyikan Kekayaan

Di sisi lain, BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Fokus koordinasi kebijakan diarahkan pada mengatasi permasalahan sisi permintaan dan penawaran dalam penyaluran kredit/pembiayaan dari perbankan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas," ujarnya.

Sepanjang 2020, sambungnya, BI telah melakukan pembelian surat berharga negara (SBN) melalui skema pembagian beban atau burden sharing sebagai bentuk komitmen membantu pendanaan APBN 2020 di tengah pandemi Covid-19. Nilai pembelian mencapai Rp473,42 triliun.

Baca Juga: Pengenaan Pajak Kekayaan Diusulkan Masuk dalam RUU Baru

Di samping itu, BI juga merealisasikan pembelian SBN untuk pendanaan non-public goods sebagai dukungan UMKM senilai Rp114,81 triliun, serta non-public goods dukungan korporasi senilai Rp62,22 triliun. (kaw)

Topik : kebijakan moneter, Bank Indonesia, BI, suku bunga acuan, BI7DRR
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 26 Februari 2021 | 11:31 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 26 Februari 2021 | 11:10 WIB
PEMBIAYAAN APBN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kamis, 25 Februari 2021 | 21:46 WIB
WEBINAR PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:08 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 16:20 WIB
PER-03/PJ/2021
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:30 WIB
AUSTRALIA
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:15 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 14:00 WIB
KABUPATEN ASAHAN
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:03 WIB
PER-03/PJ/2021
Jum'at, 05 Maret 2021 | 12:30 WIB
LAPORAN KINERJA DJP 2020