Review
Jum'at, 09 April 2021 | 11:41 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 06 April 2021 | 09:23 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 04 April 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA BARAT SUPARNO:
Selasa, 30 Maret 2021 | 09:10 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Jum'at, 02 April 2021 | 10:00 WIB
KMK 20/2021
Rabu, 31 Maret 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 31 MARET - 6 APRIL 2021
Rabu, 24 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 24 MARET - 30 MARET 2021
Komunitas
Senin, 12 April 2021 | 12:59 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Minggu, 11 April 2021 | 08:01 WIB
KETUA UMUM ASPAKRINDO TEGUH KURNIAWAN HARMANDA
Sabtu, 10 April 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 09 April 2021 | 15:15 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Apa Itu Nilai Jual Kena Pajak?

A+
A-
3
A+
A-
3
Apa Itu Nilai Jual Kena Pajak?

PAJAK bumi dan bangunan (PBB) merupakan pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan baik oleh orang pribadi ataupun badan. Salah satu unsur dasar dalam pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Namun, diperolehnya NJOP tidak lantas dapat membuat besaran PBB terutang dapat diketahui. Hal ini lantaran dalam perhitungan PBB terdapat beberapa parameter lain yang harus diketahui, salah satunya Nilai Jual Kena Pajak (NJKP). Lantas, apa itu Nilai Jual Kena Pajak (NJKP)?

Definisi
KETENTUAN mengenai NJKP salah satunya tertuang dalam UU PBB. Mengacu pada Pasal 6 ayat (3) dasar perhitungan PBB adalah NJKP yang ditetapkan serendah-rendahnya 20% dan setinggi-tingginya 100% dari NJOP.

Baca Juga: Apa Itu Bea Keluar?

Adapun yang dimaksud dengan NJKP (assessment value), sesuai dengan penjelasan Pasal 6 ayat (3) UU PBB, adalah nilai jual yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan pajak, yaitu persentase tertentu dari nilai jual sebenarnya.

Berdasarkan contoh yang dipaparkan dalam penjelasan Pasal 6 ayat (3) UU PBB, apabila nilai jual suatu objek pajak Rp1 juta dan persentase NJKP yang ditetapkan untuk objek tersebut misalnya 20%, maka besarnya NJKP objek tersebut adalah 20% x Rp1 juta = Rp200.000.

Sementara itu, apabila nilai jual suatu objek pajak sebesar Rp1 juta dan persentase NJKP yang ditetapkan untuk objek tersebut misalnya 50%, maka besarnya NJKP objek tersebut adalah 50% dikali Rp1 juta= Rp500.000.

Baca Juga: Apa Itu Penyegelan dalam Pemeriksaan Pajak?

Merujuk Pasal 6 ayat (4) UU PBB besarnya persentase NJKP ditetapkan dalam peraturan pemerintah dengan memerhatikan kondisi ekonomi nasional. Adapun sejak diberlakukannya UU PBB, persentase NJKP awalnya ditetapkan sebesar 20% dan berlaku untuk seluruh objek pajak.

Namun, dalam rangka memberikan rasa keadilan besaran persentase NJKP tersebut secara bertahap dilakukan penyesuaian. Ketentuan besarnya NJKP yang masih berlaku tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.25/2002.

Beleid ini menetapkan NJKP untuk objek pajak dengan nilai jual Rp1 miliar atau lebih dan objek pajak sektor perkebunan, perhutanan dan pertambangan adalah 40% dari NJOP. Sementara itu, NJKP untuk objek pajak lain yang nilai jualnya kurang dari Rp1 miliar adalah 20% dari NJOP.

Baca Juga: Apa Itu Harmonized System?

Namun, sejak UU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) disahkan, pengelolaan PBB terbagi menjadi dua, yaitu pemerintah pusat untuk PBB-P3, dan pemerintah daerah untuk PBB-P2. Karena itu, pemungutan dan perhitungan PBB-P2 merujuk pada ketentuan UU PDRD.

Berdasarkan UU PDRD, dalam perhitungan PBB-P2 keberadaaan NJKP sudah tidak ada lagi. Hal ini berarti kini NJKP hanya digunakan untuk perhitungan PBB-P3. Perbedaan formula perhitungan PBB-P3 dan PBB-P2 dapat disimak pada artikel “Beda PBB-P2 dan PBB-P3

Simpulan
INTINYA NJKP merupakan nilai jual yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan pajak, yaitu persentase tertentu dari nilai jual sebenarnya. Hal ini berarti dalam perhitungan PBB-P3 tarif tidak langsung dikalikan dengan NJOP, melainkan dengan NJKP. (Bsi)

Baca Juga: Apa Itu Revaluasi Aktiva Tetap?

Topik : Apa Itu Nilai Jual Kena Pajak, NJKP, definisi, kamus pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 22 Februari 2021 | 18:18 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 19 Februari 2021 | 16:56 WIB
KAMUS PPh
Kamis, 18 Februari 2021 | 16:14 WIB
PEMERIKSAAN PAJAK (1)
Rabu, 17 Februari 2021 | 17:53 WIB
KAMUS PPh
berita pilihan
Senin, 12 April 2021 | 22:30 WIB
BELGIA
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
SEKOLAH KEDINASAN
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Senin, 12 April 2021 | 18:01 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Senin, 12 April 2021 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 12 April 2021 | 16:33 WIB
SURVEI PENJUALAN ECERAN
Senin, 12 April 2021 | 16:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN
Senin, 12 April 2021 | 16:19 WIB
CUKAI (9)