Fokus
Data & Alat
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Reportase

Apa Itu Biaya Promosi dalam Aspek Perpajakan?

A+
A-
10
A+
A-
10
Apa Itu Biaya Promosi dalam Aspek Perpajakan?

KEGIATAN promosi menjadi salah satu kunci keberhasilan pemasaran suatu produk terutama kala persaingan usaha kian ketat. Dengan promosi, perusahaan dapat secara aktif menyebarkan informasi, membujuk, serta meningkatkan sasaran atas produk yang dijual.

Apabila dikaitkan dengan aspek pajak, biaya promosi dapat diakui sebagai pengurang penghasilan bruto (biaya fiskal) sepanjang benar-benar dikeluarkan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan (Pasal 6 ayat (1) huruf a UU PPh).

Guna memberikan kepastian hukum dan kesamaan perlakuan bagi wajib pajak, pemerintah mengatur lebih lanjut ketentuan biaya promosi melalui Peraturan Menteri Keuangan No.02/PMK.03/2010 tentang Biaya Promosi yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto (PMK 02/2010).

Baca Juga: Ada Kartu Integritas Jika WP Tak Berikan Gratifikasi ke Petugas Pajak

Lantas, apa yang dimaksud sebagai biaya promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto berdasarkan beleid tersebut?

Definisi
BIAYA promosi adalah bagian dari biaya penjualan yang dikeluarkan oleh wajib pajak dalam rangka memperkenalkan dan/atau menganjurkan pemakaian suatu produk baik langsung maupun tidak langsung untuk mempertahankan dan/atau meningkatkan penjualan (Pasal 1 PMK 02/2010).

PMK 02/2010 memerinci empat bentuk biaya yang termasuk dalam cakupan biaya promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Pertama, biaya periklanan di media elektronik media cetak, dan/atau media lainnya. Kedua, biaya pameran produk.

Baca Juga: WP Non-Efektif Ingin Lakukan Perubahan Data? Aktifkan Dulu NPWP-nya

Ketiga, biaya pengenalan produk baru. Keempat, biaya sponsorship yang berkaitan dengan promosi produk. Lebih lanjut, Surat Edaran No. SE-09/PJ/2010 menegaskan biaya promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto itu harus memperhatikan tiga hal.

Ketiga hal tersebut meliputi: biaya promosi dikeluarkan untuk mempertahankan dan atau meningkatkan penjualan; dikeluarkan secara wajar; dan dikeluarkan menurut adat kebiasaan pedagang yang baik.

Selain itu, tidak semua biaya termasuk dalam biaya promosi yang dapat dibebankan secara fiskal. PMK 02/2010 menyatakan terdapat 2 biaya yang tidak termasuk dalam biaya promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

Baca Juga: Konfirmasi Soal Omzet, Petugas Pajak Kunjungi Pabrik Roti

Pertama, pemberian imbalan berupa uang dan/atau fasilitas, dengan nama dan dalam bentuk apapun, kepada pihak lain yang tidak berkaitan langsung dengan penyelenggaraan kegiatan promosi.

Kedua, biaya promosi untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang bukan merupakan objek pajak dan yang telah dikenai pajak bersifat final.

Sementara itu, biaya promosi yang dapat dibiayakan secara fiskal adalah biaya promosi yang dibuatkan daftar nominatif dan dilaporkan pada SPT Tahunan PPh Badan sebagai lampiran. Pengisian daftar nominatif atas biaya promosi ini harus sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga: Patuhi UU HKPD, Samarinda Bakal Atur Seluruh Jenis Pajak dalam 1 Perda

Apabila wajib pajak mencantumkan biaya promosi tetapi tidak dibuatkan daftar nominatif atau pengisian daftar nominatif tidak sesuai ketentuan maka atas biaya promosi tersebut tidak dapat dibiayakan (non-deductible expense).

Ketentuan biaya promosi dan contoh format pengisian daftar nominatif dapat disimak dalam PMK 02/2010, Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-09/PJ/2010, dan artikel "Biaya Promosi dan Entertainment yang Boleh Dibebankan" (rig)

Baca Juga: Daftar Pemenang Lomba Menulis Artikel Pajak 2022 Berhadiah Rp55 Juta

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : kamus pajak, kamus, pajak, biaya promosi, PMK 2/2010, pengurang penghasilan bruto

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022

Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS dan Mayoritas Negara Mitra

Rabu, 30 November 2022 | 09:39 WIB
KABUPATEN SUMEDANG

Wah! Bapenda Sumedang Minta Bantuan Kejaksaan Tagih Tunggakan PBB

Rabu, 30 November 2022 | 08:47 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

DJP Lanjutkan Implementasi Penyusunan Daftar Prioritas Pengawasan

Selasa, 29 November 2022 | 23:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Rasio Kepatuhan Formal Wajib Pajak Sudah 88 Persen, Ini Perinciannya

berita pilihan

Kamis, 01 Desember 2022 | 14:31 WIB
KINERJA FISKAL

Di Depan Jokowi, Menkeu Pastikan Penurunan Defisit Dilakukan Hati-Hati

Kamis, 01 Desember 2022 | 14:15 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Ada Kartu Integritas Jika WP Tak Berikan Gratifikasi ke Petugas Pajak

Kamis, 01 Desember 2022 | 13:45 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

WP Non-Efektif Ingin Lakukan Perubahan Data? Aktifkan Dulu NPWP-nya

Kamis, 01 Desember 2022 | 12:15 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK

BPS Catat Inflasi November 2022 Sebesar 5,42%, BBM Masih Punya Andil

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:33 WIB
RPP HKFN

Penerbitan Obligasi Daerah Cukup Pakai Perkada, Begini Rancangannya

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:09 WIB
EKONOMI DIGITAL

Ekonomi Digital Melesat, Banyak UMKM Perlu Masuk Marketplace dan Ritel

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Waduh, Aduan Penipuan Berkedok Petugas Bea Cukai Melonjak Drastis

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:00 WIB
KPP MADYA DENPASAR

Konfirmasi Soal Omzet, Petugas Pajak Kunjungi Pabrik Roti

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:45 WIB
KOTA SAMARINDA

Patuhi UU HKPD, Samarinda Bakal Atur Seluruh Jenis Pajak dalam 1 Perda