Fokus
Literasi
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 15:30 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

10 Hari Jelang Akhir Tahun, Sri Mulyani Pangkas Proyeksi Ekonomi

A+
A-
2
A+
A-
2
10 Hari Jelang Akhir Tahun, Sri Mulyani Pangkas Proyeksi Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (tangkapan Youtube Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 menjadi kisaran minus 2,2% hingga minus 1,7%. Sekitar 2 bulan lalu, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 diproyeksi minus 1,7% hingga 0,6%.

Sri Mulyani mengatakan koreksi tersebut mempertimbangkan masih meningkatnya kasus Covid-19 dan belum pulihkan perekonomian nasional hingga saat ini. Menurutnya, tren serupa juga terjadi di negara lain, termasuk di regional Asia Tenggara.

"Kami di Kementerian Keuangan melakukan revisi proyeksi di minus 1,7% sampai minus 2,2%," katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (21/12/2020).

Baca Juga: Tegas! Sri Mulyani Bilang Negara Merdeka Perlu Penerimaan Pajak

Sri Mulyani mengatakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan ketidakpastian global hingga saat ini. Beberapa lembaga dunia pun turut mengoreksi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020.

World Bank telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 menjadi minus 2,2%, dari sebelumnya pada kisaran minus 2% hingga minus 1,6%. Asian Development Bank (ADB) merevisi proyeksi pertumbuhan menjadi minus 2,2% dari sebelumnya minus 1%.

Sementara itu, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) lebih pesimistis dengan memproyeksikan pertumbuhan masih terkontraksi 2,4%.

Baca Juga: Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 Diluncurkan, Ini Pesan Sri Mulyani

Menurut Sri Mulyani, koreksi ke bawah itu terutama karena konsumsi rumah tangga ternyata belum sepenuhnya pulih hingga akhir tahun. Sepanjang 2020, dia memperkirakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga akan minus 2,7% hingga minus 2,4%.

Otoritas memprediksi kontraksi pada konsumsi rumah tangga akan makin mengecil atau bahkan tumbuh positif, yakni pada minus 0,3% hingga positif 0,3%. Alasannya, pemerintah telah menggelontorkan banyak dana sebagai bantalan ekonomi walaupun tetap ada beberapa belanja yang terhambat akibat pandemi.

Mengenai investasi, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhannya akan berkisar minus 4,5% hingga minus 4,4%. Dia menilai sudah investasi sudah dalam tren perbaikan. Hal ini tercermin dari data indikator penjualan kendaraan niaga dan impor barang modal.

Baca Juga: Pastikan Pajak Nonmigas 2023 Tetap Naik, Sri Mulyani Ungkap Langkahnya

Aktivitas ekspor diproyeksi akan tumbuh minus 6,2% hingga minus 5,7%. Sri Mulyani menilai ekspor mulai pulih karena didorong kenaikan permintaan berbagai komoditas utama.

Impor diestimasi masih akan terkontraksi antara minus 15% hingga minus 14,3%. Walaupun terlihat masih mengalami kontraksi dalam, menurutnya, aktivitas impor pada kuartal IV sudah membaik dibandingkan dengan performa kuartal-kuartal sebelumnya.

"Keseluruhan agregat demand kita sudah menunjukkan pembalikan atau arah menuju pemulihan yang konsisten dibandingkan dengan kuartal II," ujarnya.

Baca Juga: Tidak Ada Lagi Alokasi PEN di APBN 2023, Begini Kata Sri Mulyani

Pada kuartal IV/2020 saja, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berkisar minus 2,9% hingga minus 0,9%, lebih baik dibandingkan dengan kuartal II/2020 yang minus 5,3% dan III/2020 minus 3,49%.

Seementara pada tahun depan, dia optimistis ekonomi akan pulih dengan pertumbuhan positif 5%. Hal ini dikarenakan upaya penanganan pandemi makin terlihat dengan dimulainya vaksinasi Covid-19. (kaw)

Baca Juga: Begini Optimisme Sri Mulyani Soal Pertumbuhan Penerimaan PPh Nonmigas
Topik : perekonomian Indonesia, Sri Mulyani

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tambahan Penerimaan dari Kenaikan Tarif PPN Capai Rp21 Triliun

Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:01 WIB
PENERIMAAN PAJAK

PPh Badan Tumbuh 132,4% Hingga Juli 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Redam Inflasi, Belanja Subsidi dan Kompensasi Tembus Rp221 Triliun

berita pilihan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)

Pajak atas Hadiah Undian

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:34 WIB
HUT KE-15 DDTC

Perpajakan ID, DDTC Integrasikan Berbagai Dokumen dengan Teknologi

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:15 WIB
KOTA TANGERANG

HUT Kemerdekaan RI, Pemkot Berikan Diskon PBB 77% Hingga Akhir Bulan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:00 WIB
MALAYSIA

Perusahaan Ini Minta Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Diperpanjang

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KP2KP MARISA

Kantor Pajak Panggil ASN yang Belum Lapor SPT, Beri Peringatan Ini

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Lelang Eksekusi Pajak?

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:51 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Subsidi Bebani APBN, Luhut Sebut Harga Pertalite dan Solar akan Naik

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KABUPATEN SUKABUMI

Segara Manfaatkan! Pemutihan Pajak Cuma Sampai 31 September 2022

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:15 WIB
PER-11/PJ/2022

Catat! Pajak Masukan dalam Faktur Telat Upload Tak Dapat Dikreditkan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! Analisis PPATK Sumbang Rp7,4 Triliun ke Penerimaan Pajak