Review
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:30 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 14:35 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP HESTU YOGA SAKSAMA:
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:51 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Data & alat
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 15 JULI - 21 JULI 2020
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:55 WIB
STATISTIK KINERJA PENERIMAAN PPN
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase

WHO Deklarasikan Corona Sebagai Pandemik, Apa Artinya?

A+
A-
16
A+
A-
16
WHO Deklarasikan Corona Sebagai Pandemik, Apa Artinya?

Kantor Pusat World Health Organization (WHO) (foto: glassdoor)

JENEWA, DDTCNews - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan virus Corona atau Covid-19 sebagai pandemik menyusul ditemukannya 118.000 kasus Corona di lebih dari 110 negara dan berisiko semakin menyebar luas.

“Corona bukan hanya krisis kesehatan saja, tetapi juga menyentuh setiap sektor. Jadi setiap sektor, setiap individu harus terlibat dalam perlawanan,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesun, Kamis (12/03/2020).

Menurut WHO, definisi pandemik adalah penyakit baru yang menyebar secara global. Meski begitu, kriteria penyebaran penyakit yang dimaksud WHO itu belum jelas. Pandemik itu juga seringkali hanya untuk virus influenza baru.

Baca Juga: Peringati Hari Pajak, Ini Pesan Sri Mulyani untuk Pegawai DJP

Sementara Pusat Kontrol Penyakit dan Pencegahan (CDC) menggunakan istilah pandemik apabila virus dapat menginfeksi orang dengan mudah dan meyebar dari orang ke orang secara efisien dan berkelanjutan di pelbagai wilayah.

Definisi pandemik memang beragam. Hal itu juga diakui Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases Anthony Fauci. Menurutnya, arti pandemik akan dipahami berbeda di antara masing-masing pihak.

“Jujur saja, saya pikir [arti pandemik] itu berada di wilayah semantik,” tuturnya.

Baca Juga: Pelaku Usaha Minta Pembayaran ke Hotel Bisa Jadi Pengurang Pajak

Kata pandemik sebetulnya sempat diutarakan para pejabat WHO, tetapi kala itu virus Corona dianggap masih sebatas potensi pandemik, belum sampai menyatakan mendeklarasikan seperti Rabu kemarin, (11/03/2020).

Hal itu bukan tanpa sebab. Mendeklarasikan pandemic bukanlah sesuatu yang biasa karena bisa menyebabkan ketakutan yang berlebihan. Untuk diketahui, WHO pada Januari menyebut Corona sebagai darurat kesehatan yang menjadi perhatian internasional.

Selain itu, kata Tedros, mendeklarasikan pandemic juga tidak mengubah penilaian WHO terhadap ancaman yang disebabkan Covid-19. Bahkan, tidak akan mengubah apa yang akan dilakukan WHO, termasuk negara-negara.

Baca Juga: 'Memastikan Wajib Pajak Tetap Bertahan di Tengah Badai'

“Deklarasi pandemik tidak boleh sembrono. Karena bisa menyebabkan ketakutan berlebihan, pasrah dengan nasib hingga penderitaan atau kematian yang tidak perlu,” kata Tedros dilansir dari Time.

SARS-CoV-2—virus yang menyebabkan Covid-19—diperkirakan pertama kali berpindah dari hewan inang ke manusia di Wuhan, China. Setelah itu, merembet ke kota-kota lainnya di China, termasuk para pelancong yang berkunjung ke China.

Dalam perjalanannya, jumlah orang yang terinfeksi meningkat. Jumlah kasus yang menyebar dari orang ke orang dalam komunitas di seluruh dunia secara cepat. Kasus terparah di luar China terjadi di Korea Selatan, Italia dan Iran.

Baca Juga: Ada Tawaran Insentif Pajak, Investasi Asing Tetap Turun 73%

WHO lantas mendeklarasikan Corona sebagai penyakit pandemik dengan tujuan negara-negara di dunia bersiap menghadapi kemungkinan penularan secara lebih luas dengan melakukan berbagai upaya pencegahan dan lain sebagainya.

Deklarasi pandemik WHO terakhir kali terjadi saat wabah flu babi pada 2009. Meski begitu, keputusan WHO itu mendapat kritik dari sejumlah pihak lantaran situasinya tidak cukup serius. (rig)

Baca Juga: Dirjen Pajak Ibaratkan Ada Perfect Storm 2020, Apa Itu?
Topik : virus corona, pandemik, who, penyakit menular
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:47 WIB
RAPBN 2021
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:47 WIB
LKPP 2019
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:30 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 15 JULI - 21 JULI 2020
Rabu, 15 Juli 2020 | 08:02 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 14 Juli 2020 | 19:19 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 14 Juli 2020 | 17:13 WIB
TPA MODUL RAS
Selasa, 14 Juli 2020 | 17:06 WIB
KABUPATEN MIMIKA
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:55 WIB
STATISTIK KINERJA PENERIMAAN PPN
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:45 WIB
KAWASAN EKONOMI KHUSUS