Fokus
Literasi
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

Terlanjur Bayar PBB DKI? Bisa Ajukan Kompensasi Lewat Pajak Online

A+
A-
33
A+
A-
33
Terlanjur Bayar PBB DKI? Bisa Ajukan Kompensasi Lewat Pajak Online

Suasana pemukiman warga di kawasan Mangga Besar, Jakarta, Jumat (20/8/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

JAKARTA, DDTCNews - Masyarakat DKI Jakarta yang terlanjur membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) 2021 sebelum masa pemberian insentif diskon perlu mengajukan kompensasi melalui pajakonline.jakarta.go.id.

Pengajuan kompensasi untuk tahun pajak 2022 hanya bisa diajukan melalui situs tersebut paling lambat 60 hari sejak Pergub 60/2021 diundangkan. Mengingat beleid tersebut diundang pada 16 Agustus 2021, batas akhir pengajuan kompensasi adalah 16 Oktober 2021.

"Kompensasi ... diberikan untuk tahun pajak 2022 sebesar 20%," bunyi Pasal 18 ayat (2) Pergub 60/2021, dikutip Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Cetak Sejarah, Penerimaan Perpajakan 2023 Tembus Rp2.000 Triliun

Sebelum mengajukan permohonan kompensasi sebesar 20% atas PBB tahun pajak 2022 secara online, masyarakat DKI Jakarta perlu terlebih dahulu mengunduh formulir surat permohonan kompensasi yang tersedia pada laman Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta.

Pada laman pajakonline.jakarta.go.id, wajib pajak harus masuk ke situs dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu. Setelah berhasil login, wajib pajak perlu memilih menu 'Pelayanan' dan selanjutnya pilih 'Tambah Permohonan Pelayanan'.

Selanjutnya, pilih PBB menu 'Jenis Pajak' dan pilih 'Kompensasi Pergub 60 Tahun 2021' pada menu 'Jenis Sub Pelayanan'.
Selanjutnya, wajib pajak perlu mengunggah data pendukung yang diperlukan antara lain formulir permohonan kompensasi, KTP, dan surat kuasa jika pembayaran PBB dikuasakan.

Baca Juga: Penerimaan 2023 Ditargetkan Rp2.443 T, Jokowi Singgung Reformasi Pajak

Setelah selesai mengunggah dokumen yang dipersyaratkan, wajib pajak tinggal klik pilihan 'Saya setuju dengan pernyataan di atas' dan klik 'Simpan'. (sap)

Topik : diskon pajak, pemutihan pajak, insentif pajak, diskon PBB, sanksi pajak, pemutihan PBB, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Teja Sanjaya

Kamis, 09 September 2021 | 15:20 WIB
saya d tanjubg priok ajuin 30 agustus 21 31 agustus langsung di balas chat. suru perbaiki. tp status request saya masi di review. aku ga bisa edit. juga ga bisa nambah. udah d chat apa yang harus d lakuin sama sekali ga di balas. sampe hari ini 9 sept. status udah berubah dan bisa di edit... 1 ming ... Baca lebih lanjut

Teja Sanjaya

Kamis, 09 September 2021 | 15:20 WIB
saya d tanjubg priok ajuin 30 agustus 21 31 agustus langsung di balas chat. suru perbaiki. tp status request saya masi di review. aku ga bisa edit. juga ga bisa nambah. udah d chat apa yang harus d lakuin sama sekali ga di balas. sampe hari ini 9 sept. status udah berubah dan bisa di edit... 1 ming ... Baca lebih lanjut

Heryanto

Rabu, 08 September 2021 | 21:54 WIB
Saya tdk bs submit data kompensasi pbb dengan error "data nop di bayar setelah pergub di undangkan". Saya bayat tgl 16.08.2021 jam 10.00, waktu pembayaran tdk ada diskon dan pergub 60 juga blm di beritakan media. Saya komplain ke uppd grogol petamburan katanya akan di follow up ke bagian IT. setelah ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:30 WIB
PELAYANAN KEPABEANAN

Terapkan CEISA 4.0 Secara Penuh di 77 Kantor, Begini Evaluasi DJBC

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Siap-Siap! Transaksi SUN Khusus PPS Dibuka Lagi pada 22 Agustus 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 | 07:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Dukung Energi Terbarukan, Pemerintah Godok Fasilitas Kepabeanan

Minggu, 14 Agustus 2022 | 06:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Probabilitas Indonesia Kena Resesi Kecil

berita pilihan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KPP PRATAMA TANJUNG BALAI KARIMUN

Utang Pajak Dilunasi, Rekening Milik WP Ini Kembali Dibuka Blokirnya

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:03 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Windfall Komoditas Bakal Berakhir, Pajak Hanya Tumbuh 6,7% Tahun Depan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Cetak Sejarah, Penerimaan Perpajakan 2023 Tembus Rp2.000 Triliun

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA CILACAP

Utang Pajak Rp1,24 Miliar Belum Dilunasi, Rekening WP Disita Fiskus

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Perbedaan Interpretasi dalam Menetapkan Besaran Sanksi Bunga

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:00 WIB
BELANJA PERPAJAKAN

Belanja Perpajakan 2021 Capai Rp309 Triliun, Tumbuh 23 Persen

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:15 WIB
RAPBN 2023

Defisit 2023 Dipatok 2,85% PDB, Jokowi Ungkap Strategi Pembiayaannya

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:30 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Penerimaan 2023 Ditargetkan Rp2.443 T, Jokowi Singgung Reformasi Pajak

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:17 WIB
RAPBN 2023

Jokowi Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 di Level 5,3%

Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:55 WIB
RAPBN 2023

Jokowi Sampaikan RAPBN 2023 kepada DPR, Begini Perinciannya