Berita
Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:01 WIB
APEC 2021
Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:01 WIB
KOTA MATARAM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PPnBM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:01 WIB
INSENTIF KEPABEANAN
Fokus
Literasi
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Komunitas
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:30 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 20:58 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 15:16 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 13:49 WIB
INSTITUT STIAMI
Reportase
Perpajakan.id

Terima Anggaran Rp137 Triliun, Prabowo Diminta Bantu Pulihkan Ekonomi

A+
A-
0
A+
A-
0
Terima Anggaran Rp137 Triliun, Prabowo Diminta Bantu Pulihkan Ekonomi

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional dari tekanan Covid-19.

Sri Mulyani mengatakan pertahanan dan keamanan memiliki peranan penting dalam mendukung pemulihan perekonomian. Apalagi, dia sudah memberikan anggaran hingga Rp136,99 triliun melalui APBN 2021.

"Dari alokasi anggaran belanja 2021, Kemenhan diharapkan akan mampu untuk terus melakukan modernisasi dan perawatan alutsista, serta menjaga stabilitas pertahanan untuk mendukung pemulihan ekonomi kita," katanya dalam rapat pimpinan Kemenhan, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga: Bertambah Lagi, Anggaran PEN 2021 Kini Hampir Rp700 Triliun

Sri Mulyani mengatakan sistem pertahanan dan keamanan harus bisa mendukung pemulihan dan stabilitas ekonomi Indonesia. Pasalnya, tantangan pertahanan nasional juga semakin dinamis.

Dari internal, pertahanan dan keamanan nasional menghadapi ancaman seperti terorisme, narkotika, separatisme, dan konflik komunal. Sementara dari sisi eksternal, ada risiko konflik di perbatasan negara, spionase, cyber war, proxy war, serta isu senjata pemusnah massal yang kini menjadi ancaman semua negara.

Selain dua hal tersebut, negara juga harus menghadapi ancaman keamanan yang bersifat nontraditional, misalnya perubahan iklim, bencana alam, pandemi atau epidemi, serta krisis pangan.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Insentif PPnBM Mobil DTP, Ini Kata Fitch Ratings

"Ini yang menjadi tantangan kita, yang harus kita waspadai dan kita pelajari untuk bisa kita kelola penangannya," ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan Kementerian Keuangan akan terus mendukung Kemenhan dalam memenuhi kebutuhan anggarannya. Dia menyebut Kemenhan sebagai suatu institusi penting di Indonesia karena bertugas menjaga pertahanan dan keamanan nasional.

Pada APBN 2021, Kemenhan memperoleh anggaran Rp136,99 triliun. Anggaran itu terdiri atas Rp4,45 untuk program penggunaan kekuatan, Rp11,42 triliun untuk program profesionalisme dan kesejahteraan prajurit, dan Rp35,43 miliar untuk program kebijakan dan regulasi pertahanan.

Baca Juga: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 3,5%

Selain itu, masih ada Rp42,65 triliun untuk program modernisasi alutsista, nonalutsista, dan sarana prasarana pertahanan, Rp1,6 triliun untuk program pembinaan sumber daya pertahanan, Rp543,89 miliar untuk program riset, industri, dan pendidikan tinggi pertahanan, serta Rp76,28 triliun untuk program dukungan manajemen. (Bsi)

Topik : prabowo, anggaran kementerian pertahanan, pemulihan ekonomi
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 05 Januari 2021 | 10:38 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Selasa, 05 Januari 2021 | 10:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 05 Januari 2021 | 09:35 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kamis, 31 Desember 2020 | 06:01 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
berita pilihan
Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:01 WIB
APEC 2021
Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:01 WIB
KOTA MATARAM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PPnBM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:01 WIB
INSENTIF KEPABEANAN
Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 27 Februari 2021 | 09:01 WIB
KOTA PADANG
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:30 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 27 Februari 2021 | 07:01 WIB
SIDANG WTO
Sabtu, 27 Februari 2021 | 06:01 WIB
PMK 20/2021