Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Tambal Defisit APBN 2019, Pemerintah Tarik Utang Lebih Awal

1
1

JAKARTA, DDTCNews - Momentum kondusifnya pasar keuangan dimanfaatkan pemerintah untuk menarik utang lebih awal (pre-funding) untuk tambal defisit APBN 2019. Tercatat, pembiayaan dengan denominasi dolar AS itu sebesar US$3 miliar dan akan dirilis pada Desember ini.

Pembiayaan tersebut akan dibagi ke dalam tiga seri surat utang. Rencananya, penerbitan tiga seri surat utang akan dilakukan pada 11 Desember 2018.

"Pemerintah mengakses pasar US Dollar dengan cepat dan oportunistik untuk melakukan pre-funding kebutuhan pembiayaan di tahun 2019," tulis keterangan tertulis Kemenkeu, Selasa (4/12/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani: Efektivitas Belanja Pemda Perlu Ditingkatkan

Ketiga seri surat utang tersebut terdiri dari Seri RI0224, Seri RI0229 dan Seri RI0249. Adapun rinciannya untuk Seri RI0224 sebesar US$750 juta untuk tenor 5 tahun dengan tingkat kupon 4,45%, yield (imbal hasil) 4,48%, dan price (harga) 99,852%. 

Kedua, Seri RI0229 sebesar Rp1,25 miliar untuk tenor 10 tahun dengan tingkat kupon 4,75%, yield 4,78%, dan price 99,748%. Ketiga, Seri RI0249 sebesar US$1 miliar dengan tenor 30 tahun dengan tingkat kupon 5,35%, yield 5,38% dan price 99,539%.

"Penerbitan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk meningkatkan likuiditas SUN (surat utang negara) dalam denominasi US Dollar,” terangnya.

Baca Juga: Ini Usulan Target Tax Ratio 2020 dari Pemerintah

Sebagai informasi untuk tahun fiskal 2019, pemerintah mencanangkan defisit anggaran sebesar 1,84% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini turun 7,25% dari outlook 2018 sebesar Rp387,4 triliun.

Sementara itu, dalam APBN 2019, pembiayaan utang netto ditetapkan sebesar Rp359,25 triliun, menurun dibandingkan angka dalam APBN 2018 sebesar Rp399,18 triliun. Pembiayaan tersebut direncanakan akan dipenuhi dari utang dalam denominasi valuta asing (valas) dan dalam denominasi rupiah, baik berupa Surat Berharga Negara (SBN) maupun pinjaman. (Amu)

Baca Juga: Upayakan Akselerasi Ekonomi, Ini 2 Fokus Pemerintah

"Pemerintah mengakses pasar US Dollar dengan cepat dan oportunistik untuk melakukan pre-funding kebutuhan pembiayaan di tahun 2019," tulis keterangan tertulis Kemenkeu, Selasa (4/12/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani: Efektivitas Belanja Pemda Perlu Ditingkatkan

Ketiga seri surat utang tersebut terdiri dari Seri RI0224, Seri RI0229 dan Seri RI0249. Adapun rinciannya untuk Seri RI0224 sebesar US$750 juta untuk tenor 5 tahun dengan tingkat kupon 4,45%, yield (imbal hasil) 4,48%, dan price (harga) 99,852%. 

Kedua, Seri RI0229 sebesar Rp1,25 miliar untuk tenor 10 tahun dengan tingkat kupon 4,75%, yield 4,78%, dan price 99,748%. Ketiga, Seri RI0249 sebesar US$1 miliar dengan tenor 30 tahun dengan tingkat kupon 5,35%, yield 5,38% dan price 99,539%.

"Penerbitan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk meningkatkan likuiditas SUN (surat utang negara) dalam denominasi US Dollar,” terangnya.

Baca Juga: Ini Usulan Target Tax Ratio 2020 dari Pemerintah

Sebagai informasi untuk tahun fiskal 2019, pemerintah mencanangkan defisit anggaran sebesar 1,84% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini turun 7,25% dari outlook 2018 sebesar Rp387,4 triliun.

Sementara itu, dalam APBN 2019, pembiayaan utang netto ditetapkan sebesar Rp359,25 triliun, menurun dibandingkan angka dalam APBN 2018 sebesar Rp399,18 triliun. Pembiayaan tersebut direncanakan akan dipenuhi dari utang dalam denominasi valuta asing (valas) dan dalam denominasi rupiah, baik berupa Surat Berharga Negara (SBN) maupun pinjaman. (Amu)

Baca Juga: Upayakan Akselerasi Ekonomi, Ini 2 Fokus Pemerintah
Topik : sri mulyani, defisit anggaran, apbn 2019
artikel terkait
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
berita pilihan
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 13 September 2016 | 14:15 WIB
KINERJA BUMN
Senin, 03 Juli 2017 | 10:30 WIB
STRATEGI MAKRO
Minggu, 31 Juli 2016 | 12:19 WIB
FASILITAS IMPOR
Selasa, 18 April 2017 | 17:49 WIB
KETENTUAN PP 18 TAHUN 2015
Senin, 08 Mei 2017 | 16:57 WIB
KEUANGAN PUBLIK
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:29 WIB
DESENTRALISASI FISKAL
Selasa, 13 September 2016 | 13:01 WIB
SHORTFALL PAJAK