Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Taksonomi Pajak atas Konsumsi

A+
A-
1
A+
A-
1
Taksonomi Pajak atas Konsumsi

TENTU kita sudah tidak asing lagi dengan istilah pajak pertambahan nilai (PPN). PPN merupakan salah satu jenis pajak atas konsumsi yang diterapkan di Indonesia. Adapun istilah PPN pertama kali diperkenalkan di Indonesia melalui penerbitan UU No. 8 Tahun 1983.

Di beberapa negara, istilah PPN ini disebut juga dengan goods and service tax (GST). Walaupun berbeda istilah, pada dasarnya tidak ada perbedaan konsep antara PPN dan GST. Oleh sebab itu, keduanya merujuk pada jenis pajak yang sama. Simak juga artikel ‘Apakah PPN dengan GST Berbeda?’

Selain PPN/GST, terdapat jenis pajak berbasis konsumsi lain, seperti pajak atas penjualan (sales tax) dan cukai (excise). Walaupun berbeda secara karakteristik, pada hakikatnya, kedua jenis pajak tersebut merupakan bagian dari pajak atas konsumsi.

Baca Juga: Tempat-Tempat yang Tidak Dapat Menjadi Pemusatan PPN

Lantas, seperti apa klasifikasi atau taksonomi dari pajak konsumsi tersebut?

Untuk memahami lebih jauh, kita dapat melihat klasifikasi atau taksonomi pajak atas konsumsi berdasarkan laporan OECD berjudul Consumption Tax Trends 2020: VAT/GST and Excise Rates, Trend and Policy Issues.

Merujuk pada klasifikasi pajak atas konsumsi OECD, terdapat 2 kategori pajak atas konsumsi, yaitu pajak atas konsumsi yang bersifat umum (taxes on general consumption) dan pajak atas konsumsi yang bersifat spesifik (taxes on specific consumption).

Baca Juga: UU HKPD Diharapkan Jadi Solusi Tumpang Tindih Objek Pajak Restoran

Kategori pajak atas konsumsi yang bersifat umum ini diklasifikasi lagi ke dalam 3 jenis pajak, yaitu PPN (VAT), pajak penjualan (sales tax), dan pajak atas barang dan jasa yang bersifat umum lainnya (other general taxes on goods and services).

Adapun jenis pajak atas konsumsi yang bersifat spesifik terdiri atas cukai (excise), bea masuk impor (import duties), dan pajak atas barang dan jasa yang bersifat spesifik lainnya (other specifictaxes on goods and services).

Berdasarkan pada klasifikasi tersebut, dapat diketahui, PPN dan pajak penjualan pada dasarnya merupakan pajak yang dikenakan atas seluruh konsumsi barang atau jasa kena pajak yang bersifat umum.

Baca Juga: Penyesuaian PPN di UU HPP Dinilai Lebih Rasional, Begini Penjelasannya

Terkait dengan pajak atas konsumsi yang bersifat umum, pada dasarnya, tidak ada perbedaan antara konsumsi atas barang maupun jasa. Kata general atau umum inilah yang membedakannya dengan jenis pajak konsumsi lain yang hanya dikenakan atas barang dan jasa yang bersifat spesifik seperti excise (di Indonesia disebut sebagai cukai) dan bea masuk (Darussalam, Septriadi, dan Dhora, 2018).

Hal ini juga menunjukkan OECD tidak melihat PPN dan GST sebagai jenis pajak yang berbeda. Keduanya dianggap sebagai jenis pajak atas barang dan jasa yang bersifat umum.

Selain itu, dalam praktiknya, pajak konsumsi seperti PPN, pajak penjualan, dan cukai juga sering dikategorikan sebagai pajak tidak langsung (indirect tax) karena umumnya tidak dipungut langsung pada orang yang seharusnya menanggung beban pajak tersebut. Jenis pajak konsumsi ini lebih dikenakan pada transaksi, produk atau peristiwa tertentu (OECD Glossary).

Baca Juga: Tarif PPN Minuman Keras Naik Jadi 20%, Hotel-Restoran Kompak Menolak

Perlu dipahami pula bahwa pajak atas konsumsi ini juga tidak dikenakan pada pendapatan atau kekayaan tetapi pengeluaran yang dibiayai oleh pendapatan dan kekayaan tersebut.

Oleh sebab itu, pemerintah di berbagai negara pada umumnya memungut pajak atas konsumsi dari produsen dan distributor di berbagai titik dalam rantai bisnis. Namun, beban pajaknya tetap jatuh pada konsumen. Hal itu dengan asumsi pajak akan dibebankan kepada konsumen dalam harga yang dikenakan oleh pemasok. (kaw)

Baca Juga: Restitusi PPN Dipercepat, Kinerja Penerimaan Pajak China Terdampak
Topik : kelas pajak, PPN, kelas PPN, pajak konsumsi, VAT, GST

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 14:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Penghapusan NPWP Orang Pribadi yang Meninggal Dunia, Begini Caranya

Senin, 23 Mei 2022 | 14:07 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Upload Faktur Pajak Kena Reject dan Muncul ETAX-API-1001? Coba Ini

Senin, 23 Mei 2022 | 14:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Progres PPS Melandai, DJP Yakin Peserta Ramai pada 1 Bulan Terakhir

Senin, 23 Mei 2022 | 13:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Tempat-Tempat yang Tidak Dapat Menjadi Pemusatan PPN

Senin, 23 Mei 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Kumpulkan WP Prominen, DJP Kembali Ingatkan Segera Ikut PPS

Senin, 23 Mei 2022 | 11:05 WIB
DATA PPS HARI INI

Progres PPS Melambat, Harta WP yang Diungkap Tercatat Rp94,5 Triliun

Senin, 23 Mei 2022 | 11:00 WIB
KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Waduh! Ratusan Kendaraan Dinas Daerah Ini Ketahuan Tunggak Pajak