Review
Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:55 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:54 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Reportase
Perpajakan.id

Soal RUU Pelaporan Keuangan, Begini Respons Kadin

A+
A-
1
A+
A-
1
Soal RUU Pelaporan Keuangan, Begini Respons Kadin

Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perpajakan Kadin Indonesia Herman Juwono.

JAKARTA, DDTCNews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut positif disusunnya Rancangan Undang-Undang Pelaporan Keuangan (RUU PK) oleh pemerintah.

Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perpajakan Kadin Indonesia Herman Juwono RUU PK merupakan terobosan baru dari pemerintah yang bila dieksekusi dengan baik mampu meningkatkan keterbukaan publik dan meminimalisasi praktik kecurangan dalam pelaporan keuangan.

"RUU PK ini terus terang saja disambut positif oleh mereka yang berpikiran positif. Bagi pihak-pihak yang berpikiran negatif, RUU ini menjadi momok," ujar Herman, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga: Asyik, Pemerintah Bakal Bantu UMK Bikin Laporan Keuangan, Gratis!

Menurut Herman, RUU ini tidak hanya berpotensi memperbaiki kepatuhan pajak dan tax ratio. Herman mengatakan RUU PK juga berpotensi mendukung terciptanya statistik perekonomian yang lebih baik dan reliable untuk pengambilan kebijakan ke depan.

RUU ini juga berpotensi semakin memudahkan akuntan publik dan auditor karena dengan RUU PK maka akuntan publik dan auditor hanya perlu memeriksa satu laporan keuangan saja.

Hanya saja, terdapat beberapa catatan yang diberikan oleh Kadin atas klausul sanksi pidana pada RUU ini. Menurut Herman, RUU PK sebaiknya tidak mengandung pasal pidana untuk menjaga kondusifitas dunia usaha.

Baca Juga: Mulai Audit Laporan Keuangan Kemhan dan TNI, BPK Minta Ini

Sanksi pidana RUU PK tertuang pada Pasal 29. Pada pasal itu, terdapat ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan denda pidana hingga Rp10 miliar bagi direksi, pengurus, pemilik, hingga manajemen pelapor yang sengaja memberikan laporan tidak benar ke sistem pelaporan keuangan.

"Kalau pasal pidana ini pengusaha tidak menghendaki itu. Jangan sampai pasal ini digunakan untuk menakut-nakuti pengusaha. Silahkan ada ketentuan perdata tapi jangan pidana," ujar Herman.

Dalam hal perpajakan, Herman berpandangan RUU PK juga memiliki potensi untuk menyederhanakan administrasi pelaporan surat pemberitahuan (SPT) Tahunan.

Baca Juga: Pemprov DKI Tetap Diminta Perbaiki Kualitas Laporan Keuangan

Herman juga menyarankan perbedaan antara standar akuntansi keuangan dan standar akuntansi perpajakan juga perlu diperkecil perbedaannya untuk meminimalisasi multitafsir. Selain itu, Herman juga meminta kepada fiskus untuk tidak meningkatkan pemeriksaan bila RUU PK disahkan. (Bsi)

Topik : RUU Pelaporan Keuangan, laporan keuangan, respons Kadin
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 14 Juli 2020 | 17:13 WIB
TPA MODUL RAS
Rabu, 08 Juli 2020 | 14:42 WIB
SE-38/PJ/2020
Rabu, 01 Juli 2020 | 18:03 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 18 Maret 2020 | 17:05 WIB
EFEK VIRUS CORONA
berita pilihan
Sabtu, 06 Maret 2021 | 15:01 WIB
UNI EROPA
Sabtu, 06 Maret 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN BADUNG
Sabtu, 06 Maret 2021 | 13:01 WIB
SELEKSI CPNS
Sabtu, 06 Maret 2021 | 12:01 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Sabtu, 06 Maret 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 06 Maret 2021 | 09:01 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Sabtu, 06 Maret 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 06 Maret 2021 | 07:30 WIB
INSENTIF PPnBM
Sabtu, 06 Maret 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK