Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Punya NPWP tapi Belum Berpenghasilan, Perlu Lapor SPT? Ini Kata DJP

A+
A-
85
A+
A-
85
Punya NPWP tapi Belum Berpenghasilan, Perlu Lapor SPT? Ini Kata DJP

Ilustrasi gedung DJP.

JAKARTA, DDTCNews – Apakah Anda sudah memiliki terlanjur memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) tapi belum bekerja sehingga belum mendapatkan penghasilan sama sekali? Lantas, perlukah Anda melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan?

Ditjen Pajak (DJP) melalui akun resmi Twitternya @DitjenPajakRI mengatakan kewajiban lapor SPT tahunan itu melekat bagi setiap orang yang sudah memiliki NPWP. Namun, jika belum memiliki penghasilan, orang tersebut bisa mengajukan status wajib pajak non efektif (NE).

“Kewajiban Lapor SPT Tahunan itu wajib bagi #KawanPajak yang sudah memiliki NPWP. Jika sudah mempunyai NPWP tetapi belum punya penghasilan, silakan mengajukan Non Efektif (NE). Formulir bisa diunduh di tautan berikut,” demikian cuitan DJP di Twitter.

Baca Juga: Kata Sri Mulyani, Virus Corona Pengaruhi Setoran Pajak di 2 Sektor Ini

Mengutip informasi dari laman resmi DJP, wajib pajak dapat ditetapkan sebagai wajib pajak NE apabila memenuhi kriteria yang ditetapkan. Pertama, wajib pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas tetapi secara nyata tidak lagi menjalankan kegiatan usaha atau tidak lagi melakukan pekerjaan bebas.

Kedua, wajib pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dan penghasilannya di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Ketiga, wajib pajak orang pribadi yang bertempat tinggal atau berada di luar negeri lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan dan tidak bermaksud meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya.

Keempat, wajib pajak yang mengajukan permohonan penghapusan dan belum diterbitkan keputusan. Kelima, wajib pajak yang tidak lagi memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif tetapi belum dilakukan penghapusan NPWP.

Baca Juga: Penting Diketahui! Jenis-jenis Kantor Pelayanan Pajak di Indonesia

Bagaimana prosedur permohonannya? Prosedur permohonan pengajuan menjadi wajib pajak NE bisa dilakukan secara online dan manual. Anda bisa melihat tahapan prosedur tersebut di artikel Kamus Pajak ‘Ini Pengertian Wajib Pajak Non Efektif’.

Lantas, apakah status wajib pajak NE bisa diubah kembali menjadi aktif? Tentu bisa. Pengaktifan kembali wajib pajak NE dapat dilakukan berdasarkan permohonan wajib pajak dan secara jabatan, dan hanya dapat dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Pengaktifan kembali wajib pajak NE dilakukan apabila wajib pajak yang telah ditetapkan sebagai wajib pajak NE tidak lagi memenuhi kriteria sebagai wajib pajak NE. (kaw)

Baca Juga: Ini Rincian Realisasi Penerimaan per Jenis Pajak, PPh Badan Anjlok

“Kewajiban Lapor SPT Tahunan itu wajib bagi #KawanPajak yang sudah memiliki NPWP. Jika sudah mempunyai NPWP tetapi belum punya penghasilan, silakan mengajukan Non Efektif (NE). Formulir bisa diunduh di tautan berikut,” demikian cuitan DJP di Twitter.

Baca Juga: Kata Sri Mulyani, Virus Corona Pengaruhi Setoran Pajak di 2 Sektor Ini

Mengutip informasi dari laman resmi DJP, wajib pajak dapat ditetapkan sebagai wajib pajak NE apabila memenuhi kriteria yang ditetapkan. Pertama, wajib pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas tetapi secara nyata tidak lagi menjalankan kegiatan usaha atau tidak lagi melakukan pekerjaan bebas.

Kedua, wajib pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dan penghasilannya di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Ketiga, wajib pajak orang pribadi yang bertempat tinggal atau berada di luar negeri lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan dan tidak bermaksud meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya.

Keempat, wajib pajak yang mengajukan permohonan penghapusan dan belum diterbitkan keputusan. Kelima, wajib pajak yang tidak lagi memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif tetapi belum dilakukan penghapusan NPWP.

Baca Juga: Penting Diketahui! Jenis-jenis Kantor Pelayanan Pajak di Indonesia

Bagaimana prosedur permohonannya? Prosedur permohonan pengajuan menjadi wajib pajak NE bisa dilakukan secara online dan manual. Anda bisa melihat tahapan prosedur tersebut di artikel Kamus Pajak ‘Ini Pengertian Wajib Pajak Non Efektif’.

Lantas, apakah status wajib pajak NE bisa diubah kembali menjadi aktif? Tentu bisa. Pengaktifan kembali wajib pajak NE dapat dilakukan berdasarkan permohonan wajib pajak dan secara jabatan, dan hanya dapat dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Pengaktifan kembali wajib pajak NE dilakukan apabila wajib pajak yang telah ditetapkan sebagai wajib pajak NE tidak lagi memenuhi kriteria sebagai wajib pajak NE. (kaw)

Baca Juga: Ini Rincian Realisasi Penerimaan per Jenis Pajak, PPh Badan Anjlok
Topik : NPWP, SPT, kepatuhan pajak, Ditjen Pajak, DJP
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 07 Februari 2020 | 11:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 07 Februari 2020 | 17:42 WIB
DDTC NEWSLETTER
Minggu, 26 Januari 2020 | 12:49 WIB
PAJAK SARANG BURUNG WALET
Senin, 10 Februari 2020 | 09:35 WIB
DIDI KEMPOT:
berita pilihan
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:36 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:11 WIB
KOTA BOGOR
Kamis, 20 Februari 2020 | 18:03 WIB
ALOKASI DANA TRANSFER
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:50 WIB
PROFIL PAJAK KOTA SURABAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:15 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:26 WIB
SELEKSI CALON PROFESIONAL DDTC
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:18 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:07 WIB
INDEKS KERAHASIAAN FINANSIAL GLOBAL
Kamis, 20 Februari 2020 | 15:57 WIB
PROYEKSI EKONOMI