Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Petugas Pajak Periksa Oppo dan Xiaomi, Asosiasi Pengusaha: Tidak Wajar

A+
A-
5
A+
A-
5
Petugas Pajak Periksa Oppo dan Xiaomi, Asosiasi Pengusaha: Tidak Wajar

Ilustrasi.

NEW DELHI, DDTCNews - Dua asosiasi usaha China di India, Chinese Chamber of Commerce in India dan India China Mobile Phone Enterprise Association, meminta otoritas pajak India untuk tidak diskriminatif terhadap perusahaan dari China.

Kedua asosiasi tersebut menuding pola pemeriksaan pajak yang dilakukan oleh otoritas pajak telah melakukan pemeriksaan pajak tidak wajar dan bersifat diskriminatif. Mereka khawatir keyakinan pelaku usaha terhadap iklim bisnis di India bakal tergerus.

"Keyakinan atas iklim usaha di India bisa tergerus. Praktik-praktik otoritas pajak tidak menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi dan kerja sama perdagangan," tulis kedua asosiasi tersebut seperti dilansir globaltimes.cn, dikutip pada Minggu (2/1/2022).

Baca Juga: Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Baru-baru ini, otoritas pajak India melakukan pemeriksaan atas perusahaan-perusahaan smartphone dari China yang beroperasi di India. Perusahaan yang diperiksa tersebut antara lain Oppo, Xiaomi, dan OnePlus.

Akibat pemeriksaan yang dilakukan secara mendadak ini, kedua asosiasi merasa kegiatan produksi dan operasi bisnisnya terganggu. Kedutaan Besar China di India pun turut merespons atas kegiatan pemeriksaan tersebut.

Kedutaan Besar China menyatakan Pemerintah China selalu mendorong perusahaan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku di lokasi tempat perusahaan beroperasi. Saat ini, terdapat 200 industri dan 500 perusahaan perdagangan China yang beroperasi di India.

Baca Juga: Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Total investasi langsung dari China ke India sudah mencapai US$3 miliar dan telah menciptakan 500.000 lapangan kerja bagi pekerja lokal. Untuk itu, kerja sama ekonomi antara kedua negara telah memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. (rig)

Topik : india, china, oppo, xiaomi, pemeriksaan pajak, penghindaran pajak, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:00 WIB
ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Makin Simpel! NIK sebagai NPWP Jadi Tonggak Awal 'Single Sign On'

Sabtu, 21 Mei 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Warning Bea Cukai Soal Belanja Online dan Harta PPS Tak Diperiksa Lagi

Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:00 WIB
KOTA PEKANBARU

Sudah Ada Pemutihan, Piutang PBB-P2 Belum Tertagih Tembus Rp548,9 M

berita pilihan

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Fokus Lakukan Konsolidasi Fiskal, Ternyata Ini Alasannya

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Minggu, 22 Mei 2022 | 17:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP DI YOGYAKARTA

Rekening, Tanah Hingga Perhiasan Bos Sembako Ini Disita Petugas Pajak

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Jaminan untuk Penundaan Pembayaran Cukai

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Presiden Baru Korea Selatan Bakal Rasionalisasi Tarif Pajak Korporasi

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Perusahaan AS yang Bayar Pajak ke Rusia Bakal Dapat Disinsentif

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:30 WIB
KPP MADYA SURAKARTA

Tak Kunjung Lunasi Utang Pajak, 7 Mobil Akhirnya Disita Sekaligus