Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Pertumbuhan Meningkat, Ketimpangan Kian Dalam

A+
A-
0
A+
A-
0

SOLO, DDTCNews—Meskipun terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan, tetapi ketimpangan yang terjadi antara sesama masyarakat semakin dalam lantaran luas lahan ekonomi hanya dikuasai oleh sebagian pihak saja.

Ekonom Universitas Gadjah Mada Mudrajad Kuncoro mengatakan lahan ekonomi yang luas itu dikuasai oleh para pemilik modal (kelompok kapital). Sementara itu, sisa lahan sempit ekonomi yang lain diperebutkan kelompok mayoritas (rakyat biasa).

“Jadi, meskipun tren ekonomi kita meningkat, ketimpangan juga terjadi semakin dalam,” ujarnya dalam seminar ekonomi pra Tanwir Muhammadiyah bertema ‘Beragama dan Penegakan Keadilan Ekonomi yang Mencerahkan’, Rabu (6/2/2019), di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Baca Juga: Kurangi Ketimpangan, Bos IMF Bilang Pajak Orang Kaya Bisa Dinaikkan

Selain Mudrajad, tampil dalam seminar itu Direktur Institute for Development Economics and Finance Enny Sri Hartati, Koordinator S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Airlanggga Gancar Candra Premananto, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Bambang Setiaji.

Menurut Mudrajad, strategi untuk mengentaskan persoalan tersebut salah satunya dengan cara mengawinkan pembangunan antara perdesaan dan perkotaan. Ia menganggap hal ini setidaknya akan memangkas jarak ketimpangan antara kelompok kapital dan proletar.

Enny Sri Hartati menambahkan disparitas kemiskinan di desa sangat tinggi. Meski sudah ada upaya pemerintah untuk mengatasi hal itu, seperti dengan adanya Dana Desa, tetapi belum berdampak signifikan karena banyak kekacauan dalam sistem pengelolaannya.

Baca Juga: Sah, Sidang Paripurna DPR Ketok APBN 2020

“Hal ini karena ketergantungan masyarakat desa masih tinggi kepada sosok yang mengelola, bukan pada sistem. Inilah yang menjadi celah yang lebar terjadinya kecurangan, bahkan tindakan korupsi,” kata Enny seperti dilansir muhammadiyah.or.id.

Rektor UMS Sofyan Anif mengatakan seminar tersebut merupakan pengayaan bahan yang akan dibahas dalam Tanwir Muhammadiyah pada 15-17 Februari 2019 di Bengkulu. “Hasil dari seminar ini akan dijadikan buku yang kemudian dibahas dalam Tanwir,” ungkapnya. (Bsi)

Baca Juga: Perubahan Postur Sementara APBN 2020 Disetujui

“Jadi, meskipun tren ekonomi kita meningkat, ketimpangan juga terjadi semakin dalam,” ujarnya dalam seminar ekonomi pra Tanwir Muhammadiyah bertema ‘Beragama dan Penegakan Keadilan Ekonomi yang Mencerahkan’, Rabu (6/2/2019), di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Baca Juga: Kurangi Ketimpangan, Bos IMF Bilang Pajak Orang Kaya Bisa Dinaikkan

Selain Mudrajad, tampil dalam seminar itu Direktur Institute for Development Economics and Finance Enny Sri Hartati, Koordinator S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Airlanggga Gancar Candra Premananto, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Bambang Setiaji.

Menurut Mudrajad, strategi untuk mengentaskan persoalan tersebut salah satunya dengan cara mengawinkan pembangunan antara perdesaan dan perkotaan. Ia menganggap hal ini setidaknya akan memangkas jarak ketimpangan antara kelompok kapital dan proletar.

Enny Sri Hartati menambahkan disparitas kemiskinan di desa sangat tinggi. Meski sudah ada upaya pemerintah untuk mengatasi hal itu, seperti dengan adanya Dana Desa, tetapi belum berdampak signifikan karena banyak kekacauan dalam sistem pengelolaannya.

Baca Juga: Sah, Sidang Paripurna DPR Ketok APBN 2020

“Hal ini karena ketergantungan masyarakat desa masih tinggi kepada sosok yang mengelola, bukan pada sistem. Inilah yang menjadi celah yang lebar terjadinya kecurangan, bahkan tindakan korupsi,” kata Enny seperti dilansir muhammadiyah.or.id.

Rektor UMS Sofyan Anif mengatakan seminar tersebut merupakan pengayaan bahan yang akan dibahas dalam Tanwir Muhammadiyah pada 15-17 Februari 2019 di Bengkulu. “Hasil dari seminar ini akan dijadikan buku yang kemudian dibahas dalam Tanwir,” ungkapnya. (Bsi)

Baca Juga: Perubahan Postur Sementara APBN 2020 Disetujui
Topik : seminar ekonomi, UMS, ketimpangan
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 13 Desember 2019 | 14:25 WIB
EDUKASI PAJAK
Sabtu, 23 November 2019 | 13:30 WIB
UNIVERSITAS JEMBER
Jum'at, 15 November 2019 | 12:14 WIB
EDUKASI PAJAK
Kamis, 14 November 2019 | 17:15 WIB
EKONOMI DIGITAL
berita pilihan
Senin, 27 Mei 2019 | 13:40 WIB
KULIAH UMUM PAJAK
Selasa, 10 April 2018 | 10:50 WIB
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
Selasa, 07 Mei 2019 | 11:03 WIB
UNIVERSITAS WIRARAJA
Rabu, 10 April 2019 | 15:36 WIB
KULIAH UMUM PAJAK
Minggu, 11 Desember 2016 | 11:17 WIB
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 16:52 WIB
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Minggu, 02 April 2017 | 11:53 WIB
PRPN STAN 2017
Rabu, 26 Oktober 2016 | 17:20 WIB
FEB UNIVERSITAS TRISAKTI
Rabu, 02 Agustus 2017 | 09:50 WIB
UNIVERSITAS UNIVERSAL