Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Pertumbuhan Ekonomi Negara Ini Paling Besar di 2015

0
0

INDIA yang dijuluki sebagai Anak Benua, merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada tahun 2015 yang mencapai angka sebesar 7,5%. Menurut IMF, ekonomi India akan terus tumbuh sampai beberapa tahun ke depan. Pada tahun 2017 akan mencapai 7,8% dan terus tumbuh sampai 7,9% di tahun 2018.  href="https://news.ddtc.co.id/profil-perpajakan-china-perusahaan-berteknologi-tinggi-diganjar-insentif-6768">

Sejak merdeka pada tahun 1947, sektor ekonomi India ditopang oleh sektor pertanian, namun kini sektor ini hanya menyumbang 25% dari PDB India. Kini, India sudah menjadi pusat perkembangan ekonomi, yang sangat dipengaruhi oleh pesatnya sektor industri dan perdagangan. Industri perfilman menjadi salah satu industri yang mendunia, sampai menjadikan India sebagai 'Holywood'-nya AS.

Baca Juga: Wah, Berbisnis di Negara Ini Bebas Pajak Penghasilan

India sangat terkenal dengan budayanya yang kental, memiliki bahasa keempat yang banyak digunakan di belahan dunia. Sistem Negeri Hindustani ini adalah republik, dengan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan dan presiden sebagai kepala negara. Dahulu, sebelum merdeka Ratu Inggris adalah Kaisar India. 

SISTEM PERPAJAKAN

SISTEM perpajakan negara dengan salah satu dari keajaiban dunia ini menganut sistem self-assessment. Pembayar pajak menghitung, menyetor, dan melaporkan pajaknya sendiri. Untuk keadaan tertenu, otoritas pajak India juga menerapkan regular/scrutiny assessment, best judgment assessment dan income escaping assessment yang dilakukan secara official.

Baca Juga: Di Negara Ini, Pajak Jadi Biaya Hidup Paling Tinggi

Bagi wajib pajak individu, dikenakan tarif PPh orang pribadi progresif. Besaran tarif berlapis, didasarkan pada batasan penghasilan dari INR 250 ribu - INR 1 juta. Untuk tarif PPh Badan, India menetapkan tarif pajak yang masuk ke kategori tarif tertinggi di dunia, yaitu sebesar 30%. Sementara, bagi perusahaan asing yang memiliki Bentuk Usaha Tetap (BUT) atau kantor cabang di India akan dikenakan tarif sebesar 40%. 

India tengah menyeragamkan struktur perpajakannya, salah satunya dengan amandemen UU PPN. Melalui semboyan “one nation, one tax”, India akan menjadi tujuan negara yang menarik bagi para investor. Pajak internasional juga menjadi salah satu fokus pemerintah di India, tidak jarang India menjadi lokasi untuk menyelenggarakan konferensi pajak internasional. 

Perlu diketahui, India telah mengadakan program pengampunan pajak, yang diatur dalam 'Black Money Act' beberapa bulan lalu. Program ini digulirkan pemerintah untuk mengungkapkan penghasilan yang belum dilaporkan, sebagai syarat mendapatkan pengampunan tanpa memedulikan asal-usulnya. 

Baca Juga: Negara Uni Eropa ini Terapkan Tarif Tunggal untuk PPh Orang Pribadi

Sampai saat ini tidak ada aturan controlled foreign corporation (CFC) di India. India memiliki aturan transfer pricing dan akan berkembang mengikuti arah proyek BEPS, serta juga memiliki aturan safe harbour.  India memiliki aturan anti penghindaran pajak (umum) atau GAAR yang akan efektif pada tahun 2017-2018. Cukup banyak perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) atau tax treaty yang ditandatangani oleh India mengalami penembahan ketentuan limitation of benefit di dalamnya. (Sumber: IMF & World Bank-2016/ Gfa)

Data Perpajakan India
Uraian Keterangan
Ideologi Parlementer
PDB nominal US$ 2074 miliar (2015)
Pertumbuhan ekonomi 7,5% (2015)
Populasi 1,3 miliar jiwa (2015)
Tax ratio 16,6% (2015)
Otoritas pajak Income Tax Department
Sistem perpajakan Self Assessment 
Tarif PPh badan
  • 30% untuk perusahaan domestik
  • 40% untuk perusahaan asing (BUT atau kantor cabang)
Tarif PPh orang pribadi 0% - 30%
Tarif PPN 12,5%
Tarif pajak bunga 20%
Tarif pajak royalti 10%
Tax treaty 94 negara

Sejak merdeka pada tahun 1947, sektor ekonomi India ditopang oleh sektor pertanian, namun kini sektor ini hanya menyumbang 25% dari PDB India. Kini, India sudah menjadi pusat perkembangan ekonomi, yang sangat dipengaruhi oleh pesatnya sektor industri dan perdagangan. Industri perfilman menjadi salah satu industri yang mendunia, sampai menjadikan India sebagai 'Holywood'-nya AS.

Baca Juga: Wah, Berbisnis di Negara Ini Bebas Pajak Penghasilan

India sangat terkenal dengan budayanya yang kental, memiliki bahasa keempat yang banyak digunakan di belahan dunia. Sistem Negeri Hindustani ini adalah republik, dengan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan dan presiden sebagai kepala negara. Dahulu, sebelum merdeka Ratu Inggris adalah Kaisar India. 

SISTEM PERPAJAKAN

SISTEM perpajakan negara dengan salah satu dari keajaiban dunia ini menganut sistem self-assessment. Pembayar pajak menghitung, menyetor, dan melaporkan pajaknya sendiri. Untuk keadaan tertenu, otoritas pajak India juga menerapkan regular/scrutiny assessment, best judgment assessment dan income escaping assessment yang dilakukan secara official.

Baca Juga: Di Negara Ini, Pajak Jadi Biaya Hidup Paling Tinggi

Bagi wajib pajak individu, dikenakan tarif PPh orang pribadi progresif. Besaran tarif berlapis, didasarkan pada batasan penghasilan dari INR 250 ribu - INR 1 juta. Untuk tarif PPh Badan, India menetapkan tarif pajak yang masuk ke kategori tarif tertinggi di dunia, yaitu sebesar 30%. Sementara, bagi perusahaan asing yang memiliki Bentuk Usaha Tetap (BUT) atau kantor cabang di India akan dikenakan tarif sebesar 40%. 

India tengah menyeragamkan struktur perpajakannya, salah satunya dengan amandemen UU PPN. Melalui semboyan “one nation, one tax”, India akan menjadi tujuan negara yang menarik bagi para investor. Pajak internasional juga menjadi salah satu fokus pemerintah di India, tidak jarang India menjadi lokasi untuk menyelenggarakan konferensi pajak internasional. 

Perlu diketahui, India telah mengadakan program pengampunan pajak, yang diatur dalam 'Black Money Act' beberapa bulan lalu. Program ini digulirkan pemerintah untuk mengungkapkan penghasilan yang belum dilaporkan, sebagai syarat mendapatkan pengampunan tanpa memedulikan asal-usulnya. 

Baca Juga: Negara Uni Eropa ini Terapkan Tarif Tunggal untuk PPh Orang Pribadi

Sampai saat ini tidak ada aturan controlled foreign corporation (CFC) di India. India memiliki aturan transfer pricing dan akan berkembang mengikuti arah proyek BEPS, serta juga memiliki aturan safe harbour.  India memiliki aturan anti penghindaran pajak (umum) atau GAAR yang akan efektif pada tahun 2017-2018. Cukup banyak perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) atau tax treaty yang ditandatangani oleh India mengalami penembahan ketentuan limitation of benefit di dalamnya. (Sumber: IMF & World Bank-2016/ Gfa)

Data Perpajakan India
Uraian Keterangan
Ideologi Parlementer
PDB nominal US$ 2074 miliar (2015)
Pertumbuhan ekonomi 7,5% (2015)
Populasi 1,3 miliar jiwa (2015)
Tax ratio 16,6% (2015)
Otoritas pajak Income Tax Department
Sistem perpajakan Self Assessment 
Tarif PPh badan
  • 30% untuk perusahaan domestik
  • 40% untuk perusahaan asing (BUT atau kantor cabang)
Tarif PPh orang pribadi 0% - 30%
Tarif PPN 12,5%
Tarif pajak bunga 20%
Tarif pajak royalti 10%
Tax treaty 94 negara
Topik : profil negara, profil perpajakan india, black money act, pertumbuhan ekonomi tertinggi
artikel terkait
Jum'at, 26 Januari 2018 | 11:50 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ISLE OF MAN
Selasa, 08 Agustus 2017 | 09:49 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ESTONIA
Jum'at, 22 Februari 2019 | 17:17 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BAHAMA
Kamis, 03 November 2016 | 17:59 WIB
PROFIL PERPAJAKAN KYRGYZSTAN
berita pilihan
Jum'at, 22 Februari 2019 | 17:17 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BAHAMA
Rabu, 17 Oktober 2018 | 18:33 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ARGENTINA
Selasa, 22 Januari 2019 | 16:40 WIB
PROFIL PERPAJAKAN RUMANIA
Selasa, 04 September 2018 | 18:38 WIB
PROFIL PERPAJAKAN PAPUA NUGINI
Selasa, 27 November 2018 | 10:52 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BULGARIA
Jum'at, 02 November 2018 | 15:15 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BRASIL
Jum'at, 26 Januari 2018 | 11:50 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ISLE OF MAN
Rabu, 30 Januari 2019 | 17:10 WIB
PROFIL PERPAJAKAN KANADA
Kamis, 02 Maret 2017 | 17:42 WIB
PROFIL PERPAJAKAN INGGRIS
Jum'at, 16 Desember 2016 | 10:34 WIB
PROFIL PERPAJAKAN SWISS
Terpopuler