Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Perkembangan Teknologi Harus Diserap Kurikulum Akuntansi

2
2

Para dosen Forum Dosen Akuntansi Publik seusai seminar nasional 'Kurikulum Akuntansi Publik, Teori dan Praktik' di Universitas Mercu Buana. Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

JAKARTA, DDTCNews—Perkembangan teknologi yang begitu pesat sekarang ini harus diserap dan menjadi perhatian serta pertimbangan dalam menyusun kurikulum akuntansi di perguruan tinggi, termasuk untuk pengembangan akuntansi publik.

Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) Pusat Dian Agustia mengatakan pada era milenial sekarang ini kehadiran teknologi adalah keniscayaan yang harus diserap oleh para perumus kurikulum akuntansi di perguruan tinggi.

Internet of things, artificial intelegence, dan big data merupakan kebutuhan saat ini, termasuk oleh pelaku ekonomi di desa yang mulai memanfaatkan teknologi,” ujarnya dalam seminar ‘Kurikulum Akuntansi Publik, Teori dan Praktik’ di kampus Universitas Mercu Buana Jakarta, Sabtu (20/7/2019)

Baca Juga: Kampus Harus Sediakan Ruang untuk Riset Akuntansi Posmodern

Seminar itu adalah bagian dari rangkaian acara Temu Dosen Akuntansi Publik ke-13, yang digelar Forum Dosen Akuntansi Publik. Acara yang juga meliputi call for papers dan workshop tersebut dihadiri sekitar 300 dosen akuntansi di Indonesia.

Dian menambahkan untuk itu para dosen akuntansi harus familiar dengan kemajuan teknologi. “Inilah kunci bagi perguruan tinggi menghadapi era peradaban yang sangat bergantung pada teknologi,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya itu.

Pada kesempatan sama, Guru Besar Universitas Gadjah Mada Abdul Halim mengatakan kemajuan iptek dan perubahan lingkungan adalah keniscayaan yang tidak bisa ditolak. Oleh sebab itu, perlu ada penyesuaian keadaan guna memantapkan proses belajar sekaligus hasil belajar.

Baca Juga: Masuk ke Era 4.0, Akuntan akan Ketinggalan Zaman?

Di sisi lain, kurikulum selalu bersifat dinamis dan fleksibel untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan industri. Karena itu, para perumus kurikulum harus dapat membaca perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, serta perubahan cara pandang masyarakat.

Dosen Universitas Indonesia Dwi Martani menambahkan dalam menyusun kurikulum akuntansi publik, para perumus seharusnya fokus pada capaian pembelajaran lulusan dengan memosisikan akuntansi publik sebagai mata kuliah wajib atau pilihan atau ahli.

“Bidang akuntansi publik sudah selaras dengan prinsip standar akuntansi keuangan, sehingga penyusunan kurikulumnya juga sesuai dengan karakteristik akuntansi publik,” sambung anggota Komite Standar Akuntansi Pemerintahan ini, seperti dilansir indopos.co.id. (Bsi)

Baca Juga: Tax Center IPB Gelar Kompetisi Akuntansi, Cek Infonya di Sini

Internet of things, artificial intelegence, dan big data merupakan kebutuhan saat ini, termasuk oleh pelaku ekonomi di desa yang mulai memanfaatkan teknologi,” ujarnya dalam seminar ‘Kurikulum Akuntansi Publik, Teori dan Praktik’ di kampus Universitas Mercu Buana Jakarta, Sabtu (20/7/2019)

Baca Juga: Kampus Harus Sediakan Ruang untuk Riset Akuntansi Posmodern

Seminar itu adalah bagian dari rangkaian acara Temu Dosen Akuntansi Publik ke-13, yang digelar Forum Dosen Akuntansi Publik. Acara yang juga meliputi call for papers dan workshop tersebut dihadiri sekitar 300 dosen akuntansi di Indonesia.

Dian menambahkan untuk itu para dosen akuntansi harus familiar dengan kemajuan teknologi. “Inilah kunci bagi perguruan tinggi menghadapi era peradaban yang sangat bergantung pada teknologi,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya itu.

Pada kesempatan sama, Guru Besar Universitas Gadjah Mada Abdul Halim mengatakan kemajuan iptek dan perubahan lingkungan adalah keniscayaan yang tidak bisa ditolak. Oleh sebab itu, perlu ada penyesuaian keadaan guna memantapkan proses belajar sekaligus hasil belajar.

Baca Juga: Masuk ke Era 4.0, Akuntan akan Ketinggalan Zaman?

Di sisi lain, kurikulum selalu bersifat dinamis dan fleksibel untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan industri. Karena itu, para perumus kurikulum harus dapat membaca perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, serta perubahan cara pandang masyarakat.

Dosen Universitas Indonesia Dwi Martani menambahkan dalam menyusun kurikulum akuntansi publik, para perumus seharusnya fokus pada capaian pembelajaran lulusan dengan memosisikan akuntansi publik sebagai mata kuliah wajib atau pilihan atau ahli.

“Bidang akuntansi publik sudah selaras dengan prinsip standar akuntansi keuangan, sehingga penyusunan kurikulumnya juga sesuai dengan karakteristik akuntansi publik,” sambung anggota Komite Standar Akuntansi Pemerintahan ini, seperti dilansir indopos.co.id. (Bsi)

Baca Juga: Tax Center IPB Gelar Kompetisi Akuntansi, Cek Infonya di Sini
Topik : diskusi ekonomi, akuntansi, universitas mercu buana
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 27 September 2016 | 12:08 WIB
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Rabu, 19 April 2017 | 18:40 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Rabu, 19 Oktober 2016 | 14:35 WIB
WISUDA PKN STAN
Selasa, 07 November 2017 | 15:25 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
berita pilihan
Senin, 20 Mei 2019 | 10:21 WIB
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Selasa, 12 September 2017 | 13:52 WIB
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
Kamis, 02 Maret 2017 | 18:08 WIB
PENDIDIKAN PAJAK
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:01 WIB
LOWONGAN KERJA
Minggu, 11 Desember 2016 | 11:17 WIB
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
Kamis, 14 Maret 2019 | 17:52 WIB
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Selasa, 23 April 2019 | 17:17 WIB
TST KE-20 SPA FEB UI
Senin, 22 April 2019 | 19:31 WIB
PERJANJIAN PAJAK
Senin, 27 Mei 2019 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS TERBUKA BATAM
Kamis, 11 April 2019 | 10:37 WIB
EDUKASI PAJAK