Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Perbarui Kerja Sama Pendidikan, Ini Target Baru FIA UI & DDTC

3
3

Dekan FIA UI Eko Prasojo dan Managing Partner DDTC Darussalam (tengah) berfoto bersama para dosen FIA UI setelah penandatanganan Pembaruan Perjanjian Kerja Sama Pendidikan.

JAKARTA, DDTCNews – Kerja sama antara Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) dan DDTC diperbarui. Pembaruan perjanjian kerja sama diteken dengan target untuk lebih banyak mencetak dosen pengajar.

Dekan FIA UI Eko Prasojo mengatakan selama ini kerja sama dengan DDTC sudah memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk merasakan kesempatan magang dan melakukan penelitian skripsi. Kerja sama ini hendak ditingkatkan untuk bisa melakukan joint scholarship bagi lulusan FIA UI.

“Kita terus memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan inovasi. Kami sepakat dengan DDTC untuk kembangkan joint scholarship dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang mau berkarier di kampus sebagai dosen,” katanya di Auditorium FIA UI, Selasa (1/10/2019).

Baca Juga: Mengenali Alternatif Pengganti Suku Bunga LIBOR

Lebih lanjut, Eko menjabarkan skema pemberian beasiswa gabungan tersebut diberikan untuk lulusan FIA UI yang berminat melanjutkan karier sebagai tenaga pengajar. Melalui joint scholarship ini, lulusan FIA UI berkesempatan untuk bekerja di DDTC dan kemudian mendapatkan kesempatan beasiswa pendidikan lanjutan di dalam dan luar negeri.

Dengan modal tersebut, lulusan FIA UI mendapatkan pengalaman di ranah praktis yang berguna dalam melanjutkan karier sebagai pengajar. Kolaborasi ini, lanjut Eko, untuk memperkuat kaderisasi tenaga pengajar yang berasal dari FIA UI.

“Lulusan pajak dari kampus kami paling dicari dalam dunia kerja dan efeknya kami jadi kesulitasn mencari kader untuk bisa menjadi dosen. Oleh karena, itu kolaborasi ini dilakukan dengan praktisi seperti DDTC,” ungkapnya.

Baca Juga: Teken Kerja Sama dengan DDTC, Ini Harapan Universitas Pamulang

Selain itu, Eko menuturkan pengalaman di arena praktis akan menjadi basis penting untuk memulai karier sebagai pengajar. Pengalaman sebagai praktisi akan menjadi bahan dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kampus dalam bentuk kajian dan studi kasus.

“Kita memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan swasta untuk memperkuat basis pengetahuan dan pengalaman praktisi sebagai bahan pembelajaran dan studi kasus di perguruan tinggi,” imbuhnya.

Perjanjian kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi wujud konkret dari salah satu misi DDTC yaitu menghilangkan informasi asimetris di dalam masyarakat pajak Indonesia. Hingga saat ini, DDTC telah meneken kerja sama pendidikan dengan 15 perguruan tinggi.

Baca Juga: DDTC & Universitas Pamulang Teken Kerja Sama Pendidikan

Kelima belas perguruan tinggi itu adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Kristen Petra, Institut STIAMI, dan Universitas Sebelas Maret.

Ada pula Universitas Brawijaya, STHI Jentera, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Muhammadiyah Sukabumi, YKPN Yogyakarta, Universitas Multimedia Nusantara, IBI Kwik Kian Gie, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (kaw)

Baca Juga: Meminimalisasi Risiko Pembangunan IP Pasca-BEPS

“Kita terus memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan inovasi. Kami sepakat dengan DDTC untuk kembangkan joint scholarship dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang mau berkarier di kampus sebagai dosen,” katanya di Auditorium FIA UI, Selasa (1/10/2019).

Baca Juga: Mengenali Alternatif Pengganti Suku Bunga LIBOR

Lebih lanjut, Eko menjabarkan skema pemberian beasiswa gabungan tersebut diberikan untuk lulusan FIA UI yang berminat melanjutkan karier sebagai tenaga pengajar. Melalui joint scholarship ini, lulusan FIA UI berkesempatan untuk bekerja di DDTC dan kemudian mendapatkan kesempatan beasiswa pendidikan lanjutan di dalam dan luar negeri.

Dengan modal tersebut, lulusan FIA UI mendapatkan pengalaman di ranah praktis yang berguna dalam melanjutkan karier sebagai pengajar. Kolaborasi ini, lanjut Eko, untuk memperkuat kaderisasi tenaga pengajar yang berasal dari FIA UI.

“Lulusan pajak dari kampus kami paling dicari dalam dunia kerja dan efeknya kami jadi kesulitasn mencari kader untuk bisa menjadi dosen. Oleh karena, itu kolaborasi ini dilakukan dengan praktisi seperti DDTC,” ungkapnya.

Baca Juga: Teken Kerja Sama dengan DDTC, Ini Harapan Universitas Pamulang

Selain itu, Eko menuturkan pengalaman di arena praktis akan menjadi basis penting untuk memulai karier sebagai pengajar. Pengalaman sebagai praktisi akan menjadi bahan dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kampus dalam bentuk kajian dan studi kasus.

“Kita memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan swasta untuk memperkuat basis pengetahuan dan pengalaman praktisi sebagai bahan pembelajaran dan studi kasus di perguruan tinggi,” imbuhnya.

Perjanjian kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi wujud konkret dari salah satu misi DDTC yaitu menghilangkan informasi asimetris di dalam masyarakat pajak Indonesia. Hingga saat ini, DDTC telah meneken kerja sama pendidikan dengan 15 perguruan tinggi.

Baca Juga: DDTC & Universitas Pamulang Teken Kerja Sama Pendidikan

Kelima belas perguruan tinggi itu adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Kristen Petra, Institut STIAMI, dan Universitas Sebelas Maret.

Ada pula Universitas Brawijaya, STHI Jentera, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Muhammadiyah Sukabumi, YKPN Yogyakarta, Universitas Multimedia Nusantara, IBI Kwik Kian Gie, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (kaw)

Baca Juga: Meminimalisasi Risiko Pembangunan IP Pasca-BEPS
Topik : DDTC, FIA UI, edukasi pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua pekan sekali, dengan berkomentar pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews!! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Kamis, 03 Oktober 2019 | 13:55 WIB
UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA
Kamis, 19 September 2019 | 11:05 WIB
WISUDA AKBAR PKN STAN 2019
Rabu, 11 September 2019 | 14:15 WIB
STHI JENTERA
Rabu, 11 September 2019 | 13:00 WIB
STHI JENTERA
berita pilihan
Rabu, 24 Oktober 2018 | 16:45 WIB
KULIAH HUKUM PAJAK
Senin, 18 Desember 2017 | 16:01 WIB
FEB UNIVERSITAS AIRLANGGA
Senin, 30 April 2018 | 06:31 WIB
KULIAH UMUM FEB UGM
Senin, 12 November 2018 | 18:10 WIB
BEASISWA
Minggu, 04 September 2016 | 16:01 WIB
SOSIALISASI TAX AMNESTY UI
Selasa, 09 Juli 2019 | 19:44 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 14 Maret 2019 | 17:52 WIB
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Rabu, 06 Maret 2019 | 11:13 WIB
INDEF-FEB UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 11 April 2019 | 16:37 WIB
KULIAH UMUM & OPREC DDTC
Kamis, 11 April 2019 | 10:37 WIB
EDUKASI PAJAK