Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Penerimaan PPN Tumbuh 19,8%, Sri Mulyani: Cerminan Ekonomi Indonesia

A+
A-
2
A+
A-
2
Penerimaan PPN Tumbuh 19,8%, Sri Mulyani: Cerminan Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam paparannya di APBN Kita. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Realisasi penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) hingga November 2021 mencatatkan pertumbuhan mencapai 19,8%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi tersebut didorong penerimaan PPN dalam negeri dan PPN impor. Menurutnya, kinerja positif tersebut juga mencerminkan ekonomi Indonesia yang berangsur pulih dari tekanan pandemi Covid-19.

"[Penerimaan PPN] yang mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia," katanya dalam konferensi pers APBN Kita, dikutip Rabu (22/12/2021).

Baca Juga: Pajak Judi Online Belum Diatur, Malaysia Rugi Rp6,74 Triliun per Tahun

Sri Mulyani mengatakan PPN dalam negeri hingga November 2021 mengalami pertumbuhan 11,6%, sedangkan periode yang sama 2020 minus 9,7%. Namun, terdapat perlambatan jika dilihat secara bulanan karena penurunan pembayaran ketetapan pajak.

Penerimaan PPN dalam negeri pada November 2021 saja tumbuh 1,9%, melambat dari posisi bulan sebelumnya yang tumbuh 9,9%. Sementara pada kuartal III/2021, pertumbuhannya mencapai 19,5%.

Sri Mulyani menyebut penerimaan PPN dalam negeri berkontribusi 25,29% terhadap penerimaan pajak, terbesar di antara jenis pajak lainnya.

Baca Juga: Menteri Keuangan Ini Pastikan Insentif Pajak Mobil Tidak Diperpanjang

"PPN dalam negeri mengkontribusikan 25,29%, makanya kenaikan dari PPN dalam negeri itu menggambarkan kegiatan ekonomi dan kontribusi penerimaan pajak kita yang signifikan," ujarnya.

Sementara dari sisi PPN impor, hingga November 2021 tumbuh 34,6%. Sementara pada periode yang sama 2020, jenis pajak itu terkontraksi 19,4%.

Menurut Sri Mulyani, kinerja positif tersebut disebabkan kegiatan ekspor yang meningkat signifikan. Secara bulanan, penerimaan PPN impor pada November 2021 tumbuh 55,3%, melambat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 61,5%.

Baca Juga: Tagihan Listrik Mahal, Negara Ini Berencana Pangkas Tarif PPN Jadi 5%

Dia memperkirakan kinerja positif PPN dalam negeri dan impor akan terus membaik seiring dengan akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

"Ini karena aktivitas ekonomi yang nampaknya mengalami penguatan yang cukup tinggi, terutama sesudah kita bisa melakukan penanganan Delta variant," imbuhnya. (sap)

Baca Juga: Pertumbuhan Penerimaan Pajak Double Digit Belum Tentu Lanjut Terus
Topik : penerimaan pajak, kinerja fiskal, setoran pajak, APBN Kita, Sri Mulyani, PPN, PPN dalam negeri, PPN impor

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Haris

Rabu, 22 Desember 2021 | 19:21 WIB
Ini semakin menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nampaknya mengalami penguatan cukup tinggi terutama sesudah Indonesia bisa melakukan penanganan pandemi. PPN Dalam negeri aktiviras ekonomi yang kembali normal dan PPN impor dikarenakan kegiatan impor mulai meningkat signifikan. Diharapkan pertumbuhan ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 17 Juni 2022 | 16:30 WIB
PMK 68/2022

Kenapa Tarif PPN Kripto Sebesar 0,11%? Ternyata Ini Alasan DJP

Jum'at, 17 Juni 2022 | 15:00 WIB
KOREA SELATAN

Terancam Stagflasi, Korea Selatan Bakal Pangkas PPh Badan Jadi 22%

Jum'at, 17 Juni 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Sri Mulyani Soroti Lambatnya Serapan Anggaran Daerah, Pemda Perlu Ini

Kamis, 16 Juni 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Demi Amankan Penerimaan Negara, Kemenkeu Alokasikan Rp2,81 Triliun

berita pilihan

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:00 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:00 WIB
KANWIL DJP KALTIMTARA

Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:00 WIB
KPP PRATAMA SITUBONDO

KPP Akhirnya Sita Tanah Milik Wajib Pajak Seluas 2.104 Meter Persegi

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:30 WIB
DATA PPS HARI INI

Tinggal 4 Hari! DJP Sudah Terbitkan 176.417 Surat Keterangan PPS

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kriteria Hibah yang Dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan

Minggu, 26 Juni 2022 | 10:00 WIB
HUNGARIA

Parlemen Hungaria Tolak Ketentuan Perpajakan dalam Pilar 2 OECD