Review
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Pemerintah Bakal Susun Ulang Kelembagaan BPWS

A+
A-
0
A+
A-
0
Pemerintah Bakal Susun Ulang Kelembagaan BPWS

Ilustrasi jembatan Suramadu.

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah berupaya terus mengikis kesenjangan ekonomi antara masyarakat di Pulau Jawa dan Pulau Madura. Untuk itu, pemerintah mulai menyusun ulang kelembagaan dari Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS).

Isu tersebut menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian. Aspek revitalisasi kelembagaan ini menjadi pembahasan antara Pemprov Jawa Timur, KemenPUPR, serta Bappenas.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan salah satu usulan yang dilontarkan adalah keterlibatan pemerintah daerah dalam struktur BPWS yang baru. Dengan demikian, pengembangan wilayah Madura dapat dilakukan secara optimal.

Baca Juga: BPK: Kesenjangan Kemandirian Fiskal Antardaerah Masih Lebar

“Revitalisasi struktur badan tadi dibahas dan kami ajukan 4 bupati di Madura menjadi bagian dari kelembagaan itu (BPWS),” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (14/5/2019).

Khofifah mengatakan revitalisasi BPWS akan menekankan pada pengembangan wilayah Suramadu di sisi Madura. Oleh karena itu, berbagai potensi ekonomi di Pulau Madura mulai digali.

Salah satu proyek yang diusulkan adalah pembangunan Islamic Science Park. Proyek ini akan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun depan. Selain itu, potensi pariwisata dan perkebunan juga masuk dalam usulan Pemprov Jatim.

Baca Juga: Rupiah dan Rasio Gini Jadi Sorotan DPR

Pada kesempatan yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan revitalisasi BPWS karena kurang produktifnya wilayah Madura pascaberoperasinya Jembatan Suramadu. Sektor pariwisata berupa pengembangan Pulau Giliyang dan perkebunan Tebu menjadi dua sektor yang akan digarap mulai tahun depan.

“Jembatan itu [Suramadu] untuk mengembangkan Surabaya dan Madura, kita ingin Madura lebih berkembang, selama ini kelihatannya kurang produktif,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Menko Darmin: 'Datanya Kok Gawat Benar'
Topik : kesenjangan, Suramadu
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Selasa, 02 Maret 2021 | 18:22 WIB
PELAPORAN SPT
Selasa, 02 Maret 2021 | 17:42 WIB
KEBIJAKAN MONETER
Selasa, 02 Maret 2021 | 17:30 WIB
SINGAPURA
Selasa, 02 Maret 2021 | 17:26 WIB
PMK 18/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 16:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 16:00 WIB
PMK 21/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:45 WIB
KABUPATEN NGAWI
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:41 WIB
PELAPORAN SPT
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:15 WIB
PMK 21/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:13 WIB
WIDJOJO NITISASTRO: