Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Pajak e-Commerce Mulai Dibidik

0
0

NEW DELHI, DDTCNews - Pertumbuhan yang sangat cepat dari e-commerce di India mendesak pemerintah untuk melihat sektor ini sebagai sumber utama dari penerimaan pajak di tahun-tahun mendatang.

Dalam laporan rencana aksi tahun 2016-2017 yang dirilis awal bulan ini, Central Board of Direct Taxes telah meminta para petugas pajak untuk melihat pada ruang lingkup tax deducted at source (TDS) yang semakin meningkat dari e-commerce.

E-commerce telah bangkit di beberapa tahun terakhir. Area ini sangat menjanjikan untuk memperoleh pendapatan yang signifikan,” ungkap Central Board of Direct Taxes dalam laporannya, pekan lalu.

Baca Juga: Pajak Kurang, Denda Larangan Plastik Diterapkan

Fokus dari Central Board of Direct Taxes atas e-commerce didorong oleh pesatnya pertumbuhan sektor tersebut dalam beberapa tahun terakhir dan diyakini akan terus bertumbuh cepat setidaknya dalam beberapa tahun mendatang.

Setelah pemerintah mengenalkan sebuah bab terpisah dalam rancangan peraturan goods and service taxes (GST) untuk mengenakan pajak atas transaksi e-commerce, Central Board of Direct Taxes juga telah memusatkan perhatian pada sektor e-commerce untuk meningkatkan pendapatannya dari TDS.

Pembayaran Supplier

Baca Juga: Otoritas Pajak Mulai Serius Pantau E-Commerce

UNTUK mengatasi kemungkinan adanya kebocoran pendapatan dari transaksi e-commerce, rancangan peraturan GST juga mengajukan pemungutan pajak atas sumber untuk perusahaan-perusahaan e-commerce.

Hal ini berarti pembayaran apapun yang dilakukan oleh supplier kepada sebuah e-commerce akan terkena pajak atas pemungutan sumber.

Selain itu, diharapkan agar secara signifikan meningkatkan beban kepatuhan bagi perusahaan-perusahaan e-commerce, karena adanya keharusan untuk menyediakan detail informasi dari semua supplier.

Baca Juga: Bantu Toko Jalanan, Pungutan Baru bagi Peritel Online Diusulkan

Pada April 2016 , Confederation of Indian Industry dan Deloitte Touche Tohmatsu India LLP  membuat laporan atas  ramalan sektor e-commerce di India.

Isi laporan itu menjelaskan walaupun segmen business-to-business diperkirakan akan berlipat lebih dari dari $300 miliar pada 2014 hingga $700 miliar di 2020, namun segmen business-to-consumer akan tumbuh 7 kali lipat dari $13,6 miliar jadi $101,9 miliar. (Bsi)

Baca Juga: Aturan Restitusi Pajak Pembelian Rumah Berubah

E-commerce telah bangkit di beberapa tahun terakhir. Area ini sangat menjanjikan untuk memperoleh pendapatan yang signifikan,” ungkap Central Board of Direct Taxes dalam laporannya, pekan lalu.

Baca Juga: Pajak Kurang, Denda Larangan Plastik Diterapkan

Fokus dari Central Board of Direct Taxes atas e-commerce didorong oleh pesatnya pertumbuhan sektor tersebut dalam beberapa tahun terakhir dan diyakini akan terus bertumbuh cepat setidaknya dalam beberapa tahun mendatang.

Setelah pemerintah mengenalkan sebuah bab terpisah dalam rancangan peraturan goods and service taxes (GST) untuk mengenakan pajak atas transaksi e-commerce, Central Board of Direct Taxes juga telah memusatkan perhatian pada sektor e-commerce untuk meningkatkan pendapatannya dari TDS.

Pembayaran Supplier

Baca Juga: Otoritas Pajak Mulai Serius Pantau E-Commerce

UNTUK mengatasi kemungkinan adanya kebocoran pendapatan dari transaksi e-commerce, rancangan peraturan GST juga mengajukan pemungutan pajak atas sumber untuk perusahaan-perusahaan e-commerce.

Hal ini berarti pembayaran apapun yang dilakukan oleh supplier kepada sebuah e-commerce akan terkena pajak atas pemungutan sumber.

Selain itu, diharapkan agar secara signifikan meningkatkan beban kepatuhan bagi perusahaan-perusahaan e-commerce, karena adanya keharusan untuk menyediakan detail informasi dari semua supplier.

Baca Juga: Bantu Toko Jalanan, Pungutan Baru bagi Peritel Online Diusulkan

Pada April 2016 , Confederation of Indian Industry dan Deloitte Touche Tohmatsu India LLP  membuat laporan atas  ramalan sektor e-commerce di India.

Isi laporan itu menjelaskan walaupun segmen business-to-business diperkirakan akan berlipat lebih dari dari $300 miliar pada 2014 hingga $700 miliar di 2020, namun segmen business-to-consumer akan tumbuh 7 kali lipat dari $13,6 miliar jadi $101,9 miliar. (Bsi)

Baca Juga: Aturan Restitusi Pajak Pembelian Rumah Berubah
Topik : profil negara, e-commerce, india, pajak internasional
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:40 WIB
ITALIA
berita pilihan
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Jum'at, 12 April 2019 | 18:16 WIB
BREXIT
Jum'at, 12 April 2019 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 12 April 2019 | 19:02 WIB
FINLANDIA
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 15:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 18:24 WIB
NIGERIA
Senin, 15 April 2019 | 18:43 WIB
JEPANG