Review
Selasa, 02 Juni 2020 | 11:10 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 01 Juni 2020 | 10:22 WIB
ANALISIS PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Fokus
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Pajak e-Commerce Mulai Dibidik

A+
A-
0
A+
A-
0
Pajak e-Commerce Mulai Dibidik

NEW DELHI, DDTCNews - Pertumbuhan yang sangat cepat dari e-commerce di India mendesak pemerintah untuk melihat sektor ini sebagai sumber utama dari penerimaan pajak di tahun-tahun mendatang.

Dalam laporan rencana aksi tahun 2016-2017 yang dirilis awal bulan ini, Central Board of Direct Taxes telah meminta para petugas pajak untuk melihat pada ruang lingkup tax deducted at source (TDS) yang semakin meningkat dari e-commerce.

E-commerce telah bangkit di beberapa tahun terakhir. Area ini sangat menjanjikan untuk memperoleh pendapatan yang signifikan,” ungkap Central Board of Direct Taxes dalam laporannya, pekan lalu.

Baca Juga: Otoritas Janjikan Diskon Pajak Bagi yang Melaporkan SPT Tahunan

Fokus dari Central Board of Direct Taxes atas e-commerce didorong oleh pesatnya pertumbuhan sektor tersebut dalam beberapa tahun terakhir dan diyakini akan terus bertumbuh cepat setidaknya dalam beberapa tahun mendatang.

Setelah pemerintah mengenalkan sebuah bab terpisah dalam rancangan peraturan goods and service taxes (GST) untuk mengenakan pajak atas transaksi e-commerce, Central Board of Direct Taxes juga telah memusatkan perhatian pada sektor e-commerce untuk meningkatkan pendapatannya dari TDS.

Pembayaran Supplier

Baca Juga: Pemerintah Perpanjang Diskon Pajak Properti Hingga 31 Juni

UNTUK mengatasi kemungkinan adanya kebocoran pendapatan dari transaksi e-commerce, rancangan peraturan GST juga mengajukan pemungutan pajak atas sumber untuk perusahaan-perusahaan e-commerce.

Hal ini berarti pembayaran apapun yang dilakukan oleh supplier kepada sebuah e-commerce akan terkena pajak atas pemungutan sumber.

Selain itu, diharapkan agar secara signifikan meningkatkan beban kepatuhan bagi perusahaan-perusahaan e-commerce, karena adanya keharusan untuk menyediakan detail informasi dari semua supplier.

Baca Juga: Ditjen Pajak Jamin Skema Pungutan PPN Produk Digital Bakal Sederhana

Pada April 2016 , Confederation of Indian Industry dan Deloitte Touche Tohmatsu India LLP membuat laporan atas ramalan sektor e-commerce di India.

Isi laporan itu menjelaskan walaupun segmen business-to-business diperkirakan akan berlipat lebih dari dari $300 miliar pada 2014 hingga $700 miliar di 2020, namun segmen business-to-consumer akan tumbuh 7 kali lipat dari $13,6 miliar jadi $101,9 miliar. (Bsi)

Baca Juga: Efek Corona, Realisasi Penerimaan Pajak dari PPN Turun 70%
Topik : profil negara, e-commerce, india, pajak internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 20 Mei 2020 | 20:45 WIB
PROFIL PERPAJAKAN SLOVENIA
Selasa, 19 Mei 2020 | 06:41 WIB
ANALISIS PAJAK
Jum'at, 15 Mei 2020 | 15:36 WIB
PMK 48/2020
berita pilihan
Selasa, 02 Juni 2020 | 11:10 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 02 Juni 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 02 Juni 2020 | 10:31 WIB
AUTOMATIC EXCHANGE OF INFORMATION
Selasa, 02 Juni 2020 | 10:25 WIB
HONG KONG
Selasa, 02 Juni 2020 | 10:11 WIB
KAMUS PAJAK
Selasa, 02 Juni 2020 | 09:34 WIB
DDTC NEWSLETTER
Selasa, 02 Juni 2020 | 09:01 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Selasa, 02 Juni 2020 | 07:51 WIB
BERITA PAJAK HARI INI