Fokus
Reportase
Perpajakan.id

Mulai Februari 2022, Tarif PPN Dipangkas 2 Persen

A+
A-
7
A+
A-
7
Mulai Februari 2022, Tarif PPN Dipangkas 2 Persen

Ilustrasi.

HANOI, DDTCNews – Seiring dengan disahkannya alokasi anggaran pemulihan ekonomi senilai VND350 triliun atau setara dengan Rp220,77 triliun, Pemerintah Vietnam berencana memangkas tarif PPN sebesar 2% pada tahun ini.

Menteri Keuangan Ho Duc Phoc menuturkan pemangkasan tarif PPN bertujuan untuk mendorong pertumbuhan di seluruh sektor bisnis. Jika tidak ada aral melintang, penurunan tarif PPN dari 10% menjadi 8% akan berlalu mulai Februari 2022.

“Pemerintah lebih memilih menurunkan tarif PPN daripada pengurangan pajak penghasilan karena pemotongan PPN akan membantu semua bisnis, bukan hanya mereka yang melaporkan keuntungan,”, katanya, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga: Ketidaksesuaian Penyetoran Pajak Belanja Daerah, KPP Bisa Minta Ini

Seperti dilansir en.vietnamplus.vn, Phoc menjelaskan keringanan pajak untuk sektor usaha mencapai VND49,4 triliun atau Rp31,16 triliun. Angka ini hampir mencapai 3 kali lipat pemotongan pajak yang diterima sektor usaha sepanjang tahun 2021.

Mayoritas perusahaan memenuhi syarat untuk memperoleh pemotongan PPN. Namun, pengecualian diberikan untuk sektor telekomunikasi, perbankan dan keuangan, properti, pertambangan dan metalurgi, serta kilang dan petrokimia.

Phoc menambahkan pemerintah hanya dapat memangkas PPN sebesar 2% saja lantaran pemangkasan PPN yang lebih besar dapat menyebabkan anggaran pemerintah mendapat tekanan besar. Terlebih, pemerintah masih harus menyeimbangkan anggarannya.

Baca Juga: Uji dan Awasi Setoran Pajak atas Belanja Daerah, DJP Gunakan Ini

Di lain pihak, para ekonom dan korporasi menyuarakan keprihatinan mereka atas pemangkasan PPN. Menurut mereka, penurunan PPN sebesar 2% tidak dapat berdampak pada peningkatan konsumsi dan kegiatan bisnis pada tahun 2022.

Terdapat juga keluhan atas tanggal pemberlakuan potongan PPN. Menurut mereka, pemotongan PPN seharusnya diberlakukan sebelum tahun baru imlek 2022. Ini dikarenakan jumlah konsumsi sedang meningkat untuk menyambut hari raya tersebut. (vallen/rig)

Baca Juga: Di Negara Ini, Unggah Bukti Transaksi Kena Pajak Bisa Dapat Mobil Baru
Topik : vietnam, tarif pajak, beban pajak, kebijakan pajak, pajak, PPN, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 15 Mei 2022 | 09:30 WIB
VIETNAM

Vietnam Susun Desain Reformasi Pajak Hingga 2030

Minggu, 15 Mei 2022 | 08:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Wajib Pajak yang Tak Merespons SP2DK Berpotensi Diperiksa DJP

Minggu, 15 Mei 2022 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Sebut RI Miliki Reputasi yang Baik Karena Reformasi Pajak

Minggu, 15 Mei 2022 | 07:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Jangan Lupa! Faktur Pajak April Paling Lambat Diupload Hari Ini

berita pilihan

Senin, 16 Mei 2022 | 16:00 WIB
PER-19/PJ/2021

Ketidaksesuaian Penyetoran Pajak Belanja Daerah, KPP Bisa Minta Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 15:30 WIB
PER-19/PJ/2021

Uji dan Awasi Setoran Pajak atas Belanja Daerah, DJP Gunakan Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 14:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Pengecualian Ketentuan Faktur Pajak yang Dibuat PKP Pedagang Eceran

Senin, 16 Mei 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Evaluasi Aturan Pajak dari Luar Daerah Pabean

Senin, 16 Mei 2022 | 13:00 WIB
CHINA

Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

Senin, 16 Mei 2022 | 12:55 WIB
DATA PPS HARI INI

4,5 Bulan PPS Berjalan, Harta WP yang Diungkap Tembus Rp86,7 Triliun

Senin, 16 Mei 2022 | 12:30 WIB
KAMUS CUKAI

Apa Itu Pagu Penundaan dalam Pembayaran Cukai?

Senin, 16 Mei 2022 | 12:00 WIB
CALL FOR PAPER DJP 2022

DJP Adakan Lomba Penulisan Makalah dengan Total Hadiah Rp52,5 Juta

Senin, 16 Mei 2022 | 11:30 WIB
TIPS PAJAK

Cara Menginput Nomor Seri Faktur Pajak di e-Faktur Versi 3.2