Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Mukena Syahrini Laku Keras, DJP Hitung Potensi Pajaknya di Twitter

A+
A-
5
A+
A-
5
Mukena Syahrini Laku Keras, DJP Hitung Potensi Pajaknya di Twitter

Unggahan Syahrini lewat akun Instagram online shop miliknya. 

JAKARTA, DDTCNews – Akun Twitter Ditjen Pajak (DJP) @DitjenPajakRI tiba-tiba berkicau tentang perhitungan pajak penjualan (PPN) penjualan mukena. Ternyata, kicauannya muncul setelah artis Syahrini mengumumkan penjualan mukena hingga 5.000 buah.

Melalui Twitter, DJP menghitung penjualan mukena 5.000 buah dengan harga Rp3,5 juta per mukena. Dengan demikian, total penjualan mukena tersebut mencapai Rp17,5 miliar. Dengan tarif PPN 10%, penjual harus menyetor pajak Rp1,75 miliar. Berikut cuitannya:

@DitjenPajakRI:
penjualan mukena 5000 buah @ Rp. 3,5 juta
Rp. 3.500.000 x 5000 = Rp. 17,5 Miliar
PPN 10% = Rp. 1,75 Miliar

Baca Juga: Kata Sri Mulyani, Virus Corona Pengaruhi Setoran Pajak di 2 Sektor Ini

Cuitan DJP tersebut, seperti biasanya, mengundang komentar dari netizen. Rata-rata netizen langsung menyebut perhitungan PPN ini berkaitan dengan Syahrini. Beberapa dari mereka juga ada justru berdiskusi terkait ketentuan pengusaha kena pajak (PKP), seperti berikut:

@lovamarciano: tapikan syahrini non pkp min 🤔.

@maswanz: Otomatis PKP karena peredaran di atas 4.8M

@lovamarciano: oh walopun wp pribadi tetap ada statu pkp ya pak?

@duta_eka: Pkp gak liat wpnya op atau badan, asal peredaran usaha di atas 4,8M wajib pkp

Beberapa netizen juga berdiskusi terkait nilai dasar pengenaan pajak, seperti berikut:

Baca Juga: Ini Rincian Realisasi Penerimaan per Jenis Pajak, PPh Badan Anjlok

@moan1974: Bukan dr harga dasar dl ya min ditambah pajak 10% baru terlihat harga jual..... Krn bisa jadi kan harga 3,5jt itu harga jual tp harga dasarnya blm tau berapa #MohonPencerahannya

@almondsurge: engga mas, PPN itu dr penyerahan.

@moan1974: Owhhh gt krn biasanya kl beli barang itu sll dibilang ini sdh termasuk pajak atau ada juga blg blm termasuk pajak sehingga ada penambahan dr harga awal.

@almondsurge: ada 2 metode mas, ada metode biasa, yg kalo beli belum termasuk pajak, ama yg udh termasuk. biasanya yg udh termasuk, sm penjual harga sdh di gross up. ujung2nya total harganya sama kok.

Akun Instagram Fatimah Syahrini Scarf (akun toko online milik Syahrini) sekitar 3 hari yang lalu menggungah ucapan terima kasih atas pembelian mukena pink dan beige. Penjualan mukena itu mencapai lebih dari 5.000 buah.

Akhir-akhir ini, admin media sosial DJP memang terpantau sering memberi komentar unggahan beberapa netizen yang memperlihatkan harta dan penghasilan lainnya. Belum lama ini, DJP melontarkan komentar terhadap unggahan foto yang memuat saldo rekening tabungan hingga Rp1,7 triliun. (kaw)

Baca Juga: Ketentuan Laporan Penerima Tax Allowance Berubah, Hati-Hati Diperiksa

@DitjenPajakRI:
penjualan mukena 5000 buah @ Rp. 3,5 juta
Rp. 3.500.000 x 5000 = Rp. 17,5 Miliar
PPN 10% = Rp. 1,75 Miliar

Baca Juga: Kata Sri Mulyani, Virus Corona Pengaruhi Setoran Pajak di 2 Sektor Ini

Cuitan DJP tersebut, seperti biasanya, mengundang komentar dari netizen. Rata-rata netizen langsung menyebut perhitungan PPN ini berkaitan dengan Syahrini. Beberapa dari mereka juga ada justru berdiskusi terkait ketentuan pengusaha kena pajak (PKP), seperti berikut:

@lovamarciano: tapikan syahrini non pkp min 🤔.

@maswanz: Otomatis PKP karena peredaran di atas 4.8M

@lovamarciano: oh walopun wp pribadi tetap ada statu pkp ya pak?

@duta_eka: Pkp gak liat wpnya op atau badan, asal peredaran usaha di atas 4,8M wajib pkp

Beberapa netizen juga berdiskusi terkait nilai dasar pengenaan pajak, seperti berikut:

Baca Juga: Ini Rincian Realisasi Penerimaan per Jenis Pajak, PPh Badan Anjlok

@moan1974: Bukan dr harga dasar dl ya min ditambah pajak 10% baru terlihat harga jual..... Krn bisa jadi kan harga 3,5jt itu harga jual tp harga dasarnya blm tau berapa #MohonPencerahannya

@almondsurge: engga mas, PPN itu dr penyerahan.

@moan1974: Owhhh gt krn biasanya kl beli barang itu sll dibilang ini sdh termasuk pajak atau ada juga blg blm termasuk pajak sehingga ada penambahan dr harga awal.

@almondsurge: ada 2 metode mas, ada metode biasa, yg kalo beli belum termasuk pajak, ama yg udh termasuk. biasanya yg udh termasuk, sm penjual harga sdh di gross up. ujung2nya total harganya sama kok.

Akun Instagram Fatimah Syahrini Scarf (akun toko online milik Syahrini) sekitar 3 hari yang lalu menggungah ucapan terima kasih atas pembelian mukena pink dan beige. Penjualan mukena itu mencapai lebih dari 5.000 buah.

Akhir-akhir ini, admin media sosial DJP memang terpantau sering memberi komentar unggahan beberapa netizen yang memperlihatkan harta dan penghasilan lainnya. Belum lama ini, DJP melontarkan komentar terhadap unggahan foto yang memuat saldo rekening tabungan hingga Rp1,7 triliun. (kaw)

Baca Juga: Ketentuan Laporan Penerima Tax Allowance Berubah, Hati-Hati Diperiksa
Topik : PPN, Syahrini, DJP
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Kamis, 30 Januari 2020 | 13:20 WIB
UKRAINA
Jum'at, 31 Januari 2020 | 13:38 WIB
BARANG KIRIMAN
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Senin, 23 April 2018 | 11:11 WIB
PERSPEKTIF
berita pilihan
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:36 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:11 WIB
KOTA BOGOR
Kamis, 20 Februari 2020 | 18:03 WIB
ALOKASI DANA TRANSFER
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:50 WIB
PROFIL PAJAK KOTA SURABAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:15 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:26 WIB
SELEKSI CALON PROFESIONAL DDTC
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:18 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:07 WIB
INDEKS KERAHASIAAN FINANSIAL GLOBAL
Kamis, 20 Februari 2020 | 15:57 WIB
PROYEKSI EKONOMI