Fokus
Literasi
Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI
Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Mengkaji 'Insentif Hijau' untuk Perbankan

A+
A-
446
A+
A-
446
Mengkaji 'Insentif Hijau' untuk Perbankan

PENERIMAAN pajak tahun ini belum menemui titik terang, seiring dengan dampak pandemi Covid-19 yang menggerus perekonomian. Terjadinya resesi pada kuartal III/2020 semakin mengkhawatirkan karena penerimaan pajak nasional terancam tidak bisa mencapai target akhir tahun.

Realisasi penerimaan pajak semester I-2020 minus 12% dibandingkan dengan capaian periode sama tahun sebelumnya. Penerimaan pajak secara keseluruhan diprediksi menurun, meskipun pemerintah sudah dua kali merevisi target penerimaan pajak 2020.

Tahun ini pemerintah menargetkan pendapatan pajak Rp 1.198 triliun. Pada saat yang sama, banyak sekali belanja untuk mengakomodasi biaya penanganan Covid-19. Pemerintah juga harus menggelontorkan pengeluaran lain untuk stimulus dan program pemulihan ekonomi.

Cara memanfaatkan pandemi ini untuk mendongkrak penerimaan pajak adalah memaksimalkan fungsi regulerend pajak. Sekilas fungsi ini memang terlihat mengurangi pajak, tetapi negara akan mendapatkan efek berganda perekonomian, yang akhirnya juga menambah setoran pajak.

Salah satu efek berganda dari insentif pajak seperti diatur PMK 28/2020, PMK 44/2020, dan yang terbaru PP 29/2020. adalah menjadi stimulus bagi wajib pajak untuk meningkatkan kepatuhannya. Dengan demikian, penerimaan pajak dipastikan akan tetap optimal.

Di tengah kondisi pandemi misalnya, insentif pajak kepada pelaku usaha akan mengoptimalkan pendapatan usaha, sehingga usaha tersebut dapat bertahan di tengah daya beli yang menurun. Akhirnya, pelaku usaha akan tetap mampu membayarkan pajaknya.

Insentif Perbankan
SALAH isu paling krusial dalam penerapan insentif ini adalah sektor usaha yang menerima insentif tersebut. Jika dicermati, sektor keuangan khususnya perbankan dan lembaga keuangan lainnya, adalah sektor yang punya andil besar dalam perekonomian.

Sebagai institusi pemberi kredit, sektor ini juga sebenarnya juga turut bertanggung jawab atas meningkatnya degradasi lingkungan akibat pemberian pinjaman. Untuk itu, sektor perbankan bisa menyusun regulasi dampak lingkungan atau perubahan iklim yang masuk dalam analisis kredit.

Sejalan dengan itu, pemerintah melalui bank dapat memberikan ‘insentif hijau’ kepada debitur yang berkomitmen menurunkankan emisi karbon dalam menjalankan usaha. Insentif ini dapat menurunkan suku bunga kredit, pelonggaran waktu pinjaman, hingga penambahan fasilitas kredit bagi debitur.

Insentif ini juga akan mendorong tumbuhnya pelaku usaha, sehingga otomatis meningkatkan kepatuhan debitur untuk membayar pajak. Pemerintah dapat memberi insentif kepada bank yang berkomitmen menerapkan ‘insentif hijau’ ini.

Insentif pajak ke sektor keuangan ini akan memicu efek berganda. Semakin banyak bank menerapkan ‘insentif hijau’, semakin banyak calon debitur mengajukan kredit ke bank tersebut. Debitur akan turut berkomitmen mengembangkan usaha dengan menurunkan emisi karbon yang dihasilkan.

Meningkatnya jumlah debitur yang mengajukkan kredit ke bank, otomatis meningkatkan pendapatan bank, seiring dengan peningkatan pembayaran pajaknya. Jumlah debitur bank di Indonesia terbilang cukup besar dengan kontribusi sebesar Rp4057,46 triliun (Otoritas Jasa Keuangan, 2019).

Sektor industri dan pengolahan, sektor yang selama ini menjadi penyetor pajak terbesar, adalah debitur bank nomor dua terbesar. Pemberian ‘insentif hijau’ akan efektif menjawab ancaman shortfall dengan optimalisasi penerimaan pajak dari efek berganda yang tercipta dari usaha tersebut.

Penerimaan ini bisa dimulai dari tambahan penerimaan dari bank dan dari penerima kredit. Insentif ini juga akan meningkatkan kepatuha pajak keduanya. Bank akan mendapatkan peningkatan pendapatan dari penurunan pajak dan peningkatan jumlah debitur.

Dari perspektif pemerintah, selain meningkatkan penerimaan, ‘insentif hijau’ juga bisa membantu pemerintah mewujudkan perbaikan lingkungan, menunjang ekosistem pembiayaan berkelanjutan, dan berbagai upaya lain untuk menjaga kelestarian alam.

(Disclaimer)
Topik : lomba menulis DDTC 2020, lomba menulis pajak, insentif perbankan

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Adinda

Senin, 30 November 2020 | 22:53 WIB
Saya setuju dengan penerapan insentif hijau. Saya kira akan efektif, apalagi Indonesia melalui paris agreement telah berkomitmen menurunkan emisi sebesar 29% pada tahun 2030, tentu ini bukan suatu hal mudah, perlu kerjasama dari banyak sektor, khususnya perbankan yang memberi kredit kepada pelaku us ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 18 November 2020 | 10:23 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020

Persoalan di Balik DGT-Form selama Pandemi

Selasa, 17 November 2020 | 10:10 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020

Tantangan DJP di Era Teknologi Informasi

Senin, 16 November 2020 | 10:56 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020

Insentif Pajak untuk Memanusiakan Manusia

Minggu, 15 November 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020

Mengedepankan Pajak sebagai Stimulus dan Controller

berita pilihan

Senin, 06 Desember 2021 | 19:00 WIB
MALAYSIA

Pacu Industri Pariwisata 2022, Berbagai Insentif Pajak Disiapkan

Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Tempat Lelang Berikat?

Senin, 06 Desember 2021 | 18:00 WIB
PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

Jangan Gampang Tergiur Penawaran Aset Kripto, Investor Perlu Tahu Ini

Senin, 06 Desember 2021 | 17:21 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Target Presidensi G-20 Indonesia: Proposal Pilar 1 Diteken Juli 2022

Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI

Cara Mengajukan Pemesanan Pita Cukai Rokok

Senin, 06 Desember 2021 | 16:37 WIB
KPP PRATAMA KUBU RAYA

Telusuri Aset WP yang Tunggak Pajak, DJP Gandeng Pemda

Senin, 06 Desember 2021 | 16:30 WIB
KINERJA FISKAL

Dana Pemda yang Mengendap di Bank Segera Susut, Ini Alasan Pemerintah

Senin, 06 Desember 2021 | 16:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Curhat Komunitas Difabel ke DJP: Literasi Pajak Masih Minim