Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Mau Tahu Soal Pajak Properti? Baca Buku Ini

A+
A-
1
A+
A-
1

Tampilan sampul depan buku berjudul ‘Rekonstruksi Pajak Properti’.

BERANGKAT dari keinginan untuk mengisi kelangkaan buku pajak properti, dua akademisi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Damas Dwi Anggoro dan Rosalita Rachma Agusti menulis buku berjudul ‘Rekonstruksi Pajak Properti’.

Penulisan buku referensi ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu informasi bagi kalangan akademisi, peneliti, dan praktisi perpajakan yang tertarik untuk melakukan penulisan dan penelitian lebih lanjut mengenai pajak properti di Tanah Air.

“Diharapkan dengan ditulisnya buku ini, memberikan manfaat dalam memahami teori dan implementasi pajak properti di berbagai negara dan secara khusus di Indonesia. Buku ini mempunyai keistimewaan yaitu adanya taxonomy pajak properti,” demikian kutipan pengantar dari penulis dalam buku tersebut.

Baca Juga: Tahu Kepulauan Raja Ampat? Cek Profil Pajak Provinsinya di Sini

Selain mengisi kelangkaan buku pajak properti yang jarang ditemui di Indonesia, ada tiga aspek lain yang ingin disasar oleh penulis. Pertama, menambah pemahaman mengenai pajak properti dari berbagai sudut pandang para ahli yaitu penilai, konsultan pajak, akademisi dan pengambil kebijakan.

Kedua, merekonstruksi penggunaan terminologi pajak properti. Ketiga, memperkaya perspektif. Dalam penyusunannya, penulis mengaku mendapat masukan dan motivasi yang berharga dari Managing Partner DDTC Darussalam dan Partner of Tax Research & Training Services DDTC B. Bawono Kristiaji.

Buku yang diterbitkan UB Press ini juga menghadirkan pengantar dari Darussalam sebagai pakar. Dalam pengantarnya, Darussalam menyebut properti merupakan bentuk kekayaan yang menjadi wujud dari distribusi pendapatan.

Baca Juga: Hakim Perlu Mengedepankan Asas Iktikad Baik di Bidang Pajak, Mengapa?

Aspek perpajakan terkait properti, sambungnya, telah diterapkan di berbagai negara dan berkontribusi dalam menyumbang penerimaan negara. Berbagai terminologi kerap digunakan dalam kaitannya dengan konsep pajak properti.

Secara konseptual teoritis maupun praktis di berbagai negara, pemungutan pajak properti memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan pemungutan pajak lain baik yang berbasis pendapatan maupun konsumsi.

Tipologi pajak properti, lanjut dia, penting untuk dipahami karena karakter tersebut yang patut dipertimbangkan dalam menentukan formulasi kebijakan yang tepat. Buku ini dinilai hadir dengan ide yang original terkait pajak properti.

Baca Juga: Dikecualikan dari Aturan Baru de Minimis, Bea Masuk Impor Buku 0%

“Keberadaan buku ini dapat memberikan sudut pandang yang baru ditengah inkonsistensi penggunaan terminologi pajak properti. Selain itu, buku ini tentunya akan melengkapi literatur perpajakan dengan konten buku yang disajikan secara komprehensif,” ungkap Darussalam.

Buku ini cocok untuk para pemangku kepentingan, akademisi, pelaku usaha di sektor properti, maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui tentang pajak properti. (kaw)

Baca Juga: Kitab Suci dan Buku Keagamaan Diusulkan Bebas Pajak

“Diharapkan dengan ditulisnya buku ini, memberikan manfaat dalam memahami teori dan implementasi pajak properti di berbagai negara dan secara khusus di Indonesia. Buku ini mempunyai keistimewaan yaitu adanya taxonomy pajak properti,” demikian kutipan pengantar dari penulis dalam buku tersebut.

Baca Juga: Tahu Kepulauan Raja Ampat? Cek Profil Pajak Provinsinya di Sini

Selain mengisi kelangkaan buku pajak properti yang jarang ditemui di Indonesia, ada tiga aspek lain yang ingin disasar oleh penulis. Pertama, menambah pemahaman mengenai pajak properti dari berbagai sudut pandang para ahli yaitu penilai, konsultan pajak, akademisi dan pengambil kebijakan.

Kedua, merekonstruksi penggunaan terminologi pajak properti. Ketiga, memperkaya perspektif. Dalam penyusunannya, penulis mengaku mendapat masukan dan motivasi yang berharga dari Managing Partner DDTC Darussalam dan Partner of Tax Research & Training Services DDTC B. Bawono Kristiaji.

Buku yang diterbitkan UB Press ini juga menghadirkan pengantar dari Darussalam sebagai pakar. Dalam pengantarnya, Darussalam menyebut properti merupakan bentuk kekayaan yang menjadi wujud dari distribusi pendapatan.

Baca Juga: Hakim Perlu Mengedepankan Asas Iktikad Baik di Bidang Pajak, Mengapa?

Aspek perpajakan terkait properti, sambungnya, telah diterapkan di berbagai negara dan berkontribusi dalam menyumbang penerimaan negara. Berbagai terminologi kerap digunakan dalam kaitannya dengan konsep pajak properti.

Secara konseptual teoritis maupun praktis di berbagai negara, pemungutan pajak properti memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan pemungutan pajak lain baik yang berbasis pendapatan maupun konsumsi.

Tipologi pajak properti, lanjut dia, penting untuk dipahami karena karakter tersebut yang patut dipertimbangkan dalam menentukan formulasi kebijakan yang tepat. Buku ini dinilai hadir dengan ide yang original terkait pajak properti.

Baca Juga: Dikecualikan dari Aturan Baru de Minimis, Bea Masuk Impor Buku 0%

“Keberadaan buku ini dapat memberikan sudut pandang yang baru ditengah inkonsistensi penggunaan terminologi pajak properti. Selain itu, buku ini tentunya akan melengkapi literatur perpajakan dengan konten buku yang disajikan secara komprehensif,” ungkap Darussalam.

Buku ini cocok untuk para pemangku kepentingan, akademisi, pelaku usaha di sektor properti, maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui tentang pajak properti. (kaw)

Baca Juga: Kitab Suci dan Buku Keagamaan Diusulkan Bebas Pajak
Topik : buku pajak, buku, literasi pajak, pajak properti, kajian pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 19 Desember 2018 | 18:42 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 02 Oktober 2019 | 16:01 WIB
LITERASI PAJAK
Jum'at, 12 Juli 2019 | 17:37 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 17 Desember 2019 | 12:50 WIB
LITERASI PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 17 Maret 2017 | 19:41 WIB
LAPORAN DARI AMSTERDAM
Jum'at, 31 Maret 2017 | 15:51 WIB
INOVASI ORGANISASI
Selasa, 14 Maret 2017 | 14:50 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Senin, 23 Oktober 2017 | 16:42 WIB
AMNESTI PAJAK
Senin, 05 September 2016 | 07:03 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Jum'at, 22 Maret 2019 | 18:46 WIB
KEADILAN PAJAK
Selasa, 27 Februari 2018 | 13:21 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
Jum'at, 01 Maret 2019 | 19:39 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
Jum'at, 20 Juli 2018 | 15:35 WIB
KETIMPANGAN PAJAK
Jum'at, 26 April 2019 | 15:28 WIB
PERTUKARAN INFORMASI PAJAK