Review
Jum'at, 03 April 2020 | 20:18 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 17:38 WIB
ANALISIS PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 18:59 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Rabu, 01 April 2020 | 18:28 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 03 April 2020 | 20:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN TRENGGALEK
Jum'at, 03 April 2020 | 19:11 WIB
TIPS MENGISI E-BILLING
Jum'at, 03 April 2020 | 18:35 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 16:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & alat
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Rabu, 01 April 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 1 APRIL-7 APRIL 2020
Rabu, 25 Maret 2020 | 07:34 WIB
KURS PAJAK 25 MARET-31 MARET 2020
Komunitas
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Senin, 30 Maret 2020 | 17:29 WIB
UNIVERSITAS PANCASILA
Senin, 30 Maret 2020 | 16:19 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase

Mau Tahu Soal Pajak Properti? Baca Buku Ini

A+
A-
1
A+
A-
1
Mau Tahu Soal Pajak Properti? Baca Buku Ini

Tampilan sampul depan buku berjudul ‘Rekonstruksi Pajak Properti’.

BERANGKAT dari keinginan untuk mengisi kelangkaan buku pajak properti, dua akademisi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Damas Dwi Anggoro dan Rosalita Rachma Agusti menulis buku berjudul ‘Rekonstruksi Pajak Properti’.

Penulisan buku referensi ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu informasi bagi kalangan akademisi, peneliti, dan praktisi perpajakan yang tertarik untuk melakukan penulisan dan penelitian lebih lanjut mengenai pajak properti di Tanah Air.

“Diharapkan dengan ditulisnya buku ini, memberikan manfaat dalam memahami teori dan implementasi pajak properti di berbagai negara dan secara khusus di Indonesia. Buku ini mempunyai keistimewaan yaitu adanya taxonomy pajak properti,” demikian kutipan pengantar dari penulis dalam buku tersebut.

Baca Juga: Melihat Profil Pajak Kabupaten Pesisir Selatan Jawa

Selain mengisi kelangkaan buku pajak properti yang jarang ditemui di Indonesia, ada tiga aspek lain yang ingin disasar oleh penulis. Pertama, menambah pemahaman mengenai pajak properti dari berbagai sudut pandang para ahli yaitu penilai, konsultan pajak, akademisi dan pengambil kebijakan.

Kedua, merekonstruksi penggunaan terminologi pajak properti. Ketiga, memperkaya perspektif. Dalam penyusunannya, penulis mengaku mendapat masukan dan motivasi yang berharga dari Managing Partner DDTC Darussalam dan Partner of Tax Research & Training Services DDTC B. Bawono Kristiaji.

Buku yang diterbitkan UB Press ini juga menghadirkan pengantar dari Darussalam sebagai pakar. Dalam pengantarnya, Darussalam menyebut properti merupakan bentuk kekayaan yang menjadi wujud dari distribusi pendapatan.

Baca Juga: Mengkaji Pemajakan atas Mata Uang Virtual

Aspek perpajakan terkait properti, sambungnya, telah diterapkan di berbagai negara dan berkontribusi dalam menyumbang penerimaan negara. Berbagai terminologi kerap digunakan dalam kaitannya dengan konsep pajak properti.

Secara konseptual teoritis maupun praktis di berbagai negara, pemungutan pajak properti memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan pemungutan pajak lain baik yang berbasis pendapatan maupun konsumsi.

Tipologi pajak properti, lanjut dia, penting untuk dipahami karena karakter tersebut yang patut dipertimbangkan dalam menentukan formulasi kebijakan yang tepat. Buku ini dinilai hadir dengan ide yang original terkait pajak properti.

Baca Juga: Mendalami Kompleksitas Transfer Pricing atas Harta Tak Berwujud

“Keberadaan buku ini dapat memberikan sudut pandang yang baru ditengah inkonsistensi penggunaan terminologi pajak properti. Selain itu, buku ini tentunya akan melengkapi literatur perpajakan dengan konten buku yang disajikan secara komprehensif,” ungkap Darussalam.

Buku ini cocok untuk para pemangku kepentingan, akademisi, pelaku usaha di sektor properti, maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui tentang pajak properti. (kaw)

Baca Juga: Diskon Pajak Properti 30% Belum Cukup Turunkan Harga Sewa

“Diharapkan dengan ditulisnya buku ini, memberikan manfaat dalam memahami teori dan implementasi pajak properti di berbagai negara dan secara khusus di Indonesia. Buku ini mempunyai keistimewaan yaitu adanya taxonomy pajak properti,” demikian kutipan pengantar dari penulis dalam buku tersebut.

Baca Juga: Melihat Profil Pajak Kabupaten Pesisir Selatan Jawa

Selain mengisi kelangkaan buku pajak properti yang jarang ditemui di Indonesia, ada tiga aspek lain yang ingin disasar oleh penulis. Pertama, menambah pemahaman mengenai pajak properti dari berbagai sudut pandang para ahli yaitu penilai, konsultan pajak, akademisi dan pengambil kebijakan.

Kedua, merekonstruksi penggunaan terminologi pajak properti. Ketiga, memperkaya perspektif. Dalam penyusunannya, penulis mengaku mendapat masukan dan motivasi yang berharga dari Managing Partner DDTC Darussalam dan Partner of Tax Research & Training Services DDTC B. Bawono Kristiaji.

Buku yang diterbitkan UB Press ini juga menghadirkan pengantar dari Darussalam sebagai pakar. Dalam pengantarnya, Darussalam menyebut properti merupakan bentuk kekayaan yang menjadi wujud dari distribusi pendapatan.

Baca Juga: Mengkaji Pemajakan atas Mata Uang Virtual

Aspek perpajakan terkait properti, sambungnya, telah diterapkan di berbagai negara dan berkontribusi dalam menyumbang penerimaan negara. Berbagai terminologi kerap digunakan dalam kaitannya dengan konsep pajak properti.

Secara konseptual teoritis maupun praktis di berbagai negara, pemungutan pajak properti memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan pemungutan pajak lain baik yang berbasis pendapatan maupun konsumsi.

Tipologi pajak properti, lanjut dia, penting untuk dipahami karena karakter tersebut yang patut dipertimbangkan dalam menentukan formulasi kebijakan yang tepat. Buku ini dinilai hadir dengan ide yang original terkait pajak properti.

Baca Juga: Mendalami Kompleksitas Transfer Pricing atas Harta Tak Berwujud

“Keberadaan buku ini dapat memberikan sudut pandang yang baru ditengah inkonsistensi penggunaan terminologi pajak properti. Selain itu, buku ini tentunya akan melengkapi literatur perpajakan dengan konten buku yang disajikan secara komprehensif,” ungkap Darussalam.

Buku ini cocok untuk para pemangku kepentingan, akademisi, pelaku usaha di sektor properti, maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui tentang pajak properti. (kaw)

Baca Juga: Diskon Pajak Properti 30% Belum Cukup Turunkan Harga Sewa
Topik : buku pajak, buku, literasi pajak, pajak properti, kajian pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Jum'at, 03 Januari 2020 | 17:23 WIB
FILIPINA
Kamis, 05 Desember 2019 | 13:06 WIB
PERJANJIAN PENGHINDARAN PAJAK BERGANDA
Selasa, 01 Oktober 2019 | 14:09 WIB
REFORMASI PAJAK
Senin, 27 Januari 2020 | 19:52 WIB
DDTC NEWSLETTER
berita pilihan
Jum'at, 03 April 2020 | 20:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN TRENGGALEK
Jum'at, 03 April 2020 | 20:18 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 19:34 WIB
SE-03/2020
Jum'at, 03 April 2020 | 19:11 WIB
TIPS MENGISI E-BILLING
Jum'at, 03 April 2020 | 19:01 WIB
SE-03/2020
Jum'at, 03 April 2020 | 18:35 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:58 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 03 April 2020 | 17:38 WIB
ANALISIS PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 03 April 2020 | 16:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK