Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

KPPBC Sintete Hibahkan Barang Hasil Tegahan

0
0
Serah terima hibah BMN oleh KPPBC TMP C Sintete melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. (Foto: kemenkeu.go.id)

SAMBAS, DDTCNews - Beberapa waktu lalu, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Sintete menghibahkan 2.376 kg gula, 1.220 kg beras, dan 190 kg bawang kepada panti asuhan, pondok pesantren, dan masyarakat yang membutuhkan.

Kepala KPPBC Sintete Aris Sudarmanto mengatakan barang-barang tersebut merupakan Barang Milik Negara (BMN) eks tegahan. BMN ini diserahkan kepada Bupati Sambas untuk disalurkan melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Ini adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah, semoga menjadi stimulan rezeki untuk masyarakat Sambas,” katanya seperti dikutip dari laman Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Baca Juga: Soal Kenaikan Tarif Cukai Rokok, Ini Kata Dirjen Bea Cukai

Barang-barang tersebut merupakan hasil Operasi Kemarau di perbatasan yang tujuannya mencegah penyalahgunaan fasilitas pelintas batas.

Sebagai informasi, fasilitas pelintas batas ini mengatur masyarakat perbatasan yang mendapatkan kebutuhan pokok dari Malaysia, namun tak boleh keluar dari wilayah yang telah diatur.

Keputusan hibah ini diambil setelah berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singkawang dan pertimbangan untuk kepentingan sosial. (Gfa)

Baca Juga: BPK Surati Presiden Jokowi Soal Badan Otonom Pajak, Ini Kata DPR

“Ini adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah, semoga menjadi stimulan rezeki untuk masyarakat Sambas,” katanya seperti dikutip dari laman Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Baca Juga: Soal Kenaikan Tarif Cukai Rokok, Ini Kata Dirjen Bea Cukai

Barang-barang tersebut merupakan hasil Operasi Kemarau di perbatasan yang tujuannya mencegah penyalahgunaan fasilitas pelintas batas.

Sebagai informasi, fasilitas pelintas batas ini mengatur masyarakat perbatasan yang mendapatkan kebutuhan pokok dari Malaysia, namun tak boleh keluar dari wilayah yang telah diatur.

Keputusan hibah ini diambil setelah berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singkawang dan pertimbangan untuk kepentingan sosial. (Gfa)

Baca Juga: BPK Surati Presiden Jokowi Soal Badan Otonom Pajak, Ini Kata DPR
Topik : djbc, bea dan cukai, barang milik negara, hibah
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Rabu, 21 September 2016 | 08:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 20 September 2016 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN INVESTASI
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:11 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Senin, 06 Mei 2019 | 18:37 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 10 April 2019 | 16:37 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Senin, 18 Maret 2019 | 16:49 WIB
KEPATUHAN PAJAK