Academy - IC TP Batch 34
News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
STHI JENTERA

Dari Beasiswa DDTC hingga Menjadi Wisudawan Berprestasi

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Kamis, 15 Oktober 2026 | 18.30 WIB
Dari Beasiswa DDTC hingga Menjadi Wisudawan Berprestasi
<p>Wisudawan STHI Jentera Muhamad Ilham Saepul Ramdhan (kiri) dan Co-Founder DDTC Danny Septriadi.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera menggelar wisuda sarjana tahun akademik 2025/2026. Salah satu orang alumninya merupakan penerima beasiswa penuh dari DDTC.

Penerima beasiswa DDTC tersebut adalah Muhamad Ilham Saepul Ramdhan. Dia berhasil lulus dengan pujian (cum laude) sekaligus menyabet gelar Wisudawan Berprestasi dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,75.

"Terima kasih DDTC, khususnya [Founder DDTC] Pak Darussalam dan Pak Danny Septriadi, yang telah memberikan dukungan penuh kepada saya untuk bisa menempuh pendidikan di STHI Jentera," ujarnya selepas wisuda, Kamis (15/10/2026).

Ilham bersyukur memperoleh dukungan beasiswa dari DDTC selama menempuh pendidikan sarjana hukum di STHI Jentera. Menurutnya, adanya beasiswa DDTC membuat dirinya menjadi lebih fokus dalam mengeksplorasi berbagai minat di bidang hukum selama 4 tahun.

Dia mengaku aktif berkegiatan lingkungan internal maupun eksternal kampus. Mulai dari mengikuti forum diskusi; organisasi kampus; kompetisi seperti lomba legal opinion, karya tulis, dan lomba penyusunan kesepakatan mediasi; hingga memperoleh sejumlah sertifikasi.

"Alhamdulillah di beberapa kompetisi saya menyabet penghargaan. Saya juga pernah mengikuti 2 sertifikasi, yaitu sertifikasi negosiasi dan mediasi non-litigasi. Saya kira ini menjadi faktor penilaian untuk wisudawan berprestasi," katanya.

Ilham juga pernah mengikuti berbagai pelatihan untuk memperkaya ilmu hukum, misalnya pelatihan paralegal serta legal practice course. Dia juga sempat mengikuti kelas intensif kepailitan secara online dari pelatihan hukum Indonesia.

Daftar kegiatan Ilham bertambah panjang dengan aktif di beberapa proyek, salah satunya Klinik Etik dan Advokasi yang diselenggarakan Komisi Yudisial (KY) pada tahun 2023 dan 2024.

"Saya terpilih menjadi delegasi Jambore, yakni acara puncak dari klinik etik dan advokasi KY. Kami dari universitas mitra dikumpulkan, ada perlombaan juga. Waktu itu saya juara III lomba telaah kasus perbuatan merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim (PMKH)," tuturnya.

Pada tahun terakhir kuliah, Ilham juga menyelesaikan skripsi yang berjudul Aspek Hukum Hak Tagih (Cessie) yang Dijamin dengan Jaminan Kebendaan dan Pemberesan Boedel Pailit (Studi Putusan Nomor 27/PK/Pdt.Sus-Pailit/2025).

Mengingat DDTC fokus pada dunia perpajakan, Ilham selaku penerima beasiswa DDTC menjelaskan skripsinya tidak mengambil topik spesifik mengenai hukum perpajakan.

Hal tersebut dikarenakan saat menerima beasiswa pada 2022, belum ada kebijakan seperti sekarang yang mewajibkan penerima beasiswa DDTC menyusun skripsi seputar topik hukum perpajakan.

"Tapi ketika kuliah saya ambil mata kuliah pilihan hukum pajak. Alhamdulillah ini salah satu mata kuliah yang nilainya tertinggi sampai 94. Dari semua mata kuliah yang saya ambil, hukum pajak ini yang paling tinggi nilainya," ujar Ilham.

Dia juga mengaku antusias dalam mengikuti mata kuliah yang diajarkan oleh Co-Founder DDTC Danny Septriadi. Menurutnya, Danny tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menyuguhkan studi kasus, perihal teknis, serta hak-hak wajib pajak.

Kelas oleh Founder DDTC juga membahas banyak soal pengadilan pajak dan cara-cara berpraktik di ranah hukum perpajakan. Dalam satu kesempatan, 15 mahasiswa yang memilih mata kuliah hukum perpajakan pun diajak company visit ke Menara DDTC dan perpustakaan DDTC.

"Kami pernah berkunjung dan belajar ke DDTC, ke perpustakaan DDTC juga. Saat kuliah, ada 2 kata kunci yang akan terus saya ingat dari Pak Danny, yaitu kapasitas dan integritas. Ini 2 hal penting bagi saya ke depan menjadi profesional di bidang apa pun," kata Ilham.

Ilham kini resmi menyandang gelar sarjana dan berkeinginan untuk langsung terjun ke lapangan menjadi praktisi hukum. Jika ada kesempatan, dia juga ingin melanjutkan pendidikan S2 dan meraih gelar master di bidang hukum dalam kurun 5 tahun ke depan. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.