Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Kerek Upah Minimum Pekerja, Tarif PPN Bakal Dinaikkan

0
0

Ilustrasi. 

ABUJA, DDTCNews – Otoritas pajak Nigeria (Federal Inland Revenue Service/FIRS) berencana untuk menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN). Tarif PPN yang berlaku saat ini sebesar 5%, akan dikerek menjadi sekitar 6,75% hingga 7,25%.

Ketua FIRS Nigeria Babatunde Fowler mengatakan kenaikan PPN yang akan datang merupakan salah satu langkah sebagai upaya penerimaan pajak 2109 yang dipatok sebanyak 8 triliun naira (sekitar Rp314,69 triliun).

“Kenaikan tarif pajak ini akan mempengaruhi pajak penghasilan perusahaan dan pajak atas laba minyak. Pada akhir tahun ini, kita harus siap untuk kenaikan tarif PPN. Banyak orang Nigeria melakukan perjalanan ke Ghana dan negara-negara Afrika Barat lainnya dan mereka melihat tarif yang lebih tinggi,” katanya di Abuja seperti dikutip pada Rabu (20/3/2019).

Baca Juga: DJP: Insentif PPN Pesawat Udara Tak Gerus Penerimaan

Menurutnya, kenaikan PPN tersebut akan berkisar antara 35% hingga 50% dari tarif yang berlaku saat ini. Kenaikan tarif tersebut juga sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai upah minimum para pekerja di Nigeria.

Pasalnya, upah minimum pekerja saat ini yakni 18.000 naira (sekitar Rp708.312) dinilai terlalu rendah bagi para pekerja untuk memenuhi kebutuhan. Pemerintah Nigeria maupun federal sudah seharusnya meninjau upah tersebut setiap 5 tahun sekali.

Saat ini, pemerintah telah mengusulkan upah minimum pekerja pada masa mendatang menjadi 30.000 naira (sekitar Rp1,18 juta). Jika disepakati oleh Senat, upah terbaru itu akan segera berlaku seiring dengan adanya kenaikan tarif PPN.

Baca Juga: Insentif Fiskal Maskapai Udara Perlu Dikawal

“Tentang upah minimum, ada masalah bagaimana dengan level lain, mereka akan negosiasi. Biasanya setelah pengumuman upah minimum, fase negosiasi muncul, mungkin tuntutan dari orang-orang yang berpenghasilan lebih dari itu,” katanya.

“Kenaikan tarif pajak ini akan mempengaruhi pajak penghasilan perusahaan dan pajak atas laba minyak. Pada akhir tahun ini, kita harus siap untuk kenaikan tarif PPN. Banyak orang Nigeria melakukan perjalanan ke Ghana dan negara-negara Afrika Barat lainnya dan mereka melihat tarif yang lebih tinggi,” katanya di Abuja seperti dikutip pada Rabu (20/3/2019).

Baca Juga: DJP: Insentif PPN Pesawat Udara Tak Gerus Penerimaan

Menurutnya, kenaikan PPN tersebut akan berkisar antara 35% hingga 50% dari tarif yang berlaku saat ini. Kenaikan tarif tersebut juga sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai upah minimum para pekerja di Nigeria.

Pasalnya, upah minimum pekerja saat ini yakni 18.000 naira (sekitar Rp708.312) dinilai terlalu rendah bagi para pekerja untuk memenuhi kebutuhan. Pemerintah Nigeria maupun federal sudah seharusnya meninjau upah tersebut setiap 5 tahun sekali.

Saat ini, pemerintah telah mengusulkan upah minimum pekerja pada masa mendatang menjadi 30.000 naira (sekitar Rp1,18 juta). Jika disepakati oleh Senat, upah terbaru itu akan segera berlaku seiring dengan adanya kenaikan tarif PPN.

Baca Juga: Insentif Fiskal Maskapai Udara Perlu Dikawal

“Tentang upah minimum, ada masalah bagaimana dengan level lain, mereka akan negosiasi. Biasanya setelah pengumuman upah minimum, fase negosiasi muncul, mungkin tuntutan dari orang-orang yang berpenghasilan lebih dari itu,” katanya.

Topik : VAT, PPN, nigeria, upah minimum
artikel terkait
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA