Berita
Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:00 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI
Kamis, 06 Agustus 2020 | 06:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Review
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 22 Juli 2020 | 11:59 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK REZIM PAJAK
Komunitas
Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:05 WIB
DDTC PODTAX
Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:30 WIB
FAQIH RUSDIANA
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:01 WIB
MADONNA:
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:56 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase

Investor Generasi Z Bertambah, Penjualan ORI-017 Tembus Rp18,3 Triliun

A+
A-
1
A+
A-
1
Investor Generasi Z Bertambah, Penjualan ORI-017 Tembus Rp18,3 Triliun

Ilustrasi. (foto: DJPPR)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah menetapkan penjualan obligasi negara ritel seri ORI-017 senilai Rp18,33 triliun. Penjualan itu berasal dari 42.733 investor. Porsi investor baru mencapai 23.949 orang atau 56% dari total investor.

Plt Direktur SUN DJPPR Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan penjualan ORI-017 juga memecahkan rekor penerbitan surat berharga negara (SBN) ritel tertinggi sejak dijual secara online pada 2018. Rekor itu baik secara nominal, jumlah total investor, maupun jumlah investor baru.

“Dana hasil penjualan ORI-017 akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2020, termasuk untuk program penanggulangan dan pemulihan dampak pandemi Covid-19," katanya saat siaran langsung (live) melalui Instagram, Senin (13/7/2020).

Baca Juga: Implementasi PMK 89/2020, DJP: Tidak Ada Aplikasi Baru

Deni mengatakan tingginya pemesanan ORI-017 disebabkan tiga hal. Pertama, aspek keamanan. ORI merupakan produk investasi yang diterbitkan pemerintah sehingga terjamin pembayaran pokok dan kuponnya. Imbal hasil yang ditawarkan juga dinilai menarik.

Kedua, aspek kenyamanan. Di tengah kondisi pembatasan sosial, proses pemesanannya cukup dilakukan secara online. Ketiga, aspek kepedulian sosial. Pembelian sebagai bentuk dukungan masyarakat untuk bergotong-royong bersama pemerintah mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Deni menambahkan segmentasi investor untuk penjualan ORI-017 juga semakin luas, bahkan hingga kelompok usia di bawah 20 tahun atau generasi Z. Investor generasi Z atau pelajar menempati porsi 1% dari jumlah investor ORI-17, lebih tinggi dibanding penerbitan ORI-016 yang hanya 0,22%.

Baca Juga: DJP: Bebas Pilih Dasar Pengenaan Pajak Produk Pertanian Tertentu

"Ini suatu optimisme buat kita karena generasi Z yang basic-nya pelajar yang mau menyisihkan uang jajannya untuk berinvestasi. Mungkin dari nilainya relatif kecil dibanding baby boomers atau orang tuanya tapi ini bagus untuk menumbuhkan kebiasaan berinvestasi mereka," ujarnya.

Deni menyebut ada sekitar 2.000 investor ORI-017 yang hanya memesan Rp1 juta. Nilai tersebut merupakan batas terendah nilai pemesanan yang ditetapkan pemerintah. Kebanyakan adalah investor generasi Z.

Sementara itu, jumlah investor terbesar yang membeli ORI-017 berasal dari kelompok usia 20-40 tahun atau generasi milenial, yaitu sebanyak 18.452 investor atau 43% dari total investor. Adapun berdasarkan profesinya, pegawai swasta masih paling besar, yaitu sebanyak 37%.

Baca Juga: BKPM Minta Kemenkeu Revisi Ketentuan dalam PMK 71/2018, Ada Apa?

Jika dilihat dari tingkat keritelan ORI-017, menurut Deni, sudah lebih baik dibandingkan dengan seri ORI-016. Hal ini terlihat dari rata-rata pembelian ORI-017 yang mencapai Rp429,1 juta, lebih rendah dari rata-rata pembelian ORI-016 di Rp447,9 juta.

Pemerintah telah menawarkan ORI-017 sejak 15 Juni hingga 9 Juli 2020. ORI-017 ditawarkan dengan kupon jenis fixed rate sebesar 6,4% per tahun. Besaran kupon itu lebih rendah dibanding ORI-016 yang sebesar 6,8%. (kaw)

Baca Juga: Simak, Pernyataan Resmi DJP Soal PMK Baru Tax Allowance
Topik : ORI, obligasi ritel, SBN, Kemenkeu, investasi, surat utang
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 28 Juli 2020 | 16:12 WIB
PMK 92/2020
Senin, 27 Juli 2020 | 15:52 WIB
PMK 92/2020
Senin, 27 Juli 2020 | 13:55 WIB
PENEMPATAN UANG NEGARA
Jum'at, 24 Juli 2020 | 14:07 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
berita pilihan
Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:00 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI
Kamis, 06 Agustus 2020 | 06:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:35 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:30 WIB
KABUPATEN BANDUNG
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:10 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:02 WIB
STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:34 WIB
KINERJA EKONOMI KUARTAL II/2020