Berita
Jum'at, 30 September 2022 | 19:29 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:11 WIB
KERJA SAMA PAJAK INTERNASIONAL
Jum'at, 30 September 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 30 September 2022 | 17:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 September 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Jum'at, 30 September 2022 | 11:54 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 16:42 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 14:09 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Ini Proyeksi World Bank Soal Perekonomian Indonesia

A+
A-
1
A+
A-
1
Ini Proyeksi World Bank Soal Perekonomian Indonesia

Ilustrasi. Headquarters World Bank. (foto: blogs.worldbank.org)

JAKARTA, DDTCNews – World Bank memprediksi pertumbuhan ekonomi rata-rata negara Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia, mencapai 4,4% pada tahun ini. Hanya China dan Vietnam yang pertumbuhannya diproyeksi melesat tahun ini, masing-masing 8,1% dan 6,6%.

Kepala Ekonom World Bank untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo mengatakan tren pemulihan ekonomi Indonesia dari pandemi Covid-19 hampir sama seperti negara-negara lain di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

"Negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan akan mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 4,4%," katanya, Jumat (26/3/2021).

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 2023 Dipatok 5,3%, Juga Perhitungkan Risiko Resesi

Aaditya mengatakan pemulihan ekonomi di negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik terlihat tidak merata karena hanya China dan Vietnam yang menunjukkan grafik pemulihan berbentuk huruf V.

Indonesia bersama beberapa negara lain dianggap tumbuh secara rata-rata. Namun, pada negara-negara di kepulauan Pasifik, upaya pemulihannya akan lebih sulit.

Dia menyebut kinerja perekonomian tersebut sangat bergantung kepada efektivitas pengendalian virus, pemanfaatan pemulihan perdagangan internasional, serta kemampuan pemerintah di negara masing-masing memberikan dukungan fiskal dan moneter.

Baca Juga: Jokowi: Tumbuhnya Penerimaan Pajak Bukti Pemulihan Ekonomi Cukup Kuat

Soal penanganan pandemi, Aaditya menilai Indonesia termasuk negara yang masih memiliki tantangan besar dalam mengendalikan penularan dan angka kematian akibat Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperbanyak pembelian dan pendistribusian vaksin sekaligus mengatasi keraguan masyarakat soal vaksinasi.

World Bank memperkirakan upaya pemulihan ekonomi global yang didukung sebagian dari stimulus AS akan menggairahkan kembali perdagangan internasional. Namun, sektor pariwisata diproyeksi masih akan lemah atau belum pulih seperti sebelum Covid-19 hingga 2023.

"Ini akan memperlambat pemulihan ekonomi bagi negara-negara yang bergantung pada pariwisata," ujarnya. (kaw)

Baca Juga: Jokowi Minta Menteri dan Kepala Daerah Kompak Tangani Ancaman Inflasi

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : perekonomian Indonesia, PDB, pertumbuhan ekonomi, World Bank

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:17 WIB
RAPBN 2023

Jokowi Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 di Level 5,3%

Selasa, 16 Agustus 2022 | 09:30 WIB
FILIPINA

Dapat Dukungan World Bank, Menkeu Ini Harap Penerimaan Terkerek

Selasa, 09 Agustus 2022 | 14:30 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI

Wamenkeu Beberkan Syarat agar Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2% Tahun Ini

Selasa, 09 Agustus 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

BPS Catat Konsumsi Pemerintah Menurun, Begini Penjelasan BKF

berita pilihan

Jum'at, 30 September 2022 | 19:29 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Perseroan Perorangan Bisa Pilih Pakai Tarif PPh Final UMKM PP 23/2018

Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK

Pentingnya Masyarakat Melek Pajak, Ulasan Profesional DDTC di ITR

Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah?

Jum'at, 30 September 2022 | 18:11 WIB
KERJA SAMA PAJAK INTERNASIONAL

Sekjen PBB Dukung Pembentukan 'UN Tax Convention'

Jum'at, 30 September 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Perbaiki Keseimbangan Primer, Kemenkeu: Setoran Pajak Harus Meningkat

Jum'at, 30 September 2022 | 17:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pindah Alamat ke KPP Lain, WP Cabang Harus Ajukan Penghapusan NPWP

Jum'at, 30 September 2022 | 17:19 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Hari Oeang ke-76, Sri Mulyani Minta Jajarannya Sigap Hadapi Tantangan

Jum'at, 30 September 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Nama Lengkap AR Bisa Dicek di DJP Online, Begini Caranya

Jum'at, 30 September 2022 | 16:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Dashboard DJP Juga Bakal Pantau Realisasi Investasi Peserta PPS

Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022

Mengantisipasi Risiko Emigrasi Wajib Pajak Orang Kaya