Berita
Senin, 30 November 2020 | 11:00 WIB
LOMBA GRAFITAX DDTCNEWS 2020
Senin, 30 November 2020 | 09:28 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 08:45 WIB
PERPRES 112/2020
Senin, 30 November 2020 | 08:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Review
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 15 November 2020 | 08:01 WIB
KEPALA KANTOR BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA FINARI MANAN:
Fokus
Data & alat
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Rabu, 18 November 2020 | 09:35 WIB
KURS PAJAK 18 NOVEMBER - 24 NOVEMBER 2020
Sabtu, 14 November 2020 | 13:05 WIB
STATISTIK PAJAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Komunitas
Senin, 30 November 2020 | 10:29 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 29 November 2020 | 11:30 WIB
AGENDA KEPABEANAN
Minggu, 29 November 2020 | 10:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Sabtu, 28 November 2020 | 15:14 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase
Glosarium

Impor Turun, Neraca Perdagangan Juni 2018 Surplus

A+
A-
0
A+
A-
0
Impor Turun, Neraca Perdagangan Juni 2018 Surplus

JAKARTA, DDTCNews - Setelah dua periode April dan Mei neraca perdagangan Indonesia mencatatkan defisit. Baru pada Juni statistik berubah positif lantaran turunnya volume impor.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam rilis BPS pada Senin (16/7). Dalam catatannya ada penurunan tajam aktivitas impor selama bulan Juni 2018.

"Impor mengalami penurunan tajam sebesar 36,27% menjadi US$11,26 miliar dari bulan sebelumnya. Penurunan impor ini hal yang biasa pada libur panjang," katanya.

Baca Juga: BPS Umumkan Surplus Perdagangan Terbesar Tahun Ini

Secara sektoral, BPS mencatat seluruh barang impor mengalami penurunan. Barang konsumsi turun 41,85% secara bulanan menjadi US$1,01 miliar.

Penurunan sektor ini dipicu oleh berkurangnya impor beras, gula, bawang putih, vaksin dan obat-obatan. Sementara itu, impor barang modal turun 37,81% secara bulanan menjadi US$1,74 miliar. Jenis barang yang mengalami penurunan impor antara lain tisu, laptop dan mesin, serta peralatan telekomunikasi.

Alhasil, turunnya impor berdampak positif pada neraca perdagangan RI. Tercatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2018 surplus US$1,74 miliar.

Baca Juga: BPS Sebut Hanya Sedikit Usaha Kecil yang Butuh Insentif Pajak

Posisi ini diperoleh dari angka neraca ekspor yang tercatat sebesar US$13 miliar atau lebih tinggi dibandingkan nilai neraca impor yang sebesar US$11,26 miliar.

"Surplus ini cukup lumayan, tapi kami harapkan meningkat," ujar pria yang akrab disapa Kecuk ini.

Sementara itu, bila dilihat berdasarkan tahun kalender sepanjang Januari-Juni 2018, maka neraca perdagangan masih mengalami defisit sebesar US$2,83 miliar. (Amu)

Baca Juga: Juli 2020, Neraca Perdagangan Surplus US$3,26 Miliar

Topik : badan pusat statistik, neraca perdagangan, nilai impor
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 14 Mei 2019 | 17:46 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Senin, 06 Mei 2019 | 13:02 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK
Senin, 15 April 2019 | 14:01 WIB
STATISTIK MARET 2019
Jum'at, 22 Maret 2019 | 16:53 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
berita pilihan
Senin, 30 November 2020 | 10:29 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 30 November 2020 | 09:56 WIB
BEA METERAI (4)
Senin, 30 November 2020 | 09:28 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 08:45 WIB
PERPRES 112/2020
Senin, 30 November 2020 | 08:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Minggu, 29 November 2020 | 16:01 WIB
KOTA JAMBI
Minggu, 29 November 2020 | 15:01 WIB
CHINA
Minggu, 29 November 2020 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN
Minggu, 29 November 2020 | 13:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Minggu, 29 November 2020 | 12:01 WIB
INFORMASI PUBLIK