Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Hingga Akhir Juni 2019, Penerimaan Pajak Hanya Tumbuh 3,75%

3
3

Kinerja penerimaan pajak berdasarkan sektor usaha. 

JAKARTA, DDTCNews – Kemenkeu merilis data kinerja realisasi penerimaan pajak pada semester I/2019. Ekonomi yang mengalami tekanan menjadi salah satu penyebab pertumbuhan setoran pajak tidak setinggi tahun lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir Juni 2019 sebesar Rp688,9 triliun. Dari angka itu, jumlah setoran pajak mencapai Rp603,34 triliun. Sementara, setoran dari bea dan cukai tercatat mencapai Rp85,6 triliun.

“Aktivitas rill perekenomian dunia mengalami tekanan pada semester I/2019 seiring meningkatnya ketegangan perang dagang. Pertumbuhan ekonomi nasional mengalami tekanan khususnya dari faktor eksternal. Investasi juga mulai melambat,” katanya di Kompleks Parlemen, Selasa (16/7/2019).

Baca Juga: Sri Mulyani: Tarif PPh Badan Turun Bertahap & Tidak Dimulai pada 2020

Jumlah setoran pajak senilai Rp603,3 triliun tersebut tumbuh 3,75% dari periode yang sama tahun lalu dan memenuhi 38,2% dari target APBN yang senilai Rp1.577,5 triliun. Jenis usaha industri pengolahan masih menjadi kontributor utama meskipun setorannya terkontraksi.

Setoran pajak dari manufaktur hingga akhir Juni 2019 tecatat senilai Rp160,62 triliun atau menyumbang 29,3% dari total penerimaan pajak. Realisasi tersebut tumbuh negatif 2,6%. Padahal, pada perioda yang sama tahun lalu, penerimaan sektor ini tumbuh hingga 13%.

Selanjutnya, penerimaan pajak sektor perdagangan melambat di level 2,5% dengan setoran senilai Rp114,37 triliun. Realisasi penerimaan itu menyumbang 20,8% terhadap total penerimaan pajak dengan pertumbuhan yang tidak setinggi tahun lalu yang mampu tumbuh hingga 27,6%.

Baca Juga: Cukai Rokok Naik Lagi Tahun Depan? Begini Kata BKF

Pada sisi lain, sektor jasa keuangan dan transportasi serta pergudangan masih mencatat kenaikan pertumbuhan setoran pajak. Realisasi penerimaan sektor jasa keuangan sebesar Rp83,5 triliun. Capaian tersebut tumbuh 8,8% dan lebih tinggi dari periode sama tahun lalu yang tumbuh 4,8%.

Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan menyumbang penerimaan pajak senilai Rp24,5 triliun atau tumbuh sebesar 23%. Realisasi pertumbuhan penerimaan tersebut naik dari tahun lalu yang tumbuh sebesar 10,7%. (kaw)

Baca Juga: Pasang Target Tax Ratio 11,5%, Ini Strategi Menkeu pada 2020

“Aktivitas rill perekenomian dunia mengalami tekanan pada semester I/2019 seiring meningkatnya ketegangan perang dagang. Pertumbuhan ekonomi nasional mengalami tekanan khususnya dari faktor eksternal. Investasi juga mulai melambat,” katanya di Kompleks Parlemen, Selasa (16/7/2019).

Baca Juga: Sri Mulyani: Tarif PPh Badan Turun Bertahap & Tidak Dimulai pada 2020

Jumlah setoran pajak senilai Rp603,3 triliun tersebut tumbuh 3,75% dari periode yang sama tahun lalu dan memenuhi 38,2% dari target APBN yang senilai Rp1.577,5 triliun. Jenis usaha industri pengolahan masih menjadi kontributor utama meskipun setorannya terkontraksi.

Setoran pajak dari manufaktur hingga akhir Juni 2019 tecatat senilai Rp160,62 triliun atau menyumbang 29,3% dari total penerimaan pajak. Realisasi tersebut tumbuh negatif 2,6%. Padahal, pada perioda yang sama tahun lalu, penerimaan sektor ini tumbuh hingga 13%.

Selanjutnya, penerimaan pajak sektor perdagangan melambat di level 2,5% dengan setoran senilai Rp114,37 triliun. Realisasi penerimaan itu menyumbang 20,8% terhadap total penerimaan pajak dengan pertumbuhan yang tidak setinggi tahun lalu yang mampu tumbuh hingga 27,6%.

Baca Juga: Cukai Rokok Naik Lagi Tahun Depan? Begini Kata BKF

Pada sisi lain, sektor jasa keuangan dan transportasi serta pergudangan masih mencatat kenaikan pertumbuhan setoran pajak. Realisasi penerimaan sektor jasa keuangan sebesar Rp83,5 triliun. Capaian tersebut tumbuh 8,8% dan lebih tinggi dari periode sama tahun lalu yang tumbuh 4,8%.

Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan menyumbang penerimaan pajak senilai Rp24,5 triliun atau tumbuh sebesar 23%. Realisasi pertumbuhan penerimaan tersebut naik dari tahun lalu yang tumbuh sebesar 10,7%. (kaw)

Baca Juga: Pasang Target Tax Ratio 11,5%, Ini Strategi Menkeu pada 2020
Topik : APBN 2019, fiskal, Sri Mulyani, APBN Kita, kinerja Juni 2019, penerimaan pajak
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:11 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Senin, 06 Mei 2019 | 18:37 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 10 April 2019 | 16:37 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Senin, 18 Maret 2019 | 16:49 WIB
KEPATUHAN PAJAK