Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Google Dituduh Hindari Pajak £1,5 Miliar

2
2

LONDON, DDTCNews – Raksasa digital raksasa milik Amerika Serikat (AS) Google dianggap telah menghindari pajak sebesar £1,5 miliar atau setara dengan Rp27,77 triliun dengan mencatat penjualan operasionalnya di Inggris ke luar negeri.

Aktivis Tax Justice Network Alex Cobham mengatakan jika Google mencatat seluruh penjualan iklan di Inggris, omzetnya £9,7 miliar (Rp179,6 triliun). Namun, Google hanya mendeklarasikan £1,4 miliar (Rp25,92 triliun) yang sebagian besar dari penyediaan layanan di negara lain.

Dengan demikian, seharusnya Google membayar pajak lebih banyak kepada pemerintah jika perusahaan raksasa itu mendeklarasikan hasil penjualan iklan atas operasionalnya. Tagihan pajak ke Google tahun lalu hanya £67 juta.

Baca Juga: 'Seperti Berdiri di Dalam Ember dan Mengangkat Diri dengan Gagangnya'

“Kami mendesak para pembuat kebijakan untuk memastikan keuntungan kena pajak Google selaras dengan lokasi aktivitas ekonomi riil, termasuk lapangan kerja dan penjualan,” katanya di London seperti dikutip mirror.co.uk, Selasa (9/4).

Di tempat terpisah, Kanselir Bayangan Inggris John McDonnell mengecam perusahaan AS, yang perusahaan induknya Alphabet memiliki nilai pasar saham sekitar £645 miliar. McDonnell bersumpah akan membuat raksasa global itu menebus kesalahan.

“Ketika sekolah kita kekurangan dana dan para guru harus membayar sendiri bahan-bahan dasar materi pendidikan, kita tidak bisa lagi menolerir perusahaan-perusahaan global ini menghindari tanggung jawab pajak mereka dalam skala besar,” tegas McDonnell.

Baca Juga: Bantu Toko Jalanan, Pungutan Baru bagi Peritel Online Diusulkan

Sayangnya, Google enggan berkomentar langsung mengenai hal ini. Google hanya mengungkapkan sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis internasional, perusahaan membayar sebagian besar tagihan pajak di negara asal, seperti halnya setoran pajak ke Inggris.

Kanselir Inggris Philip Hammond telah mengusulkan untuk mengenakan pajak baru pada raksasa teknologi guna menebus pajak rendah yang disetor perusahaan. Minimnya setoran pajak itu disebabkan karena perusahaan digital dapat mengalihkan pendapatanke berbagai negara.

Dalam perhitungan Tax Justice Network, penghindaran pajak Google ini mampu menggaji 60.000 perawat, 50.000 polisi, 50.000 petugas pemadam kebakaran, 50.000 guru sekolah menengah, membangun 75 sekolah, atau membangun 7 rumah sakit baru. (Bsi)

Baca Juga: Ketahuan Hindari Pajak, Duo Tauke Durian Ditangkap

Dengan demikian, seharusnya Google membayar pajak lebih banyak kepada pemerintah jika perusahaan raksasa itu mendeklarasikan hasil penjualan iklan atas operasionalnya. Tagihan pajak ke Google tahun lalu hanya £67 juta.

Baca Juga: 'Seperti Berdiri di Dalam Ember dan Mengangkat Diri dengan Gagangnya'

“Kami mendesak para pembuat kebijakan untuk memastikan keuntungan kena pajak Google selaras dengan lokasi aktivitas ekonomi riil, termasuk lapangan kerja dan penjualan,” katanya di London seperti dikutip mirror.co.uk, Selasa (9/4).

Di tempat terpisah, Kanselir Bayangan Inggris John McDonnell mengecam perusahaan AS, yang perusahaan induknya Alphabet memiliki nilai pasar saham sekitar £645 miliar. McDonnell bersumpah akan membuat raksasa global itu menebus kesalahan.

“Ketika sekolah kita kekurangan dana dan para guru harus membayar sendiri bahan-bahan dasar materi pendidikan, kita tidak bisa lagi menolerir perusahaan-perusahaan global ini menghindari tanggung jawab pajak mereka dalam skala besar,” tegas McDonnell.

Baca Juga: Bantu Toko Jalanan, Pungutan Baru bagi Peritel Online Diusulkan

Sayangnya, Google enggan berkomentar langsung mengenai hal ini. Google hanya mengungkapkan sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis internasional, perusahaan membayar sebagian besar tagihan pajak di negara asal, seperti halnya setoran pajak ke Inggris.

Kanselir Inggris Philip Hammond telah mengusulkan untuk mengenakan pajak baru pada raksasa teknologi guna menebus pajak rendah yang disetor perusahaan. Minimnya setoran pajak itu disebabkan karena perusahaan digital dapat mengalihkan pendapatanke berbagai negara.

Dalam perhitungan Tax Justice Network, penghindaran pajak Google ini mampu menggaji 60.000 perawat, 50.000 polisi, 50.000 petugas pemadam kebakaran, 50.000 guru sekolah menengah, membangun 75 sekolah, atau membangun 7 rumah sakit baru. (Bsi)

Baca Juga: Ketahuan Hindari Pajak, Duo Tauke Durian Ditangkap
Topik : penghindaran pajak, google, inggris
artikel terkait
Kamis, 16 Mei 2019 | 13:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 15 Mei 2019 | 17:49 WIB
BELANDA
berita pilihan
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:55 WIB
BANGLADESH
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:01 WIB
ITALIA
Kamis, 30 Maret 2017 | 11:35 WIB
INDIA
Jum'at, 14 Juli 2017 | 09:33 WIB
PRANCIS
Kamis, 08 Juni 2017 | 18:36 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 05 Mei 2017 | 11:39 WIB
ITALIA