Review
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Genjot Penerimaan dengan Sistem Online

A+
A-
0
A+
A-
0
Genjot Penerimaan dengan Sistem Online

PALEMBANG, DDTCNews — Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan menggenjot penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dengan mengoptimalkan sistem online. Lemahnya sistem komputerisasi diklaim sebagai penyebab melesetnya penerimaan PKB dan BBNKB tahun 2015 lalu.

Kepala Dispenda Provinsi Sumsel Muslim mengatakan data dan informasi yang terekam dalam sistem komputerisasi yang lama tidak akurat lantaran sistem tidak bisa mendeteksi mana wajib pajak (WP) yang dikenai tarif progresif, mana yang tidak.

“Saat ini penyempurnaan sistem masih diupayakan. 1 Juli mendatang, semuanya diharapkan bisa tuntas termasuk penggarapan sistem online. Kalau sistem online sudah berjalan, masalah pemindaian WP akan teratasi, penerimaan akan meningkat” ujar Muslim, Senin (21/6).

Baca Juga: Genjot Pajak Kendaraan, Pemerintah Sisir Para Penunggak Pajak

Dispenda menargetkan penerimaan PKB tahun 2015 sebesar Rp775 miliar, tetapi realisasi penerimaan yang dikumpulkan sekitar Rp765 miliar. Pada saat itu Dispenda menyatakan meski realisasi PKB tidak bisa memenuhi target, namun perolehan PKB di 2015 lebih besar dibandingkan 2014.

Muslim menambahkan setelah sistem berjalan dengan baik dirinya akan menagih kekurangan pajak WP yang seharusnya dikenai tarif progresif sepanjang belum ada proses ganti kepemilikan. Pasalnya tahun lalu WP ini belum membayar PKB sesuai dengan tarif progresif.

Dengan sistem online, WP tidak bisa lagi menghindari kewajiban membayar PKB dengan alasan jauhnya lokasi pembayaran PKB. Kondisi perekonomian Sumsel yang tidak stabil juga dituding sebagai penyebab rendahnya penerimaan BBNKB tahun lalu.

Baca Juga: Ada Diskon 25% Pajak Hotel dan Restoran

Sebagaimana dikutip sripoku.com, harga beberapa komoditas andalan Sumsel seperti karet, sawit dan batubara yang terus merosot mengakibatkan daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor berkurang, imbasnya penerimaan BBNKB juga menurun. (Amu)

Topik : berita pajak daerah, pajak daerah, pajak kendaraan
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 14 Mei 2020 | 12:05 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Kamis, 14 Mei 2020 | 09:30 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Rabu, 13 Mei 2020 | 15:21 WIB
KABUPATEN BONE BOLANGO
Rabu, 13 Mei 2020 | 14:49 WIB
KABUPATEN TAKALAR
berita pilihan
Rabu, 27 Mei 2020 | 12:14 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 27 Mei 2020 | 11:28 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 27 Mei 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 27 Mei 2020 | 10:19 WIB
REALISASI INVESTASI