Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Ekonomi Terancam, Jokowi Desak Negara Seluruh Dunia Setop Perang

A+
A-
0
A+
A-
0
Ekonomi Terancam, Jokowi Desak Negara Seluruh Dunia Setop Perang

Presiden Jokowi, Presiden AS Joe Biden, dan pimpinan negara Asean lainnya hadiri KTT Khusus Asean-AS. (foto: BPMI)

WASHINGTON D.C., DDTCNews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyerukan disetopnya perang antara Rusia dan Ukraina. Pernyataan ini disampaikannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Asean - Amerika Serikat (AS) yang digelar di kantor Kementerian Luar Negeri AS.

Jokowi memandang perang menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Kenaikan harga pangan dan energi serta naiknya inflasi, menurutnya, justru memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang.

"Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi Covid-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka," ujar Jokowi dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga: Ekspor Minyak Goreng Dibuka Kembali, Jokowi Pastikan Pasokan Cukup

Lebih lanjut, presiden juga mengatakan bahwa perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubungan antar negara.

"Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud," kata Jokowi.

Pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, menurut Presiden Jokowi, juga makin memprihatinkan. International Monetary Fund (IMF) menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5% pada 2022 dan 0,2% pada 2023. Bank Dunia juga menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2%.

Baca Juga: Jokowi: Aktivitas Outdoor Tidak Padat Orang Boleh Tak Pakai Masker

“Bagi sebagian anggota Asean kenaikan 10% dari harga minyak akan berdampak menurunnya pendapatan nasional sebesar 0,7% dan kenaikan harga gandum akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1%,” jelas Jokowi.

Dalam KTT Khusus yang dihadiri oleh Presiden AS Joe Biden dan juga pemimpin negara-negara Asean tersebut, Presiden Jokowi menyambut baik inisiatif Amerika melalui Indo-Pacific Economic Framework (IPEF).

Menyikapi dipilihnya Indonesia menjadi ketua Asean tahun depan, Presiden Jokowi juga menyampaikan rencananya melakukan Indo-Pacific Infrastructure Forum.

Baca Juga: Oleh-oleh Jokowi dari Space X, Elon Musk Bakal ke Indonesia Akhir 2022

“Saya berharap partisipasi Amerika Serikat dalam forum tersebut,” pungkas Presiden Jokowi. (sap)

Topik : KTT Asean-AS, kerja sama internasional, Jokowi, Joe Biden

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 28 April 2022 | 12:11 WIB
MUSRENBANGNAS 2022

Musrenbangnas 2022, Jokowi Serukan Optimalisasi Penerimaan Perpajakan

Kamis, 28 April 2022 | 09:05 WIB
KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Tegaskan Larang Total Ekspor CPO, Jokowi: Negara Butuh Pajak, Tapi..

Rabu, 27 April 2022 | 09:00 WIB
KEPPRES 4/2022

Keppres Cuti Bersama ASN Terbit, Tidak Potong Hak Cuti Tahunan

Selasa, 26 April 2022 | 10:19 WIB
MALAYSIA

Jokowi Larang Ekspor CPO, Malaysia Ketiban Rezeki Nomplok

berita pilihan

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Fokus Lakukan Konsolidasi Fiskal, Ternyata Ini Alasannya

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Minggu, 22 Mei 2022 | 17:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP DI YOGYAKARTA

Rekening, Tanah Hingga Perhiasan Bos Sembako Ini Disita Petugas Pajak

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Jaminan untuk Penundaan Pembayaran Cukai

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Presiden Baru Korea Selatan Bakal Rasionalisasi Tarif Pajak Korporasi

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Perusahaan AS yang Bayar Pajak ke Rusia Bakal Dapat Disinsentif

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:30 WIB
KPP MADYA SURAKARTA

Tak Kunjung Lunasi Utang Pajak, 7 Mobil Akhirnya Disita Sekaligus