Berita
Jum'at, 01 Juli 2022 | 21:15 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Jum'at, 01 Juli 2022 | 20:17 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Jum'at, 01 Juli 2022 | 19:01 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Jum'at, 01 Juli 2022 | 18:35 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Fokus
Data & Alat
Rabu, 29 Juni 2022 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 26 JUNI - 5 JULI 2022
Selasa, 28 Juni 2022 | 19:00 WIB
STATISTIK CUKAI DUNIA
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Komunitas
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Selasa, 28 Juni 2022 | 20:01 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Reportase
Perpajakan ID

Ekonomi Kuartal II/2021 Tumbuh 7,07%, Begini Kata Kepala BKF

A+
A-
2
A+
A-
2
Ekonomi Kuartal II/2021 Tumbuh 7,07%, Begini Kata Kepala BKF

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu. (tangkapan layar Youtube DJP)

JAKARTA, DDTCNews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2021 tumbuh 7,07%, setelah mengalami resesi akibat pandemi Covid-19.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan kinerja tersebut sesuai dengan prediksi pemerintah sebelumnya. Menurutnya, data pertumbuhan ekonomi itu juga menunjukkan arah pemulihan sudah terlihat nyata.

"Ini membuktikan bahwa arah dan strategi pemulihan telah berjalan dan terjadi secara nyata," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: BPS: Inflasi Juni 2022 Tembus 4,35%, Tertinggi dalam 5 Tahun

Febrio mengatakan pemulihan ekonomi telah terjadi secara merata. Kinerja ekonomi dari sisi pengeluaran baik konsumsi, investasi, ekspor, dan impor mengalami pertumbuhan yang tinggi.

Konsumsi sebagai pendorong utama perekonomian pada kuartal II//2021 tumbuh 5,93% seiring dengan meningkatnya keyakinan masyarakat. Simak ‘Keluar dari Resesi, Ternyata Ini Sumber Utama Pertumbuhan Ekonomi’.

Sementara dari sisi produksi, sektor-sektor unggulan seperti manufaktur, perdagangan, konstruksi, dan transportasi mampu mencatat pertumbuhan yang cukup kuat.

Baca Juga: PMK Baru! Kemenkeu Revisi Peraturan Pemungutan Bea Keluar

Febrio menilai peran pemerintah turut mendukung berlanjutnya pemulihan ekonomi dan perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, APBN sebagai countercyclical telah bekerja sangat keras untuk mendukung upaya penanganan pandemi Covid-19 dan penguatan pemulihan ekonomi.

Belanja pemerintah, terutama melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN), telah sesuai jalur dalam melindungi masyarakat miskin dan rentan yang terdampak serta menstimulasi sektor usaha sehingga dapat kembali tumbuh positif pada kuartal II/2021.

Febrio menambahkan arah pemulihan ekonomi nasional akan berkaitan erat dengan progres penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19. Menurutnya, pemerintah akan tetap fokus pada langkah-langkah antisipatif dan responsif dalam menekan penyebaran pandemi Covid-19, terutama dengan mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi serta memperkuat testing, tracing, dan treatment (3T).

Baca Juga: NIK Jadi NPWP Mulai 2023, Siapa yang Wajib Bayar Pajak?

"Sinergi kebijakan baik fiskal, sektor keuangan, maupun moneter juga terus diperkuat untuk mewaspadai dampak negatif yang mungkin terjadi dari eskalasi kasus Covid-19," ujarnya. (kaw)

Topik : pertumbuhan ekonomi, PDB, perekonomian Indonesia, resesi, BKF, Kemenkeu

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 17 Juni 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Kerja Sama Hukum Perpajakan Kemenkeu & Kejagung, Data Bersifat Rahasia

Kamis, 16 Juni 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Demi Amankan Penerimaan Negara, Kemenkeu Alokasikan Rp2,81 Triliun

Kamis, 16 Juni 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Cegah Penerimaan Bocor, Kemenkeu Pererat Kerja Sama dengan Kejagung

Kamis, 16 Juni 2022 | 16:15 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH

Komisi XI Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu 2023 Senilai Rp45,12 Triliun

berita pilihan

Jum'at, 01 Juli 2022 | 21:15 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Mau Tahu Hasil Pelaksanaan PPS 2022? Simak Data dari Ditjen Pajak Ini

Jum'at, 01 Juli 2022 | 20:17 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Mayoritas Harta Luar Negeri PPS Tak Direpatriasi, Ini Kata Sri Mulyani

Jum'at, 01 Juli 2022 | 19:01 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Pasca-PPS, Sri Mulyani Mulai Fokus ke Pengawasan dan Penegakan Hukum

Jum'at, 01 Juli 2022 | 18:35 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Wajib Pajak Peserta Tax Amnesty Ungkap Harta Rp399 Triliun Lewat PPS

Jum'at, 01 Juli 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Valuation Ruling dalam Kepabeanan?

Jum'at, 01 Juli 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA BENGKULU SATU

Gali Potensi Pajak, Petugas KPP Kunjungi Gudang Beras

Jum'at, 01 Juli 2022 | 16:45 WIB
DATA PPS HARI INI

PPS Ditutup! Ini Rekapitulasi Lengkap Peserta dan Harta yang Diungkap

Jum'at, 01 Juli 2022 | 16:30 WIB
KP2KP BENTENG

Datangi Alamat WP, Petugas Pajak Gali Informasi Soal Omzet Usaha

Jum'at, 01 Juli 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Buat Faktur Pajak dengan Kode Transaksi 09 Lewat e-Faktur 3.2