Review
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:52 WIB
ANALISIS PAJAK
Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:30 WIB
MENGHADAPI COVID-19 DENGAN PAJAK DAERAH (4)
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Duh, Kinerja Perdagangan Indonesia Tergantung Faktor Ini

A+
A-
1
A+
A-
1
Duh, Kinerja Perdagangan Indonesia Tergantung Faktor Ini

Menko Perekonomian Darmin Nasution. 

JAKARTA, DDTCNews – Kinerja ekspor nasional masih lesu pada dua bulan pertama 2019. Faktor perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) akan menjadi penentu performa ekspor nasional.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dinamika perang dagang antara dua kutub ekonomi dunia itu mempunyai implikasi kepada kinerja ekspor nasional. Pasalnya, baik AS maupun China merupakan pasar utama ekspor komoditas Indonesia.

“Untuk komoditas artinya sangat terpengaruh. Ekspor komoditas kita paling besar ke China dan AS,” katanya di Kantor Menko Perekonomian, Jumat (22/3/2019).

Baca Juga: Silaturahmi Virtual, Sri Mulyani Sempat Tanya Target Penerimaan Pajak

Oleh karena itu, bila rekonsiliasi ketegangan perdagangan dapat dicapai, akan ada kabar gembira bagi Indonesia. Dengan demikian, harapan untuk menggenjot ekspor nasional pada tahun ini akan semakin besar.

Mantan Dirjen Pajak itu menilai efek perang dagang menjadi faktor tunggal dari sisi eksternal terkait seretnya kinerja ekspor dalam dua bulan terakhir. Prospek penyelesaian, menurutnya, masih jauh dari kata selesai.

“Yang sekarang masalahnya selalu dengan perang dagang. Sekali dimulai, menghentikannya juga tidak mudah,” papar Darmin.

Baca Juga: Insentif Pajak Dinilai Belum Cukup, Ini Masukan Pelaku Konstruksi

Seperti diketahui, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2019 mencatatkan posisi surplus US$329,5 juta. Namun, capaian positif tersebut bukan karena adanya akselerasi ekspor, melainkan kegiatan impor yang turun drastis.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pada Februari senilai US$12,5 miliar. Angka ini turun 10% dari Januari 2019 yang nilai ekspornya sebesar US$13,9 miliar. Sementara, kinerja impor pada Februari senilai US$12,2 miliar atau turun 18,61% dari bulan sebelumnya. (kaw)

Baca Juga: Apakah Joint Operation Wajib Dikukuhkan sebagai PKP?  
Topik : neraca perdagangan, defisit, AS, China, perang dagang
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 22 Mei 2020 | 15:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Mei 2020 | 13:58 WIB
TUNJANGAN HARI RAYA
Jum'at, 22 Mei 2020 | 11:19 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
berita pilihan
Senin, 25 Mei 2020 | 14:33 WIB
PENGADILAN PAJAK (12)
Senin, 25 Mei 2020 | 13:52 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 25 Mei 2020 | 13:12 WIB
KINERJA FISKAL
Senin, 25 Mei 2020 | 12:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 11:38 WIB
PELAYANAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 11:00 WIB
TIPS PAJAK UMKM
Senin, 25 Mei 2020 | 10:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK