Fokus
Literasi
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Kamis, 21 Juli 2022 | 12:30 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Reportase

Door to Door Lagi, Petugas Pajak Incar Pelaku UMKM Cek Pelaporan SPT

A+
A-
7
A+
A-
7
Door to Door Lagi, Petugas Pajak Incar Pelaku UMKM Cek Pelaporan SPT

Petugas KP2KP Rembang saat berkunjung ke salah satu wajib pajak. (foto: DJP)

REMBANG, DDTCNews - Ditjen Pajak (DJP) terus mengingatkan pelaku UMKM untuk mematuhi kewajiban perpajakannya. Salah satunya, melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Kendati periode pelaporan ideal berakhir pada akhir Maret, wajib pajak masih bisa lapor SPT setelahnya.

Untuk mengejar kepatuhan formal wajib pajak ini, KP2KP Rembang di Jawa Tengah menerjunkan pegawainya untuk mendatangi wajib pajak di Desa Sumberejo, Kecamatan Rembang secara door to door. Tujuannya, memastikan seluruh wajib pajak sudah lapor SPT Tahunan. Jika ada yang belum lapor, petugas akan membimbing wajib pajak memenuhi kewajibannya tersebut.

"Untuk mendukung kepatuhan pelaporan SPT Tahunan tahun pajak 2021. Sasaran utamanya adalah wajib pajak UMKM," tulis KP2KP Rembang dalam siaran pers, dilansir pajak.go.id, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: Catat! DJP Punya Satgas Khusus untuk Bina dan Awasi Kepatuhan UMKM

Seperti diketahui, wajib pajak diimbau untuk tetap melaporkan SPT Tahunan meski waktunya sudah lewat dari batas yang semestinya. Seperti diketahui, batas akhir pelaporan SPT Tahunan untuk wajib pajak orang pribadi adalah 31 Maret 2022 lalu.

Namun, ada konsekuensi yang harus ditanggung atas keterlambatan pelaporan SPT Tahunan. Terhadap wajib pajak orang pribadi yang telat lapor SPT Tahunan akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda atas keterlambatan sebesar Rp100.000.

Selain mengecek kepatuhan soal pelaporan SPT Tahunan, petugas juga menyampaikan informasi terkait dengan omzet tidak kena pajak hingga Rp500 juta bagi UMKM.

Baca Juga: Tunggakan Pajak Motor Daerah Ini Tembus Rp12 M, Mayoritas karena Lupa

Sebagai informasi, pemerintah telah menerbitkan UU 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Dalam UU HPP tersebut, terdapat perubahan ketentuan perihal PPh mulai tahun pajak 2022.

Wajib pajak orang pribadi UMKM yang membayar pajak menggunakan skema PPh final UMKM akan mendapatkan fasilitas batas omzet tidak kena pajak senilai Rp500 juta. Artinya, UMKM dengan omzet hingga Rp500 juta dalam setahun tidak perlu membayar PPh final 0,5%.

Jika UMKM tersebut memiliki omzet di atas Rp500 juta maka penghitungan pajak hanya dilakukan terhadap omzet yang di atas Rp500 juta. Untuk itu, ketentuan mengenai batas omzet tidak kena pajak menjadi bentuk keberpihakan pemerintah bagi kelompok UMKM. (sap)

Baca Juga: Belum Paham Hak dan Kewajiban PKP, Banyak WP Dipanggil Kantor Pajak

Topik : pengawasan pajak, kepatuhan pajak, pemeriksaan pajak, KPDL, KP2KP, penyuluhan pajak, SPT Tahunan

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 01 Agustus 2022 | 08:20 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Wajib Pajak Perlu Tahu, DJP Mulai Integrasikan 9 CRM Bulan Depan

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:30 WIB
KP2KP PINRANG

Pet Shop Didatangi Petugas Pajak, Cek Omzet Hingga Status Kepemilikan

Minggu, 31 Juli 2022 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Mesin Kelola Risiko Kepatuhan WP Bakal Terintegrasi pada September

Sabtu, 30 Juli 2022 | 13:00 WIB
KP2KP TOMOHON

Susun Daftar Sasaran, Petugas Pajak Lakukan Kunjungan Rumah ke Rumah

berita pilihan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

BKF Proyeksi Inflasi Masih Akan Tinggi pada 1-2 Bulan ke Depan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Ungkap Tantangan Kemenkeu Kelola APBN Ketika Pandemi

Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! DJP Punya Satgas Khusus untuk Bina dan Awasi Kepatuhan UMKM

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Tak Sesuai Standar, Kemendag Amankan Produk Baja Impor Rp41,6 Miliar

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Awasi Orang Kaya, Otoritas Pajak Ini Dapat Tambahan Anggaran Rp1.181 T

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Suami Meninggal, Bagaimana NPWP & Tunggakan Pajaknya? Begini Kata DJP

Selasa, 09 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Ingin Isu Pajak Masuk dalam Pendidikan Kewarganegaraan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KABUPATEN BLORA

Tunggakan Pajak Motor Daerah Ini Tembus Rp12 M, Mayoritas karena Lupa

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Faktur Pajak Dinyatakan Terlambat Dibuat, Begini Konsekuensinya

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:11 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pengumuman! 3 Aplikasi DJP Tidak Bisa Diakses Sementara Sore Ini