Berita
Sabtu, 04 Desember 2021 | 10:30 WIB
KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Sabtu, 04 Desember 2021 | 10:00 WIB
PENGAWASAN PAJAK
Sabtu, 04 Desember 2021 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 04 Desember 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Diskon PPh Badan 30% Ditawarkan untuk Pendapatan di Bawah Rp124,3 T

A+
A-
2
A+
A-
2
Diskon PPh Badan 30% Ditawarkan untuk Pendapatan di Bawah Rp124,3 T

Ilustrasi.

HANOI, DDTCNews - Pemerintah Vietnam memberikan insentif pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan untuk pengusaha yang masih terdampak pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Nasional Vuong Dinh Hue melalui surat keputusannya mengatur pemberian insentif berupa pemotongan PPh badan sebesar 30%. Insentif ini berlaku untuk perusahaan dengan pendapatan di bawah VND200 miliar atau sekitar Rp124,3 triliun. Kebijakan itu berlaku efektif mulai 19 Oktober 2021.

"Komite Tetap Dewan Nasional memutuskan untuk mengurangi 30% PPh badan untuk perusahaan yang pendapatannya pada 2021 kurang dari VND200 miliar dan mengalami pengurangan pendapatan dibandingkan dengan 2019," bunyi surat keputusan tersebut, dikutip Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Skema Pajak Baru untuk Netflix Cs Disiapkan, Wajib Ada Alih Bahasa

Surat keputusan tersebut menjelaskan pemberian insentif pajak menjadi bagian dari kebijakan untuk mendukung pemulihan bisnis dan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Namun, pemotongan pajak tidak berlaku untuk wajib pajak yang baru didirikan, digabung, atau dipisahkan pada masa pajak 2020 dan 2021.

Selain itu, Komite Tetap Dewan Nasional juga menyetujui pembebasan PPh orang pribadi, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak lainnya pada kuartal III dan IV/2021. Insentif berlaku untuk meringankan beban individu dan rumah tangga di daerah yang masih dilanda pandemi.

Meski demikian, Pembebasan pajak tidak berlaku untuk pendapatan dari penyediaan produk dan layanan perangkat lunak, video game, film digital, musik digital, dan iklan.

Baca Juga: Diskon Tarif PPN Listrik Diperpanjang Sampai Akhir 2021

PPN untuk barang dan jasa termasuk transportasi, makanan, jasa akomodasi, dan yang berkaitan dengan promosi pariwisata juga akan dikurangi mulai 1 November hingga 31 Desember 2021.

Komite Tetap Dewan Nasional pun memberikan keringanan berupa pembebasan denda keterlambatan pembayaran pada tahun pajak 2020 dan 2021 untuk perusahaan dan organisasi yang mengalami kerugian pada 2020.

"Pemerintah akan terus meninjau dan membuat kebijakan dalam yurisdiksinya untuk mendukung bisnis dan organisasi yang sangat terpengaruh oleh pandemi Covid-19 untuk memulihkan produksi dan bisnis," bunyi surat keputusan tersebut, dilansir vietnamplus.vn. (sap)

Baca Juga: Pengusaha Keluhkan Tak Bisa Klaim Insentif, Industri Terancam Mandek

Topik : pajak internasional, diskon pajak, PPh badan, Vietnam

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 30 November 2021 | 20:00 WIB
SPANYOL

Pungutan Pajak Turis Tidak Transparan, Pemerintah Tuai Protes

Selasa, 30 November 2021 | 19:30 WIB
INGGRIS

Pajak Plastik Berlaku 2022, Pengusaha Ramai-Ramai Protes

berita pilihan

Sabtu, 04 Desember 2021 | 10:30 WIB
KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Ada MotoGP, Setoran PAD 2022 Diprediksi Bakal Meroket

Sabtu, 04 Desember 2021 | 10:00 WIB
PENGAWASAN PAJAK

DJP Gencarkan Pengawasan WP Penerima Insentif, Begini Ketentuannya

Sabtu, 04 Desember 2021 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Beberkan 3 Upaya Pemerintah Dorong Teknologi Digital

Sabtu, 04 Desember 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Isu Terpopuler: Wajib Pajak UMKM Bakal Wajib Lapor Omzet Mulai 2022

Sabtu, 04 Desember 2021 | 07:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ada UU HPP, Sri Mulyani Yakin Perpajakan Jadi Sumber Penerimaan Andal

Sabtu, 04 Desember 2021 | 06:30 WIB
SPANYOL

Skema Pajak Baru untuk Netflix Cs Disiapkan, Wajib Ada Alih Bahasa

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:30 WIB
ITALIA

Diskon Tarif PPN Listrik Diperpanjang Sampai Akhir 2021

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Satgas Patroli Laut?

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:30 WIB
PAKISTAN

Pengusaha Keluhkan Tak Bisa Klaim Insentif, Industri Terancam Mandek

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:26 WIB
PMK 171/2021

PMK Baru, Sri Mulyani Atur Pelaksanaan Sistem SAKTI