Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Diguyur Insentif Pajak, Menperin Sebut Penjualan Mobil Tumbuh 71%

A+
A-
6
A+
A-
6
Diguyur Insentif Pajak, Menperin Sebut Penjualan Mobil Tumbuh 71%

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) didampingi Ketua Penyelenggara Pameran GIIAS 2021 Rizwan Alamsyah (kanan) mengunjungi Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Jumat (19/11/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut penjualan mobil di dalam negeri hingga November 2021 telah mencatatkan pertumbuhan hingga 71,02% seiring dengan diberikannya insentif pajak.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pertumbuhan tersebut utamanya karena pemberian insentif PPnBM mobil ditanggung pemerintah (DTP). Menurutnya, insentif telah efektif mempercepat pemulihan industri otomotif dari tekanan pandemi Covid-19.

"Saya memberikan penghargaan kepada pabrik otomotif dan para dealer yang turut membantu, mendorong, memfasilitasi pembeli untuk mendapatkan dan memanfaatkan stimulus dengan tambahan promosi dan potongan harga lainnya," katanya, Kamis (9/12/2021).

Baca Juga: Kebut Pemulihan, Thailand Bebaskan Lagi Pajak Hotel Sampai Juni 2024

Agus menuturkan penjualan mobil pada periode Maret-November 2021 mencapai 487.000 unit. Dia memperkirakan angka tersebut masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.

Dia menilai implementasi insentif PPnBM mobil DTP telah terbukti mampu memberikan dampak signifikan pada pemulihan sektor industri otomotif. Dengan insentif pajak, lanjutnya, kepercayaan pelaku industri untuk berproduksi juga meningkat.

Insentif PPnBM mobil DTP juga telah memberdayakan 319 perusahaan industri komponen tier 1. Selain itu, insentif juga berdampak positif terhadap peningkatan kinerja industri komponen tier 2 dan 3 yang sebagian besar termasuk kategori industri kecil dan menengah.

Baca Juga: DJP Kembangkan Aplikasi untuk Unduh Surat Keterangan PPS

Agus menjelaskan insentif pajak berdampak positif terhadap kinerja industri lantaran pemerintah mensyaratkan penggunaan komponen lokal atau local purchase pada proses produksi dengan nilai minimal sebesar 60%.

"Hal ini tentunya berdampak positif bagi pemulihan sektor industri otomotif yang memiliki multiplier efek yang cukup luas bagi sektor industri lainnya sehingga pada akhir mampu men-jumpstart ekonomi nasional," ujarnya.

Agus menambahkan produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih pada Oktober 2021 telah mencapai 890.000 unit, naik 62,4% dari periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut melampaui target produksi mobil pada keseluruhan 2021 yang sebanyak 850.000 unit.

Baca Juga: Inflasi Tertinggi Sejak 1998, Korea Siap-Siap Naikkan Suku Bunga

Saat ini, pemerintah memberikan insentif PPnBM ditanggung pemerintah (DTP) 100% atas mobil berkapasitas hingga 1.500 cc hingga Desember 2021.

Sementara pada mobil dengan kapasitas mesin lebih besar, diberikan insentif PPnBM DTP 50% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin 1.500 sampai dengan 2.500 cc dan PPnBM DTP 25% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasitas mesin 1.500 sampai dengan 2.500 cc. (rig)

Baca Juga: DJBC Sebut Perubahan Aturan Cukai KLM untuk Lindungi Pabrikan Kecil
Topik : menperin agus gumiwang, insentif pajak, PPnBM, mobil, kendaraan, industri, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 04 Juli 2022 | 14:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Hindari PPh Final Tambahan, DJP Ingatkan Lagi Soal Repatriasi Harta

Senin, 04 Juli 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Target Penerimaan Naik 8 Persen, DJBC Bakal Optimalisasi Cukai Rokok

Senin, 04 Juli 2022 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN

Pengusaha Minta Pemerintah Lanjutkan Pemberian Insentif, Ini Alasannya

Senin, 04 Juli 2022 | 11:06 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Karbon Ditunda, BKF Sebut Pemerintah Sedang Siapkan Hal Ini

berita pilihan

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:21 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa atas Transaksi Contract Manufacturing yang Tidak Wajar

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Gudang Berikat?

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Kembangkan Aplikasi untuk Unduh Surat Keterangan PPS

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:00 WIB
KP2KP REMBANG

Door to Door Lagi, Petugas Pajak Incar Pelaku UMKM Cek Pelaporan SPT

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:30 WIB
KOREA SELATAN

Inflasi Tertinggi Sejak 1998, Korea Siap-Siap Naikkan Suku Bunga

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:00 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK

Tren Penggunaan Teknologi dalam Peningkatan Kepatuhan Pajak di Dunia

Rabu, 06 Juli 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP BENGKULU DAN LAMPUNG

Ajak UMKM Naik Kelas, Penyuluh DJP Singgung Omzet Tak Kena Pajak

Rabu, 06 Juli 2022 | 14:43 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Hingga Juni 2022, Pemerintah Kumpulkan Rp7,1 Triliun dari PPN PMSE