Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Defisit Tembus Rp1.000 Triliun, Ini Postur Sementara RAPBN 2021

A+
A-
5
A+
A-
5
Defisit Tembus Rp1.000 Triliun, Ini Postur Sementara RAPBN 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (tangkapan layar Youtube DPR)

JAKARTA, DDTCNews – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan pemerintah menyepakati postur anggaran sementara RAPBN 2021 dengan defisit mencapai Rp1.006,4 triliun.

Defisit pada postur sementara RAPBN 2021 tersebut setara 5,7% terhadap PDB, naik 0,2 poin persentase dari usulan awal 5,5% terhadap PDB atau senilai Rp971,2 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pelebaran defisit terjadi karena ada koreksi target penerimaan negara 2021.

"Defisit anggaran naik 0,2 [poin persentase] dari yang disampaikan Pak Presiden menjadi 5,7% dari PDB, sehingga akan terjadi kenaikan pembiayaan," katanya dalam rapat bersama Banggar DPR RI, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga: APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Sri Mulyani mengatakan penerimaan negara 2021 kini ditargetkan Rp1.743,6 triliun, turun 1,8% dibanding yang tertuang dalam RUU RAPBN Rp1.776,4 triliun.

Penerimaan perpajakan ditargetkan Rp1.444,5 triliun atau turun 2,5% dibanding rencana awal Rp1.481,9 triliun, sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kini ditargetkan Rp298,2 triliun atau naik 1,6% dari sebelumnya Rp293,5 triliun.

Target penerimaan pajak 2021 kini Rp1.229,6 triliun, turun 3,05% dari rencana sebelumnya Rp1.268,4 triliun. Sementara target penerimaan kepabeanan dan cukai justru naik 0,74%, dari semula Rp205,7 triliun menjadi Rp213,4 triliun. Simak artikel ‘Banggar dan Pemerintah Sepakati Target Penerimaan Pajak 2021 Turun 3%’.

Baca Juga: Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Adapun belanja negara disepakati senilai Rp2.750 triliun atau naik 0,09% dari pagu awal senilai Rp2.747,5 triliun. Pagu tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp1.954,5 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa Rp795,5 triliun.

"Dengan postur ini keseimbangan primer mencapai Rp633,1 triliun, lebih tinggi 35,2 triliun dari RAPBN yang disampaikan Presiden Rp597,95 triliun," ujarnya.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah berharap pemerintah bisa mencapai semua target yang tertuang dalam postur APBN 2021 sementara tersebut. Jika tidak tercapai, dia meminta pemerintah lebih memprioritaskan skema refocusing anggaran ketimbang menambah defisit anggaran.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

"Pemerintah harus memiliki manajemen risiko fiskal yang baik, untuk tidak boleh lagi menambah defisit anggaran tetapi bisa melakukan refocusing dan realokasi anggaran yang fleksibel dengan tetap menerapkan disiplin fiskal yang tinggi," katanya. (kaw)



Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir
Topik : RAPBN 2021, postur sementara, Sri Mulyani, Banggar, DPR

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 12 Mei 2022 | 08:30 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Bakal Ubah Postur APBN 2022, Sri Mulyani: Kami akan Bicara dengan DPR

Rabu, 11 Mei 2022 | 11:30 WIB
KINERJA FISKAL

Imbas Lonjakan Harga Komoditas, Pemerintah Bakal Utak-Atik APBN 2022

Rabu, 11 Mei 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ekonomi Terus Pulih, Sri Mulyani: Tapi Masih Belum Sesuai Harapan

Rabu, 27 April 2022 | 10:13 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

H-5 Lebaran, THR ASN dan Pensiunan Sudah Cair Rp27,28 Triliun

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir