Review
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Cara Mudah Membuat Bukti Potong PPh Pasal 23/26

A+
A-
7
A+
A-
7
Cara Mudah Membuat Bukti Potong PPh Pasal 23/26

MENYEDERHANAKAN proses bagi wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya terus dilakukan Ditjen Pajak. Salah satu terobosan otoritas pajak adalah aplikasi Bukti Potong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23/26 Elektronik atau e-Bupot 23/26.

Aplikasi e-Bupot 23/26 adalah aplikasi yang disediakan DJP Online atau saluran tertentu yang ditetapkan Dirjen Pajak untuk membuat bukti pemotongan, membuat dan melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 23/26 secara elektronik.

Untuk tips kali ini, DDTCNews akan menjelaskan cara dan tahapan membuat bukti potong melalui aplikasi tersebut. Silahkan masuk ke akun DJP Online Anda. Pastikan layanan e-Bupot sudah dimunculkan.

Baca Juga: Cara Melapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 Melalui e-Bupot

Apabila belum, Anda dapat menambahkan hak akses e-Bupot pada menu Profile. Untuk melanjutkan, pilih layanan e-Bupot. Anda kemudian akan diarahkan ke dashboard e-Bupot yang menampilkan daftar SPT yang telah dikirim dan daftar bukti potong.

Sebelum membuat bukti potong, pastikan Anda telah melakukan pengisian nama wajib pajak penandatangan bukti potong, termasuk Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Untuk pengisian nama wajib pajak itu, klik Pengaturan lalu pilih Penandatangan.

Jangan lupa untuk tanda status aktif pada wajib pajak yang dipilih sebelum melakukan penyimpanan.

Baca Juga: Tidak Bisa Akses Aplikasi E-Bupot & VAT Refund? Ini Penjelasan DJP

PPh Pasal 23/26
BERIKUTNYA, untuk membuat bukti potong PPh Pasal 23, klik Bukti Pemotongan di kanal paling atas, kemudian pilih Pasal 23 dan input bukti potong Pasal 23. Isilah data identitas wajib pajak yang dipotong.

Setelah itu, isi data dokumen yang menjadi dasar pemotongan. Selanjutnya, isilah data penghasilan yang dipotong. Isi juga identitas pemotong pajak dan berilah tanda pernyataan yang disediakan sebelum dilakukan penyimpanan.

Untuk membuat bukti potong Pasal 26, klik Bukti Pemotongan di paling atas, pilih Pasal 26 dan input BP Pasal 26. Ingat, langkah-langkah perekaman data bukti potong Pasal 26 sama seperti bukti potong Pasal 23.

Baca Juga: Mulai Bulan Ini, Kewajiban Penggunaan E-Bupot Berlaku

Mulai dari mengisi identitas wajib pajak yang dipotong, data referensi hingga pemberian penandaan pada perlakuan pajaknya. Khusus Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B), wajib menyertakan data terkait melalui menu unggah dokumen pendukung.

Pilih tombol hitung untuk memastikan penghitungan pajak otomatis. Jangan lupa memberi tanda pada pernyataan yang telah disediakan sebelum melakukan penyimpanan.

Untuk merekam bukti potong dalam jumlah banyak, Anda bisa manfaatkan fasilitas impor Excel. Anda dapat mengunggah data bukti potong pada file Excel dalam format yang telah ditentukan Ditjen Pajak.

Baca Juga: Berbagai Prosedur Pajak Ini Disederhanakan, Termasuk Soal SPT

Berikutnya, untuk kepentingan pencetakan bukti potong, Anda dapat memilih menu daftar BP Pasal 23 atau BP Pasal 26. Lalu klik Lihat pada bukti potong yang ingin dicetak. Anda juga bisa menyimpan bukti potong terlebih dahulu dalam format PDF.

Demikian, pedoman pembuatan bukti potong dengan aplikasi e-Bupot. Tentu sangat meringankan beban administrasi dengan jaminan keamanan data karena disimpan diserver DJP. Setelah selesai, jangan lupa untuk log out dari akun DJP Online yah. Mudah, kan? (Bsi)

Baca Juga: Mulai September, 15 Perusahaan Ini Wajib Gunakan E-Bupot
Topik : e-bupot, tips membuat e-bupot, membuat e-bupot
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Rabu, 27 Mei 2020 | 18:41 WIB
KABUPATEN BANTUL
Rabu, 27 Mei 2020 | 18:00 WIB
AZERBAIJAN
Rabu, 27 Mei 2020 | 17:09 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:51 WIB
JAWA BARAT
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:48 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:43 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:37 WIB
TIPS E-BILLING
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:19 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:06 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI