Review
Senin, 30 Januari 2023 | 12:00 WIB
TAJUK PERPAJAKAN
Senin, 30 Januari 2023 | 10:15 WIB
Dir. Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC Nirwala Dwi Heryanto:
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Fokus
Literasi
Senin, 30 Januari 2023 | 14:24 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 30 Januari 2023 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 30 Januari 2023 | 10:45 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 27 Januari 2023 | 17:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Cara Bayar Pajak atas Impor Barang Kiriman Lewat Aplikasi Pospay

A+
A-
1
A+
A-
1
Cara Bayar Pajak atas Impor Barang Kiriman Lewat Aplikasi Pospay

SESUAI dengan Pasal 1 ayat (10) Peraturan Menteri Keuangan No. 199/PMK.010/2019, barang kiriman merupakan barang yang dikirim melalui penyelenggara pos sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pos.

Atas barang kiriman tersebut, pejabat bea cukai akan melakukan pemeriksaan pabean secara selektif, meliputi pemeriksaan fisik barang dan penelitian dokumen. Berdasarkan pemeriksaan pabean, pejabat bea cukai akan menentukan besaran nilai pabean.

Apabila barang kiriman yang diimpor untuk dipakai memiliki nilai pabean melebihi ambang batas free on board FOB US$3 per penerima barang maka barang tersebut dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI).

Baca Juga: Tak Cuma Pajak, Perizinan Sampai Ekspor-Impor Juga Wajib Pakai NIK

Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat dapat membayar tagihan bea masuk dan/atau PDRI atas impor barang kiriman melalui aplikasi di antaranya aplikasi Pospay yang dikembangkan oleh PT Pos Indonesia.

Nah, DDTCNews kali ini akan menjelaskan cara melakukan pembayaran tagihan bea masuk dan/atau PDRI atas impor barang kiriman melalui Pospay.

Mula-mula, unduh aplikasi Pospay melalui Google Play atau App Store. Setelah berhasil terunduh, buka aplikasi Pospay. Kemudian, jika Anda belum memiliki akun Pospay, klik tombol Buat Akun. Lalu, lengkapi data yang diminta dan tekan Lanjutkan.

Baca Juga: Reformasi Bea Cukai: Proses Bisnis dan Integritas

Berikutnya, Anda akan menerima kode OTP di kotak masuk SMS. Masukkan enam digit kode OTP di aplikasi Pospay dan tekan Lanjutkan. Anda akan diminta untuk memasukkan username, kata sandi, dan membuat PIN.

Setelah berhasil, sistem akan menanyakan terkait dengan kepemilikan rekening giro. Jika Anda sudah memiliki rekening giro, silakan tekan Hubungkan Rekening. Jika belum, Anda juga dapat membuka rekening dengan klik Buka Rekening. Anda akan dimintakan beberapa data dan PIN.

Selanjutnya, Anda dapat memeriksa SMS yang dikirimkan dari kantor Pos Indonesia. Tekan tautan yang dikirimkan melalui aplikasi tersebut untuk melihat jumlah tagihan yang belum dibayar dan nomor virtual account.

Baca Juga: Cara Minta Kode EFIN Melalui Fitur Live Chat Pajak

Salin nomor virtual account dan buka aplikasi Pospay. Pada halaman beranda bagian fitur utama, pilih ikon Lainnya. Pada bagian Banking, klik Virtual Account. Masukkan virtual account yang sudah disalin dan tekan Lanjutkan.

Sistem akan menampilkan jumlah tagihan yang perlu dibayarkan dan pilih Bayar Tagihan. Jika berhasil, Anda akan menerima notifikasi transaksi sudah berhasil. Dengan demikian, pembayaran pajak atas barang kiriman impor telah dilunasi. Selesai. Semoga bermanfaat. (rig)

Baca Juga: Apa Itu Customs Clearance?

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : tips kepabeanan, tips, kepabeanan, barang kiriman, pospay, PDRI, pos indonesia, impor

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 23 Januari 2023 | 13:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Waduh! 1 Ton Cat Food Asal China Dimusnahkan Bea Cukai Gara-Gara Ini

Minggu, 22 Januari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS KEPABEANAN

Tata Cara Pengajuan Permohonan Valuation Advice

Sabtu, 21 Januari 2023 | 14:00 WIB
PMK 168/2022

Begini Format Baru Surat Permohonan Pengajuan dan Pengembalian Jaminan

Jum'at, 20 Januari 2023 | 17:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Bea Cukai Musnahkan Barang Lartas, dari Pakaian Sampai Minuman Herbal

berita pilihan

Senin, 30 Januari 2023 | 21:02 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

Wawancara 2 Calon Hakim Agung TUN Khusus Pajak Digelar Rabu Pekan Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Barang di Batam Lebih Murah karena Bebas Pajak? Ternyata Ini Faktanya

Senin, 30 Januari 2023 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Agar Tak Hambat Investasi, Peraturan Soal Perizinan Ini Bakal Direvisi

Senin, 30 Januari 2023 | 16:30 WIB
PMK 112/2022

Tak Cuma Pajak, Perizinan Sampai Ekspor-Impor Juga Wajib Pakai NIK

Senin, 30 Januari 2023 | 16:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Ingat, Pembetulan SPT Tidak Bisa Cuma Copy Paste Data PDF dari e-Form

Senin, 30 Januari 2023 | 15:45 WIB
ADA APA DENGAN PAJAK?

Apa itu Advance Pricing Agreement dan Aturan Terbarunya di PP 55/2022?

Senin, 30 Januari 2023 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN BEA DAN CUKAI

Kanwil DJBC Jakarta Ambil Alih Kantor Bea Cukai Bekasi dan Cikarang

Senin, 30 Januari 2023 | 15:19 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Soal PPh Ditanggung Pemberi Kerja, DJP: PER-16/PJ/2016 Masih Berlaku

Senin, 30 Januari 2023 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Hati-Hati Modus Baru Penipuan, Ancam Potong Pajak Autodebet Rekening

Senin, 30 Januari 2023 | 14:24 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPh Pasal 21 atas Biaya Gaji Pemegang Saham