Review
Kamis, 02 Februari 2023 | 17:05 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (4)
Selasa, 31 Januari 2023 | 11:45 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 31 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (3)
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Februari 2023 | 10:00 WIB
KMK 6/2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 09:31 WIB
KURS PAJAK 1 FEBRUARI - 7 FEBRUARI 2023
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Reportase

Bunga dari P2P Lending Kena Pajak, Bagaimana Perlakuan Pajaknya?

A+
A-
20
A+
A-
20
Bunga dari P2P Lending Kena Pajak, Bagaimana Perlakuan Pajaknya?

Pertanyaan:
PERKENALKAN nama saya Rifka. Saya adalah seorang pegawai swasta yang tinggal di Surabaya. Selain mendapatkan gaji sebagai karyawan, saya juga memperoleh penghasilan berupa bunga dari peer-to-peer (P2P) lending sebagai seorang lender atau pemberi pinjaman.

Baru-baru ini, saya menyadari bahwa bunga yang saya terima telah dipotong dengan pajak penghasilan (PPh) Pasal 23. Pertanyaan saya, apakah saya memiliki kewajiban perpajakan sebagai seorang lender? Jika ya, bagaimana ketentuannya?

Jawaban:
TERIMA kasih Ibu Rifka atas pertanyaannya. Mengacu pada Pasal 3 ayat (2) Peraturan Menteri Keuangan No. 69 Tahun 2022 tentang Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai atas Penyelenggaraan Teknologi Finansial (PMK 69/2022), bunga yang diterima atau diperoleh lender melalui P2P lending menjadi objek PPh.

Dalam konteks ini, lender dapat dikenakan satu dari jenis pemotongan PPh berikut. Jika lender merupakan wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap (BUT), bunga yang diterima atau diperoleh lender akan dipotong PPh Pasal 23 sebesar 15%.

Sementara itu, jika lender merupakan wajib pajak luar negeri selain BUT, penghasilan berupa bunga yang diterima atau diperoleh lender akan dipotong dengan PPh Pasal 26. Adapun besaran tarif PPh Pasal 26 yang berlaku ialah sebesar 20% atau sesuai dengan ketentuan dalam persetujuan penghindaran pajak berganda (P3B).

Selanjutnya, penyelenggara P2P lending akan memberikan bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 kepada setiap lender, menyetorkan PPh kepada negara, dan melaporkan surat pemberitahuan (SPT) masa PPh. Meski demikian, lender memiliki kewajiban perpajakannya sendiri terkait bunga yang diterima atau diperoleh melalui P2P lending yang perlu dituntaskan.

Berdasarkan pada Pasal 3 ayat (1) PMK 69/2022, lender wajib melaporkan penghasilan bunga dalam SPT tahunan menggunakan form 1770SS, 1770S, atau 1770. Penghasilan bunga dilaporkan dalam SPT Tahunan pada kategori ‘Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya’.

Jumlah yang dilaporkan adalah total penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam satu tahun pajak. Dalam penghitungan perpajakannya, penghasilan bunga akan diakumulasikan dengan jenis penghasilan umum lainnya.

Berikutnya, akumulasi penghasilan tersebut akan disesuaikan dengan biaya pengurang (personal exemption) dan dikenakan tarif PPh progresif. Tidak ketinggalan, lender juga perlu memasukkan kredit PPh Pasal 23 yang telah dibayarkan sesuai dengan bukti potong yang telah diterima dari penyelenggara P2P lending.

Apabila setelah hasil penghitungan diketahui lender mengalami kurang bayar, lender wajib menyetorkan pajak yang masih terutang. Sebaliknya, jika mengalami lebih bayar maka lender dapat mengajukan pengembalian kelebihan pembayaran pajak.

Tidak hanya itu, lender juga diimbau untuk melaporkan harta berupa investasi P2P lending dalam SPT tahunan. Lender dapat melaporkan aset tersebut dalam SPT tahunan bagian ‘Daftar Harta Pada Akhir Tahun’. Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Sebagai informasi, artikel Konsultasi UU HPP akan hadir setiap Selasa guna menjawab pertanyaan terkait UU HPP beserta peraturan turunannya yang diajukan ke email [email protected]. Bagi Anda yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan langsung mengirimkannya ke alamat email tersebut.

(Disclaimer)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : Konsultasi UU HPP, DDTC Fiscal Research & Advisory, konsultasi pajak, pajak, P2P Lending, PMK 69/2022, UU HPP

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 04 Februari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kriteria Jasa Angkutan Udara Dalam Negeri yang Dibebaskan dari PPN

Sabtu, 04 Februari 2023 | 10:30 WIB
SELEBRITAS

Petinju Daud 'Cino' Yordan Titip Pesan ke Wajib Pajak, Apa Isinya?

Sabtu, 04 Februari 2023 | 10:00 WIB
KP2KP KASONGAN

Giliran Kepala Sekolah Jadi Sasaran Sosialisasi Validasi NIK-NPWP

Sabtu, 04 Februari 2023 | 09:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

WP Pensiunan Tetap Wajib Lapor SPT Tahunan, Jangan Lupa Bukti Potong

berita pilihan

Minggu, 05 Februari 2023 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

DJBC Bisa Minta Dokumen SPT Pajak ke Penerima Fasilitas TPB dan KITE

Minggu, 05 Februari 2023 | 15:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

NPWP Bisa Aktif Otomatis Jika Wajib Pajak Non-Efektif Lapor SPT

Minggu, 05 Februari 2023 | 14:00 WIB
PP 55/2022

Transaksi dengan Pemotong Pajak, WP PPh Final UMKM Perlu Ajukan Suket

Minggu, 05 Februari 2023 | 13:00 WIB
KANWIL DJP BANTEN

Bikin Rugi Negara Rp1,7 M, Tersangka Pajak Diserahkan ke Kejaksaan

Minggu, 05 Februari 2023 | 12:00 WIB
PP 55/2022

Bantuan BPJS kepada Wajib Pajak Tertentu yang Bebas Pajak Penghasilan

Minggu, 05 Februari 2023 | 11:30 WIB
INDIA

Ada Rezim Pajak Baru, Saham Perusahaan Asuransi Anjlok Sampai 10%

Minggu, 05 Februari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Penyebab Faktur Pajak Dianggap Tidak Dibuat

Minggu, 05 Februari 2023 | 10:30 WIB
PP 50/2022

Penyebab Pemeriksaan Bukper Ditindaklanjuti dengan Penyidikan

Minggu, 05 Februari 2023 | 10:00 WIB
SPANYOL

Bank di Negara Ini Ramai-Ramai Tolak Kebijakan Windfall Tax

Minggu, 05 Februari 2023 | 09:30 WIB
KOTA SURAKARTA

Tagihan PBB di Solo Naik Drastis, Begini Penjelasan Wali Kota Gibran