Review
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:04 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 04 Desember 2020 | 18:15 WIB
KAMUS HUKUM PAJAK
Jum'at, 04 Desember 2020 | 16:10 WIB
PROFIL PAJAK PROVINSI SULAWESI TENGAH
Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & alat
Jum'at, 04 Desember 2020 | 18:00 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 17:31 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 02 Desember 2020 | 09:18 WIB
KURS PAJAK 2 DESEMBER - 8 DESEMBER 2020
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Komunitas
Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:20 WIB
PODTAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:14 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Reportase
Glosarium

BPS Catat Impor Indonesia Turun 10,20%

A+
A-
0
A+
A-
0
BPS Catat Impor Indonesia Turun 10,20%

JAKARTA, DDTCNews – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada April 2017 mencapai US$11,93 miliar atau turun 10,20% dibanding impor Maret 2017 sebesar US$13,38 miliar. Sedangkan dibanding impor April 2016, meningkat 10,31%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto penurunan tersebut dipicu oleh berkurangnya permintaan impor, baik dari sektor migas dan nonmigas.

“Penurunan itu disebabkan oleh menurunnya nilai impor migas senilai US$666,0 juta atau 29,25%, serta impor non migas yang menurun US$689,1 juta atau menurun 6,26%. Penurunan impor migas dipicu oleh turunnya nilai impor semua komponen,” ujarnya di BPS Jakarta, Senin (15/5).

Baca Juga: BPS Sebut Hanya Sedikit Usaha Kecil yang Butuh Insentif Pajak

Suhariyanto menjabarkan komponen tersebut meliputi minyak mentah yang menurun US$223,5 juta atau 34,41%, hasil minyak yang menurun US$336,8 juta atau 25,01%, dan penurunan nilai impor pada komponen gas US$105,7 juta atau 37,66%.

Adapun, peningkatan impor nonmigas terbesar dibanding Maret 2017 adalah golongan serealia US$34,2 juta atau 17,45%, sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung US$187,7 miliar.

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-April 2017 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$10,37 miliar atau 25,7%, Jepang US$4,63 miliar atau 11,49%, dan Thailand US$2,89 miliar atau 7,16%.

Baca Juga: Efek Corona, BPS Sebut Pergerakan Inflasi Mei Jadi Tidak Biasa

Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku atau penolong dan barang modal selama Januari hingga April 2017 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 7,78%, 15,85%, dan 6,29%. (Amu)

Topik : badan pusat statistik, nilai impor, impor april 2017
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 08 Juni 2018 | 10:23 WIB
INFLASI EKONOMI
Senin, 04 Juni 2018 | 13:33 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK:
Selasa, 15 Mei 2018 | 14:45 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK:
Selasa, 08 Mei 2018 | 08:43 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI
berita pilihan
Sabtu, 05 Desember 2020 | 16:01 WIB
JEPANG
Sabtu, 05 Desember 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN PATI
Sabtu, 05 Desember 2020 | 14:01 WIB
ITALIA
Sabtu, 05 Desember 2020 | 13:01 WIB
RUU PELAPORAN KEUANGAN
Sabtu, 05 Desember 2020 | 11:01 WIB
FILIPINA
Sabtu, 05 Desember 2020 | 09:01 WIB
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Sabtu, 05 Desember 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:01 WIB
KEBIJAKAN EKSPOR
Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 05 Desember 2020 | 06:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK